Jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 171,17 juta jiwa

Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra menjadi Narasumber dalam Sarasehan Nasional mengenai Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Museum Nasional, Jakarta dan dibuka langsung oleh Menteri Kominfo, Rudiantara.

Sarasehan ini turut dihadiri oleh K/L, LSM, Akademisi, para Pakar dan Pengamat hukum. Peserta yang hadir di acara ini nampak sangat antusias mendengarkan paparan dan sarasehan dari pemateri. Tidak sedikit peserta yang mengajukan pertanyaan, sanggahan hingga saran untuk menindaklanjuti pencegahan konten asusila yang banyak beredar saat ini.

Ghafur dalam paparannya mengajak semua pihak untuk melakukan pencegahan dalam penanganan konten asusila dan pornografi. Selain itu, Ghafur juga mengajak untuk memupuk kesadaran akan bahaya pornografi bagi kesehatan.“Ancaman pornografi itu sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan di antaranya otak menyusut, fungsi memori menurun dan gampang lupa,” katanya lagi. 

Ghafur menegaskan sulitnya penanganan konten asusila di dunia maya yang salah satunya dikarenakan belum adanya batasan-batasan yang jelas mengenai pengertian penyimpangan asusila itu sendiri. Di sisi lain, konten asusila di ruang digital perlu segera ditangani karena hal tersebut dapat berimplikasi pada terjadinya tindak pidana lain.

Beberapa hal yang harus digarisbawahi dalam penanganan konten asusila di dunia digital yaitu mensosialisasikan peraturan, pencegahan melalui literasi digital dan juga pemberian hukuman yang setimpal kepada pelaku dan perlindungan terhadap korban.

Berdasarkan hasil riset yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Februari 2019, kini jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 171,17 juta jiwa. Angka tersebut adalah sekitar 64,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia sebanyak 264,16 juta jiwa.

Dari data ini, setidaknya 66-67 % dari mereka digital native (generasi digital) yaitu mereka yang lahir pada tahun 1980 dan sesudahnya. Sebagaimana dikutip dari laporan berjudul Measuring the Information Society yang dirilis International Telecommunication Union (ITU) PBB, dijelaskan bahwa keberadaan generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus dari pengambil kebijakan.