Sentimen yang beralih dengan cepat di bursa saham Asia akhirnya membuat kenaikan IHSG lunglai di sesi hari Kamis (18/4) ini.

Sesi perdagangana saham hari keempat pekan ini, Kamis (1/4) di bursa efek Indonesia akhirnya secara mengejutkan langsung mengikis tingkat kenaikan fantastis yang sempat dibukukan di awal sesi perdagangan pagi tadi. Indeks harga saham gabungan terlihat tidak lagi mampu untuk bertahan dengan kenaikan tajam, setelah sesi perdagangan saham di Asia menunjukkan tekanan jual yang semakin menderas hingga sesi perdagangan berakhir.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, gerak IHSG yang sempat melompat hingga kisaran 2% di sesi perdagangan pagi tadi dengan bekal sentimen hasil pemilihan umum yang digelar kemarin.  Namun   mulai beralihnya sentimen pasar di Asia ke tekanan jual, secara cukup cepat, gerak naik IHSG terpangkas. Gerak penurunan kenaikan IHSG tersebut terlihat konsisten hingga sesi perdagangan ditutup. Sementara sentimen terkini  yang beredar di pasar Asia masih belum banyak berubah.  Sentimen tambahan datang dari Eropa, di mana investor di bursa saham Eropa yang masih mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Gerak indeks di bursa saham Eropa akhirnya terperosok di zona merah.

Kaporan ini semakin mengukuhkan tekanan jual di Asia dan IHSG oada khususnya. Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks Nikkei (Jepang) tercatat merosot tajam 0,84% untuk menutup di 22.090,12, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,54% untuk terhenti di kisaran 29.963,26, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang runtuh dengan tajam 1,43% untuk menutup sesi di 2.213,77. Sedangkan indeks  ASX 200 (Australia) tercatat menjadi satu-satunya indeks yang mampu bertahan di zona positif dengan menguat sangat tipis 0,05% untuk berakhir di 6.259,8.

Koreksi signifikan yang mendera indeks di bursa saham Asia akhirnya dengan cepat langsung melibaas sentimen hasil pemilihan umum di bursa efek Indonesia. Hingga sesi perdagangan berakhir, IHSG terpantau menguat moderat 0,39% untuk berakhir di posisi 6.507,22.  Laporan dari jalannya sesi perdagangan saham di Jakarta juga menyebutkan sejumlah saham yang mengalami gerak tajam, seperti saham Saratjoga milik Sandiaga Uno yang sempat merosot tragis hingga menyentuh kisaran Rp3.400 per lembarnya. Sementara saham unggulan BBRI terpantau sempat membukukan lonjakan fantastis dengan mencetak harga tertingginya sepanjang sejarah di kisaran Rp4.730 per lembarnya.

Gerak IHSG yang langsung mengikis habis kenaikan akibat sentimen pemilihan umum terlihat berseiring dengan laporan dri pasar valuta, di mana gerak nilai tukar Rupiah mengalami  pola yang sama. Rupiah hingga sesi perdagangan sesi sore ini tercatat diperdagangkan di kisaran Rp14.035 per Dolar AS setelah sempat menyentuh kisaran Rp13.985 di sesi hari sebelumnya.