Luhut juga mengklaim bahwa telah banyak perusahaan yang merelokasi usahanya ke Indonesia. Bahkan, terdapat 11 perusahaan yang berkeinginan membangun industri di Morowali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku ada yang salah dalam regulasi pemerintah untuk menjaring investor asing. Untuk itu, Indonesia akan belajar dari Vietnam untuk memikat investor asing masuk ke dalam negeri.  

Menurut Luhut, Indonesia masih memiliki banyak regulasi yang berbelit terkait investasi. Hal ini membuat investasi asing enggan untuk masuk ke Indonesia.

"Kita masih punya peraturan yang berbelit itu sekarang oleh Presiden itu dipotongin," kata Menko Luhut saat ditemui di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dalam hasil riset Bank Dunia berjudul Global Economic Risks and Implications for Indonesia menyebutkan, dalam kurun waktu Juni-Agutsus 2019, sebanyak 33 perusahaan dari China melakukan relokasi dengan 23 perusahaan memilih Vietnam. Sisanya 10 perusahaan relokasi ke Malaysia, Thailand, serta Kamboja.

Untuk menjaring investor pemerintah bakal mempelajari negara-negara tetangga yang dianggap mampuni dalam memikat minat investor masuk. Caranya dengan meniru strategi yang dilakukan Vietnam yang berhasil menjaring perusahaan China yang ingin merelokasi usahanya.

"Kita tiru aja Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia itu aja benchmark kita," imbuh dia.

Kendati begitu, Luhut juga mengklaim bahwa telah banyak perusahaan yang merelokasi usahanya ke Indonesia. Bahkan, terdapat 11 perusahaan yang berkeinginan membangun industri di Morowali.

"Saya kira akan cukup banyak masuk ke kita. saya bilang Morowali salah satu case loh. Kita tanpa sadari sudah ada lebih 11 perusahaan yang masuk di sana relokasi ke kita seksrag lithium baterai kenapa dia mau bikin di kita karena 80 persen hampir materill baterai lithium ada di Indonesia," tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewa perusahaan asing lebih memilih berinvestasi di negara lain ketimbang Indonesia. Dia mendapat laporan dari Bank Dunia bahwa 33 perusahaan yang keluar dari China, justru berinvestasi ke negara-negara tetangga.

"23 (perusahaan) memilih (investasi) di Vietnam. 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita," jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas antisipasi perkembangan perekonomian di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/9).