Rupiah terlihat konsisten menapak zona pelemahan di sepanjang sesi pagi ini, Rabu (11/9).

Sikap ragu investor di bursa saham utama Asia akhirnya mulai beralih menuju optimisme di   sesi perdgangan siang ini, Rabu (11/9). Pantauan menunjukkan, gerak indeks yang mulai berupaya membukukan lonjakan tajam di tengah belum beranjaknya sentimen yang hinggap.

Laporan lebih lanjut menyebutkan, investor yang  masih mencoba untuk menyambut positif kabar dari pasar surat utang pemerintah AS. Sebagaimana diwartakan sebelumnya,  besaran imbal hasil surat utang pemerintah AS berjangka 10 tahun yang terus menanjak untuk kini berada di kisaran 1,721%. Gerak naik besaran imbal hasil tersebut dengan demikian telah terjadi cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir setelah sempat runtuh hingga berada di kisaran 1,4%.

Sementara sentimen dari optimisme perundingan dagang AS-China masih belum menunjukkan kabar terbaru yang positif, investor terlihat mencoba mengandalkan kabar positifnya pasar surat utang AS sebagai pijakan dalam mengambil keputusan hari ini. Sentimen lain yang menjadi  harapan investor adalah peluang bank sentral Eropa untuk menurunkan suku bunga acuannya di hari ini.  Gerak indeks akhirnya masih mampu melonjak tajam.

Hingga ulasan ini disunting,  indeks Nikkei (Jepang) melonjak 0,94% untuk berada di posisi 21.592,18, indeks Hang Seng (Hong Kong)  melambung 1,35% untuk berada di posisi 27.044,87,  sementara indeks ASX 200 (Australia)  naik 0,13% untuk menjangkau posisi 6.623,0, serta indeks KOSPI (korea Selatan) yang menanjak 0,83% untuk berada di posisi 2.048,97.

Pada bursa saham Indonesia,  peralihan  sikap investor di Asia terlihat belum mampu menyeret Investor di Jakarta untuk optimis. Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) masih terjebak di rentang terbatas dan  menutup sesi pagi ini dengan melemah   tipis  0,07% untuk terhenti di posisi 6.331,7.

Pola gerak yang tak jauh berbeda dilaporkan mendera mata uang Rupiah di pasar valuta siang ini. Terkini, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp14.055 per Dolar AS atau melemah 0,2%.