Usai dinyatakan pailit, Kertas Leces diwajibkan membayar kewajiban kepada negara dalam hal ini untuk PT PPA sebesar Rp9 miliar.

PT Kertas Leces dinyatakan pailit alias bangkrut. Perusahaan penghasil kertas ini pun harus menjual aset-asetnya untuk membayar kewajibannya ke negara sebesar Rp9 miliar.

Hal tersebut sesuai dengan putusan pengadilan yang menyatakan pabrik kertas itu tidak bisa menjalankan operasional dengan sehat. Putusan pailit ini dijatuhkan pada 25 September 2018 sesuai dengan putusan No.43 PK/Pailit/Pdt.Sus-Pailit/2019 No 01/Pdt.Sus.

"PT Kertas Leces dinyatakan pailit," kata Corporate Secretary PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Edi Winanto, di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Usai dinyatakan pailit, Kertas Leces diwajibkan membayar kewajiban kepada negara dalam hal ini untuk PT PPA sebesar Rp9 miliar. Namun seiring berjalannya waktu, Kertas Leces hanya menyetorkan Rp1,2 miliar dari penjualan aset.

"Hakim pengadilan niaga bermasalah yang keliru menerapkan undang-undang kapan pemegang hak tanggungan, memulai pelaksanaan haknya dan lelangnya," jelasnya.

Edi menambahkan untuk membayar utang, PT Kertas Leces telah menjual aset sebesar Rp11 miliar di kawasan Radio Dalam. PPA selaku pelawan mengajukan perlawanan dan keberatan atas pembagian hasil lelang di mana PPA hanya mendapat Rp1,2 miliar.

"Tanggungan yang sebesar Rp9,5 miliar sampai sekian lama kurator menerbitkan daftar pembagian kuota di mana PPA hanya memperoleh pembagian Rp1,2 miliar, PPA mengajukan keberatan alasan keberatan PPA seharusnya memiliki hak Rp9,5 miliar," jelasnya.