Pembangkit ini memiliki kapasitas sekitar 3.400 Megawatt (MW).

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Banten atau yang biasa disebut PLTU Suralaya 'berulah' pada Minggu (4/8/2019). Akibatnya, sebagian warga Jawa hingga Bali mengalami padam listrik.

Sebenarnya, seberapa penting PLTU Suralaya ini untuk memasok listrik di Jawa-Bali?

PLTU Suralaya terletak di Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, Indonesia. Letaknya 7 km ke arah utara dari Pelabuhan Penyeberangan Merak.

Luas lahan yang digunakan untuk membangun PLTU Suralaya dengan fasilitas penunjang lain adalah 240,65 hektare. Lahan yang dipergunakan untuk PLTU Suralaya merupakan lembah yang dikelilingi oleh bukit/hutan lindung.

Pembangkit ini memiliki kapasitas sekitar 3.400 Megawatt (MW). PLTU tersebut pun diketahui menyuplai sekitar 18 persen dari total sistem kelistrikan Jawa-Bali yang sekitar 26 ribu MW.

Dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.400 MW menjadikan UP Suralaya sebagai unit terbesar di Indonesia yang dimiliki PT Indonesia Power.

PLTU Suralaya terdiri dari 7 unit mesin pembangkitan dengan daya yang berbeda. Empat unit diantara memiliki daya masing-masing 400 MW dan tiga unit sisanya mampu menghasilkan 600 MW tiap mesinnya. Pembangkit ini, menelan konsumsi batu bara mencapai 35.000 ton per hari.