Mahathir memaparkan etnis Melayu menolak bekerja pada saat Inggris masih menjajah Malaysia, beda dengan etnis China dan India yang mau bekerja ladang-ladang milik Inggris.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad meluncurkan kritik keras terhadap etnis Melayu di Malaysia. Menurutnya, etnis Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras bahkan hanya menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.

Hal ini diungkapkan Mahathir dalam blog pribadinya yang dikutip pada Senin (9/9/2019). Dalam tulisannya dengan judul “Tak Bekerja”, Mahathir memaparkan etnis Melayu menolak bekerja pada saat Inggris masih menjajah Malaysia, beda dengan etnis China dan India yang mau bekerja ladang-ladang milik Inggris.

“Orang Melayu harus menyadari apa yang terjadi pada mereka. Sayangnya, mereka belum sadar. Bahkan sekarang orang Melayu tidak sadar. Orang asing telah membanjiri negara kita. Tujuh juta orang asing masih di sini. Mereka bekerja. Apa yang akan terjadi pada orang Melayu?” tulisnya.

Mahathir, yang juga menjabat sebagai PM Malasyai dari tahun 1981 hingga 2003, telah lama mencela kurangnya masyarakat Melayu untuk bekerja keras.

Selama menjabat periode pertama sebagai perdana menteri, ia mendorong industrialisasi negara dan giat mempromosikan kebijakan tindakan berbasis ras yang bertujuan mengurangi ketidaksetaraan sosial ekonomi antara orang Melayu dan ras lain di Malaysia, yang mencakup etnis China dan India.

“Nasib kita ada di tangan kita sendiri. Marah dengan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah kita … Karena [Melayu] tidak mau bekerja keras, untuk melakukan bisnis dengan serius, mereka tetap miskin," tulis Mahathir, yang kembali menjadi PM Malaysia dalam pemilihan umum tahun lalu.