Semua kendaraan bermotor di DKI Jakarta mesti lolos uji emisi. Sebab, kalau tidak, pemilik akan sulit mengurus izin kendaraan bermotor.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan aplikasi e-Uji Emisi. Aplikasi itu bakal diintegrasikan dengan dengan sistem perparkiran dan sistem smart city. 

Kata Anies, data-data yang masuk menjadi pertimbangan pihaknya untuk memberikan insentif atau disinsentif bagi pemilik kendaraan bermotor.

"Ini akan disambungkan dengan sistem perpajakan akan disambungkan dengan perparkiran dan akan disambungkan dengan smart city kita, sehingga data hasil emisi itu akan menjadi agregat data yang bermanfaat," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (13/8).

Anies menuturkan, tahun 2020 mendatang, semua kendaraan bermotor di DKI Jakarta mesti lolos uji emisi. Sebab, kalau tidak, pemilik akan sulit mengurus izin kendaraan bermotor.

"Jadi kalau tidak lolos uji emisi maka dia akan kesulitan melakukan perpanjangan izin kendaraan bermotor, STNK, bayar pajak, dan juga nanti mengenai parkir," ucap Anies.

Dengan cara itu, Anies berharap bisa mempercepat peningkatan kualitas mutu udara di Jakarta. Sebagaimana diketahui, saat ini polusi udara di Jakarta sedang mendapat sorotan.

"Kita perbaiki kualitas emisi kendaraan bermotor. Perbaikinya tidak bisa sendiri. Pemerintah menyiapkan perangkat hukumnya, insentif disinsentifnya, dan harus kita kerjakan sama-sama," tuturnya.