"Sepertinya semua partai politik yang mau gabung ke pemerintah saat ini pasti punya keinginan join di kabinet."

Arah niat tersembunyi Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Salah satunya menginginkan jatah kursi menteri.

Tudingan ini dilontarkan Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyikapi pernyataan Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mengatakan partainya sudah resmi mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Sepertinya semua partai politik yang mau gabung ke pemerintah saat ini pasti punya keinginan join di kabinet," kata Irma pada wartawan, Selasa (13/8).

Irma menilai wajar jika Demokrat ingin gabung koalisi Jokowi. Hal itu lantaran ia nilai karena Demokrat tidak pernah menjelekkan Jokowi dan menggunakan politik identitas.

"Makanya partai yang kemarin membumi hanguskan presiden degan SARA, Hoaks dan fitnah, sebaiknya belajar konsisten saja dulu pada konsituen, agar tetapi memiliki kehormatan di hadapan publik," ungkapnya.

Kendari demikian, NasDem mengapresiasi pilihan politik Demokrat. Namun, Irma menegaskan semua akan diserahkan pada Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

"Namun keputusan menerima dalam KIK atau tidak akan diputuskan oleh presiden dengan pertimbangan partai-partai koalisi tentu," ucapnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat tegaskan belum memiliki sikap resmi pasca Pemilu 2019. Meskipun, mayoritas kader menginginkan agar partai besutan SBY itu merapat mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Waketum Demokrat Syarief Hasan mengungkap kondisi internal tersebut. Dengan catatan, ada chemistry yang terbangun antara koalisi Jokowi-Ma'ruf dan Demokrat.

"Memang mayoritas memang ya sih ingin ya bergabung, dengan catatan ya kalau memang chemistry dan kebersamaan ya bisa dibangun," ucap Syarief saat dihubungi merdeka.com, Senin (12/8).