Enzo akan menjalani pendidikan taruna selama empat tahun. Selama itu pula semua taruna akan kembali diawasi dan dinilai.

Nasib Enzo Zenz Allie sebagai calon taruna Akmil akhirnya terjawab. TNI Angkatan Darat dipertahankan, namun tidak ada jaminan Enzo lulus menjalani pendidikan taruna.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa mengatakan keputusan mempertahankan Enzo dilakukan setelah TNI melakukan tes untuk mengukur tingkat moderasi beragama Enzo. Hasilnya, hasil tes Enzo menunjukkan skor yang cukup bagus.

"Kami tidak akan mengklaim bahwa alat ukur yang kami miliki itu sudah valid. Maka kami juga mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang selama ini sudah dikembangkan digunakan cukup lama," kata Andika saat konferensi pers di Mabes TNI AD, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.

Menurut Andika, tes yang dilakukan ini sudah teruji akurasi dan validasinya. Ia meyakini hasil tes ini bisa dipertanggungjawabkan, karena sudah digunakan selama delapan tahun.

Dengan hasil ini, Enzo akan menjalani pendidikan taruna selama empat tahun. Selama itu pula semua taruna akan kembali diawasi dan dinilai. Andika tak menjamin semua taruna, termasuk Enzo, bisa lulus.

Selama beberapa tahun belakangan, kata Andika, selalu saja ada taruna yang tak lulus pendidikan ini. "Ada yang karena kesehatannya, ada yang mereka tidak bisa mengikuti standard, ada yang karena jasmaninya, dan juga ada yang karena mental ideologinya," kata Andika.

Sebelumnya, Enzo viral setelah diwawancarai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam bahasa Prancis. Enzo adalah warga negara Indonesia keturunan Prancis.

Tak lama berselang, beredar foto mirip Enzo kembali viral di jagad dunia maya terkait fotonya yang membawa bendera khilafah. Foto Enzo yang menggendong tas ransel serta bendera tersebut diduga mengindikasikan jika Enzo sebagai simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).