Prospek IHSG diperkirakan masih cenderung terjebak di rentang terbatas di sepanjang sesi hari ini, KRabu (11/9).

Mengawali sesi perdagangan saham hari ini, Rabu (11/9), gerak indeks di bursa saham utama Asia terlihat mencoba untuk optimis. Laporan dari pasar surat utang AS yang terus positif membuat sikap investor di Asia mencoba untuk bersikap optimis.

Laporan terkini dari pasar surat utang AS menyebutkan, besaran imbal hasil surat utang pemerintah AS berjangka 10 tahun yang terus menanjak untuk kini berada di kisaran 1,721%. Gerak naik besaran imbal hasil tersebut dengan demikian telah terjadi cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir setelah sempat runtuh hingga berada di kisaran 1,4%.

Sementara sentimen dari optimisme perundingan dagang AS-China masih belum menunjukkan kabar terbaru yang positif, investor terlihat mengalihkan perhatian pada positifnya pasar surat utang oemerintah AS.  Gerak indeks akhirnya mampu bertahan di zona positif meski di rentang terbatas.

Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) menguat 0,32% untuk berada di posisi 21.460,34, sementara indeks ASX 200 (Australia)  naik 0,18% untuk menjangkau posisi 6.626,2, serta indeks KOSPI (korea Selatan) yang menanjak 0,62% untuk berada di posisi 2.044,69.

Dengan masih mampunya indeks di bursa saham utama Asia bertahan di zona positif ini, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan kembali mendapatkan bekal yang cukup menguntungkan.

Namun  diyakini masih sulit bagi IHSG untuk mampu membukukan gerak naik tajam di sesi kali ini. Sebaliknya, IHSG bahkan berpeluang untuk menginjak zona merah di sesi perdagangan kali ini seiring dengan keraguan yang masih mendera.