Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan langsung pemindahan ibu kota ini di Istana Negara

Ibu Kota negara resmi akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Ada dua kabupaten yang akan ditempati ibu kota baru itu, yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan langsung pemindahan ibu kota ini di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). "Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian di Kutai Kertanegara," kata Presiden Jokowi.

Dikutip dari Bahan Materi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dua lokasi itu memiliki sembilan keunggulan untuk dipilih menjadi ibu kota baru.

Pertama, Kalimantan Timur memiliki dua bandara besar yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda.

Kedua, Kaltim juga memiliki akses jalan bebas hambatan atau tol yaitu rute Balikpapan-Samarinda. Ketiga, provinsi yang beribu kota Samarinda ini juga mempunyai Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Keempat ketersediaan infrastruktur jaringan energi dan air bersih juga jadi keunggulan Kaltim dibanding provinsi Kalimantan lainnya. Kelima, sebagian besar penduduknya berasal dari pendatang dibanding penduduk asli.

Keenam, lokasi Kaltim berada delineasi yang dilewati oleh ALKI II sekitar Selat Makassar. Ketujuh, Kaltim juga zona bebas bencana alam yaitu gempa bumi dan kebakaran hutan.

Kedelapan, Kaltim juga tak bertetangga langsung dengan batas negara. Dan terakhir kesembilan, Kaltim juga memiliki ketersediaan lahan dengan status area penggunaan lain (APL), hutan produksi dengan konsesi HTI dan hutan produksi yang bebas konsesi.