Sentimen pasok yang kian ketat yang berkombinasi dengan positifnya rilis data perekonomian terkini membuat harga minyak kembali meroket.

Laporan terkini dari harga minyak dunia menyebutkan, gerak naik yang kembali terjadi akibat laporan penurunan signifikan dari ekspor minyak oleh salah satu produsen minyak besar dunia, Arab Saudi. Arab Saudi yang sejauh ini dinilai sebagai pemimpin de facto organisasi kartel minyak dunia, OPEC dilaporkan mengalami penurunan ekspor minyaknya di bulan fenbruasi sebesar 277.000 barel per hari.

Penurunan ini membuat ekspor minyak Arab kini telah berada di bawah 7 juta barel per hari. Jumlah ekspor Minyak Arab Saudi yang telah banyak terpangkas ini membuat sentimen di pasar kembali bergejoklak setelah sempat berupaya kembali ke bawah kisaran $64-an per barel di sesi perdagangan hari sebelumnya.  Sentimen ini masih bertambah lagi dengan laporan terkini dari persediaan minyak AS yang menurun untuk pertama kalinya di pekan lalu dalam empat pekan terakhir.

Untuk dicatat, sejumlah sentimen pasok yang semakin kompleks kali ini diawali dengan langkah drastis yang diinisiasi oleh OPEC dengan menggalang kerjasama  dengan negara produsen minyak terbesar dunia di luar OPEC, Rusia dengan melakukan pemangkasan produksi dalam jumlah cukup besar.  Sejumlah negara produsen minyak terbesar dunia sebelumnya sempat khawatir dengan runtuhnya harga minyak dunia sebagai imbas dari perlambatan ekonomi global.

Namun penggalangan kerjasama pemangkasan psok minyak dunia tersebut kini telah berhasil dengan  meroketkan harga minyak  dunia untuk kini berada di kisaran $64-an per barel (untuk jenis WTI). Kebijakan politik Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi terhadap dua negara produsen besar minyak dunia lainnya, Iran dan Venezuela, juga semakin menambah langkanya pasok minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara dalam sejumlah ulasan teknikal sebelumnya telah ditekankan, bahwa pola gerak harga minyak dunia yang masih berada dalam tren penguatan jangka menengah hingga kini. Tren penguatan yang berlaku tersebut terlihat masih cukup solid hingga sangat memungkinkan harga minyak untuk melanjutkan kenaikan di beberapa hari sesi perdagangan ke depan.  Sikap optimisme yang kembali muncul dari rilis data perekonomian terkini, semakin menambah saya bagi harga minyak untuk terus meroket.