Tercatat terdapat 215 kasus penyakit paru yang disebabkan oleh konsumsi rokok elektrik atau vape

Menghisap vape alias rokok elektrik kini menjadi tren. Pengguna berdalih, penggunaan vape dapat menghentikan kebiasaannya merokok konvensional.

Alih-alih vape lebih aman, vape ternyata memiliki dampak yang hampir sama dengan rokok konvensional.

Bahkan kini kasus kematian yang disebabkan penggunaan vape terus bertambah. Pasien diketahui memiliki gejala yang sama yakni sesak napas, batuk, nyeri dada, muntah, diare, kelelahan, demam, hingga turun berat badan usai menghisap vape.

Tercatat terdapat 215 kasus penyakit paru yang disebabkan oleh konsumsi rokok elektrik atau vape di 25 negara bagian Amerika Serikat, sebut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengimbau seluruh negara tentang bahaya rokok elektrik semenjak jatuhnya banyak kasus penyakit paru di Amerika Serikat. Dalam hal ini, Kepala Deputi Koordinasi Bidang Peningkatan Kesehatan, Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Agus Suprapto, pihak WHO juga telah memberikan peringatan kepada Indonesia soal bahaya vape khususnya bagi kesehatan paru-paru.

"Saya pribadi sudah koordinasi demgan WHO mengenai (bahaya) vape. Kita sedang koordinasi bersama SEARO untuk ini karena nanti yang mengaturnya adalah BPOM dan Kemenkes," kata Agus di Jakarta, Kamis (5/9).

Meski kasus dan penelitian soal bahaya vape masih diteliti pada masyarakat Amerika Serikat, Agus tidak menutup mata bahwa di Indonesia pun bisa terjadi kasus serupa. Walau belum ada penelitian lebih lanjut soal bahaya rokok elektrik di Indonesia, ia mengatakan studi dari luar pun bisa dijadikan evidence based sebagai bahan acuan pembentuk regulasi.

"Kalau ada kasus, semua negara akan dikasih tahu, nah kita musti waspada. Jadi komunikasi pengambilan kebijakan tidak hanya berasal dari informasi dalam negeri saja, informasi dari luar negeri juga penting," katanya mengakhiri percakapan.

Sebelumnya, Buzzfeed News melaporkan Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan AS telah menerima sekitar 80 sampel cairan vape atau produk yang terkait dengan kasus untuk dianalisis dan diperiksa apakah mengandung nikotin berlebih, THC (tetrahydrocannabinol) atau senyawa pada ganja, dan bahan kimia lainnya.

Tanggapan dokter

Dokter spesialis paru Feni Fitriani Taufik menyatakan, baik rokok elektrik maupun konvensional telah memberikan efek kesehatan yang sama, yakni iritasi hingga kanker pada paru-paru. Dua pengujian pun telah dilakukannya untuk membuktikan hal ini.

“Pengujian pertama dilakukan pada tikus dan yang kedua kepada manusia melalui air seninya. Saat kita tes, memang kandungan nikotin, karsinogen dan zat-zat berbahaya lainnya ada di dalam dua jenis rokok ini,” katanya di Jakarta pada 6 September 2019.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga hingga kini belum menyampaikan secara tegas mengenai penggunaan vape sebagai alternatif. Belum ada pula aturan pasti berapa banyak vape itu sebaiknya digunakan untuk terapi.

“WHO belum menyarankan hal ini. Kalau dia digunakan sebagai terapi juga seharusnya ada jangka waktunya dan tidak digunakan setiap saat. Jadi menurut saya, salah kalau rokok elektrik dijadikan alternatif untuk mengontrol penggunaan rokok konvensional,” katanya.

Sebaliknya, ia pun lebih menyarankan alternatif yang lebih ramah bagi tubuh. Contohnya dengan mengkonsumsi permen karet atau vitamin B dan C. Berhubungan dengan makan permen karet, Feni mengatakan bahwa ini bisa menekan asam pada lidah. Sehingga, ia terbukti baik untuk meredam keinginan merokok.

“Kalau tidak merokok, lidah ada kemauan untuk merasakan sesuatu yang asam. Ini bisa diganti dengan permen karet. Dia efektif dan bisa melatih kesehatan gigi juga,” katanya.

Sedangkan untuk vitamin B dan C, Feni menjelaskan jika keduanya memiliki sifat anti stres dan dapat memperbaiki suasana hati. Selain itu, mereka juga bisa melindungi paru-paru dari masalah kesehatan.

“Kalau tidak merokok kan bawaannya seperti stres ya. Ini bisa digantikan dengan minum vitamin B dan C. Dia juga tinggi antioksidan yang menyehatkan paru-paru,” katanya.