Gerak indeks Wall Street kembali berada di rentang terbatas dan mixed dalam sesi perdagangan Selasa (10/9) yang berakhir beberapa jam lalu.

Sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (10/9) di bursa saham Wall Street kembali ditutup dengan gerak mixed dan dalam rentang sempit. Investor terlihat masih menantikan sentimen terkini yang belum juga muncul hingga sesi perdagangan berakhir.

Optimisme perundingan dagang AS-China untuk meraih kesepakatan di awal Oktober depan masih menjadi andalan investor untuk menjalani sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu. Namun secara  keseluruhan, sentimen terkini yang lebih menentukan terlihat belum juga hadir. Gerak indeks akhirnya cenderrung terjebak di rentang terbatas dan mixed.

Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks DJIA  masih mampu bertahan positif dengan naik moderat 0,28% untuk menetap di posisi 26.909,43, sementara indeks S&P 500 tercatat naik lebih tipis 0,03% untuk terhenti di kisaran 2.979,39, serta indeks Nasdaq yang berakhir merah dengan turun moderat 0,04% untuk berada di posisi 8.084,15.

Pola gerak indeks yang terjebak di rentang sempit tersebut sekaligus mencerminkan kukuhnya sikap ragu investor dalam menjalani sesi perdagangan kali ini.  Bekal keraguan ini juga diyakini akan merambah sesi perdagangan di Asia yang akan segera dibuka beberapa menit ke depan.

Pada bursa saham Indonesia, keraguan juga diperkirakan akan terjadi, dan rentang gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan cenderung untuk berada di rentang terbatas. Untuk dicatat, pada sesi perdagangan kemarin, IHSG juga terpaksa menjalani rentang gerak yang sempit hingga sesi perdagangan berakhir.  Sejumlah saham perbankan bahkan terlihat gagal memanfaatkan momentum untuk membukukan gerak rebound teknikal.