Secara keseluruhan sikap investor masih cenderung bernada pesimis dalam mengawali sesi perdagangan pekan ini, Senin (12/8).

Mengawali sesi perdagagan saham awal pekan pagi ini, Senin (12/8), gerak indeks di bursa saham utama Asia terlihat menatap kesuraman. Serangkaian perkembangan terkini yang hadir  diyakini masih tak jauh beranjak, di mana sikap kukuh China dalam menghadapi strategi keras Trump di medan perang dagang menjadi perhatian besar.

Sementara pada sisi lainnya, sesi penutupan perdagangan akhir pekan lalu di bursa Wall Street juga telah menyiratkan kekhawatiran investor.  Serangkaian langkah terkini yang diambil China dalam menghadapi langkah keras Trump dikhawatirkan akan membuat situasi sulit bagi Presiden AS, terutama  dalam menghadapi prospek pemilihan umum tahun depan di AS.  Trump dikhawatirkan gagal mempertahankan kekuasaannya di Gedung Putih bila China melakukan aserangkaian pukulan yang sangat telak.

Pukulan tersebut mencakup runtuhnya nilai tukar Yuan, Pengguyuran minyak Iran dalam jumlah besar yang kini berada dalam penguasaan China, serta penghentian [pembelian produk pertanian oleh China dalam jumlah besar.   Sikap investor secara keseluruhan akhirnya masih terjebak dalam pesimisme dalam mengawali sesi perdagangan awal pekan ini.

Hingga ulasan ini disunting, indeks ASX 200 (Australia) menurun 0,26% untuk menjangkau kisaran 6.567,6, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang terkoreksi tipis 0,21% untuk berada di posisi 1.935,2.

Dengan bekal sentimen yang tidak memberikan arah jelas kali ini, sesi perdagangan saham di bursa saham Indonesia yang akan dibuka beberapa menit ke depan diyakini masih akan mengalami takdir serupa. Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini akan cenderung terjebak di rentang terbatas.