Perusahaan BUMN Minyak Arab Saudi, Saudi Aramco merupakan perusahaan peraih laba terbesar dunia dengan mencetak untung $111,1 miliar.

Sebuah laporan terkini dari rencana penjualan saham perdana perusahaan raksasa perminyakan asal Arab Saudi, Saudi Aramco menyebutkan, perusahaan perbankan dan investasi terkemuka AS, JP Morgan yang diyakini akan memimpin proses penjualan saham tersebut.

Laporan lebih rinci menyebutkan, keputusan mempercayakan penjualan saham perdana ke JP Morgan akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan, namun ditekankan keputusan masih mungkin berubah.  Sejumlah laporan terkait sebelumnya menyebutkan,  JP Morgan yang dalam kontestasi kali ini bersaing dengan raksasa investasi asal AS lainnya, Morgan Stanley.

Namun kinerja Morgan Stabley yang buruk saat menggelar penjualan saham perdana atau IPO Uber, sebuah perusahaan transportasi online terbesar dunia, membuat para pejabat tinggi Arab Saudi sulit untuk kembali mempercayakan IPO perusahaan minyaknya kali ini.

Untuk dicatat, sebagian saham Uber yang dimiliki juga oleh pejabat tinggi Arab Saudi, di mana hingga kini harga saham Uber tercatat masih terus berada di bawah harga IPO nya.

Sementara di sisi lainnya, Saudi Aramco, hingga kini dikenal sebagai perusahaan dengan kinerja raihan profit terbesar di dunia. Laporan menyebutkan, raihan laba Saudi Aramco pada tahun lalu yang mencapai $111,1 miliar ((lebih dari Rp1.554 triliun) atau dua kali lipat lebih besar ketimbang  raihan laba yang diperoleh  Apple, sebuah perusahaan raksasa teknologi terkemuka  asal AS.

Proses IPO Saudi Aramco direncanakan mulai digelar tahun ini di bursa saham Arab Saudi, dan kemudian pada tahun depan kemungkinan akan digelar di bursa saham London atau New York.