Grebeg Besar ini merupakan sebuah upaya untuk melestarikan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam

Hajad Dalem Grebeg Besar Keraton Yogyakarta diselenggarakan berbarengan dengan suasana perayaan Idul Adha 1440 H. Berangkat dari Keraton Yogyakarta, tiga gunungan dikirim ke Puro Pakualaman, Masjid Besar Yogyakarta dan Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Gunungan yang dikirim ke Kantor Gubernur DIY diterima langsung oleh Sekda DIY, Ir. Gatot Saptadi, Senin (12/08) di Halaman Bangsal Wiyoto Projo, Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Gunungan diarak dari Keraton Yogyakarta dengan dikawal oleh 2 ekor gajah yang telah dihias dengan cantik. Selain gajah, terdapat bregada prajurit turut serta mengawal gunungan tersebut.

Grebeg Besar ini merupakan sebuah upaya untuk melestarikan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Adapun gunungan yang diterima berisi berbagai macam hasil bumi seperti roti gandum, kacang panjang, cabai, bawang, dan lain-lain yang disusun menyerupai gunung membentuk kerucut. Grebeg Besar ini sekaligus menjadi bentuk ucapan syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui hasil tani yang melimpah.

Setelah menerima gunungan tersebut, Gatot menyampaikan rasa terima kasih dan harapan kepada Raja  Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Gatot berharap Sri Sultan, istri, dan anak-anak beserta seluruh abdi dalem Keraton Yogyakarta diberi kesehatan, keselamatan dan umur panjang.

Gatot mengawali prosesi perebutan gunungan tersebut dengan mengambil salah satu isi dari gunungan yang berisi hasil bumi masyarakat tani DIY. Setelah itu, masyarakat yang hadir secara serentak berdesakan untuk ikut berebut mengambil isi gunungan. Masyarakat sangat antusias mengikuti prosesi ini. Diyakini oleh masyarakat, barang siapa mampu mendapatkan isi dari gunungan tersebut, maka akan mendapatkan berkah.

Tidak hanya masyarakat lokal melainkan turis asing pun ikut antusias meramaikan acara Grebeg Besar 1440 H tersebut. Terlihat juga banyak anak-anak yang turut antusias meramaikan acara. Sebelum gunuungan datang, Komplek Kepatihan dimeriahkan oleh dua tarian tradisional dan music gamelan tradisional