Jokowi disebut tak akan melancarkan jurus coba-coba berbeda dengan penentuan menteri Kabinet Kerja Jilid I.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan tak akan menggunakan prinsip coba-coba dalam memilih jajaran menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Kali ini, Jokowi memasang kriteria tinggi, yaitu menteri yang mampu menghadapi tantangan di tengah tekanan ekonomi global. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Jokowi akan mengutamakan tokoh-tokoh yang mampu mengatasi dampak tekanan ekonomi global karena tengah menjadi tantangan utama bagi kelangsungan perekonomian Indonesia.

Selain itu, sambungnya, Jokowi disebut tak akan melancarkan jurus coba-coba dalam memilih para pembantunya. Hal ini berbeda pula dengan penentuan menteri Kabinet Kerja Jilid I.

"Melihat global ekonomi seperti sekarang, pastilah beliau pilih orang yang mampu beradaptasi atau mengimplementasikan dengan cepat untuk sikapi global ekonomi sekarang. Yang pasti, beliau tidak akan coba-coba," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/9).

Isu jajaran menteri Kabinet Kerja Jilid II santer di kalangan publik sejak Jokowi resmi menjadi presiden terpilih untuk periode 2019-2024. Kepala negara sendiri sempat mengumbar beberapa kriteria tokoh yang diliriknya untuk dijadikan menteri.

Salah satunya, menteri akan berasal dari generasi muda, bahkan yang masih berusia sekitar 25-30 tahun. Selain menteri dari kalangan generasi muda, Jokowi juga memastikan bakal memberikan porsi menteri perempuan seperti jumlah menteri perempuan yang ada saat ini.