Gerak indeks di bursa saham utama Asia yang seragam di zona merah membatasi ruang gerak naik IHSG.

Sesi perdagangan saham pagi di hari keempat pekan ini, Kamis (18/4) akhirnya ditutup dengan gerak naik tajam indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Jakarta. Sebagaimaa diwartakan sebelumnya, gerak IHSG sempat melonjak fantastis hingga 2,0% dalam mengawali sesi pagi tadi namun kemudian mengikis kenaikan fantastis itu hingga sesi perdagangan pagi berakhir. Sentimen dari gerak indeks di bursa saham Asia yang semakin menurun terlihat mampu membatasi IHSG untuk melonjak lebih tinggi.

Sementara sentimen domestik dari usainya pergelaran pemilihan umum akhirnya terbebani  oleh sentimen terperosoknya indkes bursa Asia, gerak naik IHSG terlihat masih  mampu bertahan di kisaran kenaikan tajam. Laporan dari perdagangan saham di Asia menyebutkan, serangkaian sentimen positif yang hadir tidak mampu untuk mengarahkan sikap optimis investor. Rilis data ketenaga kerjaan terkini dari Australia yang jauh melampaui ekspektasi juga tidak berpengaruh.

Hingga berakhirnya sesi perdagangan pagi di Jakarta, indeks Nikkei (Jepang) masih merosot 0,64% untuk berada di kisaran 22.134,42, indeks Hang Seng (Hong Kong) menurun 0,6% untuk berada di kiaran 29.942,83, indeks ASX 200 (Australia) terkikis 0,04% untuk berada di posisi 6.253,8 serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang tersungkur 1,2% untuk berada di posisi 2.218,92.  Gerak turun indeks di bursa sham Asia terlihat mengikuti gerak indeks Wall Street, di mana pada sesi perdagangan sebelumnya membukukan penurunan moderat. 

Kepungan kemerosotan indeks di bursa global akhirnya membatasi ruang IHSG untuk melaju tinggi di sesi usai pergelaran pemilihan umum kali ini. Hingga berakhirnya sesi perdagangan pagi, IHSG membukukan penguatan 0,6% untuk terhenti di 6.521,09. Gerak naik IHSG yang mulai reda juga terlihat berseiring dengan laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar mata uang RUpiah yang sebelumnya sempat menginjak kisaran Rp13.000-an kini telah kembali ke kisaran Rp14.000-an. Terkini, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp14.035 per Dolar AS atau hanya menguat 0,18%, sementara titik terkuat Rupiah terpantau berada di kisaran Rp13.990 per Dolar AS. Sementara pada sesi perdagangan kemarin, Rupiah tercatat  empat membukukan titik terkuatnya di Rp13.972 per Dolar AS.

Sedangkan pantauan menyeluruh pada pasar valuta Asia menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang melemah dalam rentang terbatas. Pelemahan nilai tukar mata uang Asia terlihat berseiring dengan gerak indeks yang jatuh dalam zona kemerosotan. Mata uang Asia hanya menyisakan Rupiah yang mampu bertahan di zona penguatan sebagai dampak dari sentimen domestik penyelenggaraan pemilihan umum.