Pelemahan Yuan terlihat dijadikan momentum oleh investor untuk langsung mendiskon nilai tukar mata uang Inggris, Poundsterling.

Langkah yang diambil pemerintah China dengan melemahkan nilai tukar Yuan secara sangat cepay dan tajam ternyata juga berimbas pada salah satu mata uang kuat dunia yang disegani, Poundsterling. Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Poundsterling terhadap Dolar AS yang disimbolkan GBPUSD yang semakin merosot suram dalam hampir sepekan terakhir.

Investor yang secara umum masih ragu dalam menantikan serangkaian gebrakan yang akan diambli Perdana Menteri Boris Johnson (yang sering disapa BoJo) nampaknya telah tak ragu lagi untuk mendiskon Poundsterling lebih dulu akibat sentimen yang  muncul dari langkah pemerintah China dalam menanggapi  langkah keras Presiden AS Donald Trump.

Sikap panik investor akhirnya semakin menjadi dan sekaligus memperpanjang pola teknikal yang suram yang sesungguhnya telah berpeluang untuk menemukan kejenuhan tren jual pada GBPUSD. Grafik harian terkini berikut dengan jelas memperlihatkan pola teknikakl GBPUSD yang justru memperpanjang tren jual jangka menengah:

Sebagaimana dimuat dalam ulasan teknikal sebelumnya, sentimen dari BoJo yang sesungguhnya masih menimbulkan keraguan bagi investor untuk menantikan kepastian arah kebijakan PM BoJo. Namun sentimen pelemahan Yuan oleh China telah membuat investor melanjutkan koreksi pada Pundsterling. Grafik di atas memperlihatkan gerak turun GBPUSD yang berlanjut secara konsisten dan signidfikan dalam empat hari sesi perdagangan terakhir.

Akibat dari berlanjutnya  gerak melemah GBPUSD tersebut, tren jual jangka menengah yang telah mendekati pola kejenuhan, kini kembali solid dan sekaligus membuka peluang lebar untuk gerak melemah lanjutan bagi GBPUSD. Posisi terkini GBPUSD tercatat berada di kisaran 1,2035 pada sesi pagi di Asia, Senin (12/8), di mana gerak turun diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa hari sesi perdagangan ke depan.

GBPUSD nampaknya masih akan tenggelam, dan kejutan dari China yang kini justru menjadi faktor utama yang melatarinya, setelah sentimen BoJo masih berada dalam keraguan.