Kecelakaan yang kerap terjadi di sekitar lokasi tersebut disebut ada campur tangan makhluk gaib.

Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Cipularang KM 92. Sebanyak 21 kendaraan tabrakan beruntun. Sembilan orang tewas dan belasan orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan di KM 90-an di Tol Cipularang kerap terjadi dan memakan korban. Anda tentu masih ingat kejadian yang menimpa Saipul Jamil dan mendiang istrinya, Virginia Anggraeni beberapa tahun silam. Kala itu mobil yang dikendarai Saipul mengalami kecelakaan dan istrinya yang duduk di belakang pengemudi meninggal seketika. Kejadian itu bukanlah yang pertama kali. Sebelum dan sesudahnya banyak kecelakaan di sekitar KM 97.

Hal ini menimbulkan mitos di masyarakat, kecelakaan yang terjadi di sekitar lokasi tersebut ada campur tangan makhluk gaib. Konon, penunggu Gunung Hejo marah karena pembuat jalan tol ingkar janji dengan warga sekitar. Dulunya masyarakat dijanjikan pembuatan musala dan pembukaan akses jalan ke Gunung Hejo di sekitar jalan tol namun tidak dilakukan.

Selain itu, pengemudi yang melintas di sekitar tempat tersebut sering melihat penampakan makhluk gaib yang membuatnya kaget sehingga terjadi kecelakaan. Lokasi yang sering terjadi kecelakaan juga disebut sebagai tempat perlintasan makhluk halus dari kerajaan gaib. Hal inilah yang membuat masyarakat sekitar yakin bila kecelakaan yang sering terjadi merupakan ulah mahluk gaib.

Sebelum ada jalan tol, Gunung Hejo memang merupakan tempat yang dianggap angker. Di sana ada penunggu gaib petilasan yaitu Syekh Magelung Sakti yang berperawakan tinggi besar, berbaju putih, memakai sorban, dan berjenggot. Petilasan sendiri dianggap sebagai tempat keramat dan sering dikunjungi untuk melakukan ritual khusus atau ziarah karena dipercaya sebagai tempat persinggahan Raja Pajajaran Prabu Siliwangi.

Namun, hal tersebut ditepis Dirjen Perhubungan Darat (Kemenhub) Budi Setiyadi. Menurutnya, kemungkinan kecelakaan karena geometrik jalan yang tidak biasa. Geometrik jalan bisa diartikan sebagai bentuk atau ukuran jalan raya, baik yang menyangkut penampang melintang, memanjang, maupun aspek lain yang terkait dengan bentuk fisik jalan. Lalu apakah ada masalah dari desain jalan tol itu sendiri?

"Kalau saya lihat dari sisi geometrik jalan itu memang jalan kan agak tikungan dan kemudian turunan," kata dia di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Melihat geometrik Tol Cipularang, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta menurutnya kecenderungan kendaraan akan memacu kecepatan tinggi. Padahal jalanannya menikung. "Nah mungkin di situ lah pada saat dari Bandung menikung itu mungkin kecepatan cukup tinggi kemudian turunan gitu," tambahnya.

Namun Budi belum mengambil kesimpulan resmi penyebab kecelakaan tersebut. Pihaknya telah menerjunkan tim ke TKP untuk mengetahui penyebab pastinya.