Brigpol Anumerta Hedar diketahui telah melakukan penyelidikan terkait KKSB sejak 2016.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan kepolisian untuk menindak tegas dan tak segan menyerang balik pelaku penyanderaan dan penembakan Brigpol Anumerta Hedar. Anggota Polda Papua itu disandera kemudian dibunuh diduga oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8), kemarin. 

"Tentunya, kalau ada yang menyerang aparat polisi negara harus diselesaikan, harus diserang balik. Itu harus. Kalau diterima begitu saja itu salah," ujar JK--sapaan akrab Jusuf Kalla--di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (13/8). 

Pada kesempatan itu, JK menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Menurutnya, di daerah konflik memang kerap terjadi penyerangan terhadap aparat yang bertugas. 

"Kita merasa berduka cita. Memang di daerah konflik selalu ada korban. Tapi yang penting kita selesaikan masalahnya secara umum. Supaya Papua lebih aman," katanya. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan Hedar memiliki prestasi yang cukup baik dalam tugasnya mengungkap kasus berkaitan dengan KKSB. 

Hedar diketahui telah melakukan penyelidikan terkait KKSB sejak 2016. Sejumlah penangkapan pernah dilakukan pria yang merupakan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua tersebut. 

"Briptu Hedar memiliki catatan prestasi yang cukup panjang. Yang bersangkutan sangat aktif dalam satgas pengungkapan kasus yang melibatkan KKB," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).