Lapor SP4N ini adalah pelayanan diperuntukkan bagi masyarakat dan ini merupakan media online bagi masyarakat untuk mengadu keluhan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ajak masyarakat Lapor dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan siap menindak lanjuti aduan tersebut.

Pemprov. Sumsel terus gaungkan dengan beraksi (action) yang tergabung antara Diskominfo Prov. Sumsel, Setda Prov. Sumsel dan Biro Humas Protokol Prov. Sumsel melakukan sosialisasi media online masyarakat Lapor SP4N ke Seluruh OPD dan Kabupaten/Kota.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nara sumber media online masyarakat SP4N Lapor!,  Kasi Pelayanan Media Informasi Publik Diskominfo Prov. Sumsel, Azim Baidillah, SH, MH mewakili Kadis Kominfo Prov. Sumsel pada acara “Melalui Rapat Koordinasi Petugas Front Office Tingkat Kabupaten dan Kota Se- Sumatera Selatan Tahun 2019 Mari Kita Tingkatkan Kualitas Pelayanan Adminsitrasi Kependudukan Yang Membahagiakan Masyarakat” di Aula Rapat Dinas Pendudukan Catatan Sipil Provinsi Sumatera Selatan (Disdukcapil Prov. Sumsel.

“Lapor SP4N ini adalah pelayanan diperuntukkan bagi masyarakat dan ini merupakan media online bagi masyarakat untuk mengadu keluhan” ujarnya.

Azim Baidillah utarakan, media online Lapor SP4N ini kerjasama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan dengan Kementerian PAN dan RB  dan The German Organisation for International Cooperation (GIZ).

“Serta  Surat Edaran (SE) Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi yang tertuang dalam SE Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pengintegrasian Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik secraa Nasional bagi pemerintah daerah ke dalam Aplikasi LAPOR!-SP4N”.urainya

Jelas Azim, Dimana Lapor!-SP4N ini merupakan website resmi yang dibuat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN-RB) dengan sistem yang terintegrasi dalam pengelolaan pengaduan secara berjenjang pada setiap penyelenggaran dalam kerangka sistem informasi pelayanan publik.

”Pengelolaan pengaduan itu penting karena menjadi muara dari perbaikan atau reformasi birokrasi khususnya pelayanan publik, juga sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat”, tambahnya.

Pengaduan juga bisa menjadi dasar pengambilan keputusan atau kebijakan dari pemerintah daerah, karena belum tentu program yang dilaksanakan pemerintah sempurna, kehadiran aplikasi LAPOR!-SP4N sebagai solusi dalam menghadapi tantangan pengelolaan pengaduan.

Lanjut Azim Baidillah, sebagai informasi, Untuk tingkat provinsi system LAPOR!-SP4N pengelolanya terdiri dari tiga elemen yakni Dinas Kominfo, Inspektorat dan Biro Hukum. Untuk tingkat kabupaten terdapat dua elemen yaitu Dinas Kominfo dan Inspektorat.

“Ayo berani lapor ! bila melihat ada pelayanan publik atau hal-hal yang masih timpang di lingkungan kita. Sekarang sudah ada aplikasi Lapor SP4N atau Layanan Asprasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), atau LAPOR! SP4N”pungkasnya.

Tambahnya, Pengelolaan pengaduan itu penting karena menjadi muara dari perbaikan atau reformasi birokrasi khususnya pelayanan publik, juga sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat. 

“Program Lapor SP4N di Sumatera Selatan Misi Lapor SP4N yaitu visi gubernur Sumsel dan Wagub Sumsel Pelayanan Sumsel Maju Untuk Semua. Sekali lagi, Äyo lapor Penaganan Pengaduan Pelayanan Publik Nasioanl (SP4N) ketik #Lapor1708. SMS 1708, Lapor: www.lapor.go.id “ ajaknya

Sementara itu, Tenaga Ahli Kemitraan Kementeri PAN dan RB RI, GIZ German, Kurniawan  mengatakan, aplikasi ini merupakan saluran bagi masyarakat untuk bisa menyampakan uneg-unegnya. Mulai dari kerusakan jalan, mati lampu atau rasa tidak puas terhadap layanan publik lainnya. 

Layanan ini ada di situs www.lapor.go.id, twitter, serta layanan pesan singkat (sms) melalui nomor 1708 dengan tarif normal sesuai masing-masing operator seluler.

Dikatakannya, selama ini ada empat hal yang membuat warga enggan melapor atau melakukan pengaduan atas kondisi yang terjadi di lingkungannya. Di antaranya adalah rasa takut, ketidaktahuan, sikap apatis dan tidak percaya. 

Aplikasi ini, kata Kurniawan , adalah upaya untuk menanggulangi faktor-faktor tersebut  adanya kendala teknis seperti sulit mengakses internet, terkendala waktu dan biaya. “Saya mengajak, ayo masyarakat berani melapor ke pemda terkait pelayanan publik. Ini sebagai wujud tata kelola pemerintah yang baik,” katanya.