Samsung dan Huawei berhasil menjual masing-masing 75,1 juta dan 58,7 juta unit ponsel

Penjualan ponsel merek Apple terus merosot. Bahkan kini perusahaan asal Amerika Serikat itu tak lagi masuk daftar tiga besar sebagai ponsel terlaris di dunia.

Hal tersebut terlihat dari riset yang dilakukan perusahaan analis pasar, IHS Markit. Dalam laporannya, IHS mengumumkan hasil risetnya soal penjualan smartphone oleh berbagai vendor global selama kuartal kedua 2019.

Berdasarkan riset IHS Markit, Apple hanya mampu menjual 35,3 juta unit iPhone selama April hingga Juni 2019. Apple pun hanya mengguasai pangsa pasar ponsel sebesar 11 persen.

Angka penjualan itu dilampaui Oppo yang sukses menjual 36,2 juta dan punya persentase pangsa pasar yang sama dengan Apple. Namun, naiknya penjualan ini membuat Oppo menggeser posisi Apple di peringkat tiga besar dunia.

Adapun Samsung dan Huawei berhasil menjual masing-masing 75,1 juta dan 58,7 juta unit ponsel, menjadikan pangsa pasar mereka 23 persen dan 18 persen dari keseluruhan pasar. Kedua brand ini masing-masing duduk di peringkat pertama dan kedua.

Sementara posisi kelima ada Xiaomi yang berhasil menjual 31,9 juta unit ponsel di seluruh dunia selama kuartal kedua 2019. Penjualan tersebut membawa mereka menguasai pangsa pasar sebesar 10 persen.

Berikut daftar lengkap 10 merek smartphone terlaris selama kuartal kedua kedua 2019 versi IHS Markit:

Penjualan iPhone menurun karena harga super premium

Penjualan iPhone ini menurun dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal kedua 2018, mereka masing sanggup menjual 41 ,3 juta unit smartphone.

Lantas, apa yang menyebabkan iPhone mengalami penurunan jumlah penjualan?

Peneliti dan analis smartphone senior di IHS Markit, Jusy Hong menyebutkan, pengguna iPhone lebih senang menggunakan perangkat lama mereka ketimbang membeli iPhone model baru yang harganya lebih mahal.

Pemicunya adalah keengganan Apple membuat iPhone dengan harga terjangkau yang dapat ditargetkan untuk pengguna ponsel di pasar negara berkembang. Konsekuensinya, Apple kehilangan pangsa pasar mereka dan membiarkan para pesaingnya mendapatkan keuntungan.

"Apple terus menjadi lebih agresif dengan kegiatan promosinya, tapi masih menghadapi dua tantangan utama: penetapan harga super premium untuk model terbarunya dan elastisitas harga yang tak mencukup untuk model sebelumnya untuk mendorong penjualan perangat berusia dua hingga tiga tahun," tulis Hong dalam laporannya.

Tak heran posisi Apple disalip Oppo yang mengalami penjualan kuartal terbaik. Vendor asal China itu, kata Hong, telah menjadi mitra utama bagi operator seluler di Eropa selama peluncuran jaringan mobile 5G.

Dengan pangsa pasar yang belum begitu besar di Eropa, Oppo disebut IHS Markit mampu menunjukkan kapasitas dan kemampuannya kepada operator Eropa dan ini bukti bahwa perusahaan sedang bersiap diri untuk tumbuh lebih besar di tahun 2019 ini.