Langkah Presiden AS Donald Trump yang memecat penasehat keamanan nasionalnya, John Bolton membuat investor panik dengan melakukan tekanan jual di pasar minyak dunia.

Ulah kejutan Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang pasar pada sesi perdagangan Selasa (11/9). Meski guncangan yang terjadi kali ini terbatas di pasar komoditas minyak dunia, namun investor tetap dibuat terkejut.

Adalah langkah Trump yang memberhentikan Penasehat Keamanan Nasionalnya, Joh Bolton, yang kali ini menjadikan investor di pasar minyak menuai kepanikan. Laporan lebih jauh menyebutkan, Trump yang meminta Bolton untuk mengundurkan diri menyusul serangkaian perbedaan pandangan dan kebijakan atas sejumlah isu internasional selama ini.

Bolton disebutkan terlibat perbedaan yang cukup tajam dengan Trump terkait dengan masalah dan kebijakan terhadap Iran dan Venezuela.  Bolton sejauh ini dikenal sebagai pejabat yang cenderung mengambil langkah keras terhadap dua negara tersebut.

Langkah Trump memecatnya dinilai investor akan membuka peluang terjalinnya hubungan antara Trump dengan  pejabat tinggi Iran.  Bila jalinan Trump-Iran terbentuk, maka ekspektasi pelonggaran sanksi akan terjadi untuk selanjutnya  mengguyur pasar minyak dunia. Meski penilaian ini masih membutuhkan waktu yang panjang dan bukti yang cukup, namun investor telah bergerak terlebih dulu untuk mengantisipasinya.

Gerak turun harga  minyak akhirnya menjadi tak terelakkan. Hingga sesi perdagangan ditutup, harga minyak tercatat berhenti di kisaran $57,4 per barel (untuk jenis WTI). Kisaran harga tersebut mencerminkan penurunan cukup curam, sebesar 0,8%.

Namun secara keseluruhan, sentimen dari kejutan Trump kali ini diyakini masih cenderung sangat temporer dan sekaligus sangat diragukan.  Masih membutuhkan terlalu banyak waktu bagi Iran untuk bisa kembali memasuki pasar minyak dunia kendati telah terjalin hubungan langsung dengan Trump.