Harga Tiket Pesawat Makin Mencekik Jelang Mudik

"Rakyat mau mudik dari kalimantan ke jawa dan sebaliknya di suruh bayar 20jt sekali terbang, innalilahi."

Nikolaus Siswa | Kamis, 30 Mei 2019 - 12:03 WIB

Harga tiket pesawat makin melonjak tajam. Sejak Januari 2019 hingga kini, harga tiket pesawat masih belum turun signifikan.  

Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan dua kebijakan. Yakni menaikkan tarif batas bawah dan menurunkan tarif batas atas tarif pesawat. Tapi, kebijakan itu belum terasa.

Apalagi di masa mudik lebaran ini. Permintaan yang tinggi, membuat harga tiket pun melambung tinggi. Maskapai seolah-olah memaksimalkan harga tiket dengan tarif batas atas. Asalkan tidak melanggar.

"Rakyat mau mudik dari kalimantan ke jawa dan sebaliknya di suruh bayar 20jt sekali terbang, innalilahi," cuit @akbartaufiq dalam akun Twitter pribadinya sambil mengunggah foto daftar harga tiket di agen online.

 


 

Berdasarkan survei yang dilakukan BUMN Research Group (BRG), di bawah Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), kesediaan masyarakat untuk membeli tiket pesawat berada pada kisaran Rp1-1,5 juta. Sedangkan harga tiket yang berlaku rata-rata di rentang Rp1-2,8 juta.

Survei tersebut mengambil sampel pada sembilan rute penerbangan tersibuk di Indonesia dalam empat bulan terakhir. Adapun total jumlah responden sebanyak 630 orang.

"Dari hasil kajian diketahui bahwa secara umum Affordability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) penumpang angkutan udara di Indonesia relatif serupa, berada di kisaran Rp 1 - 1,5 juta. Artinya kemampuan daya beli penumpang dengan perceivedbenefit cukup sejalan,” ujar Peneliti BRG LM FEB UI, Arza Prameswara dalam risetnya.

Adanya gap antara kemampuan dan keinginan masyarakat dengan rentang harga tiket pesawat yang disediakan, mendorong fenomena beralihnya konsumen menggunakan maskapai asing dengan transit di luar negeri seperti Kuala Lumpur untuk menuju ke rute tujuan di dalam negeri.

“Kondisi tersebut sesuai dengan 21 persen responden yang menyatakan kesediaan untuk memilih penerbangan transit internasional,” jelasnya.

Peneliti BRG LM FEB UI Yasmine Nasution menjelaskan, hal tersebut menjadi tantangan bagi target pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Apalagi harga tiket destinasi luar negeri dinilai tak berbeda jauh dengan domestik.

“Dari hasil kajian tim, diketahui bahwa rasio price per km untuk rute Jakarta-Denpasar bersaing ketat dengan Jakarta-Bangkok dan Jakarta-Kuala Lumpur,” terangnya.

Adapun rata-rata harga tiket pesawat Jakarta-Denpasar sebesar Rp1,03 juta. Sementara Jakarta-Bangkok hanya Rp 906.806 dan Jakarta-Kuala Lumpur seharga Rp1,18 juta.

Sementara itu, Managing Director LM FEB UI, Toto Pranoto menjelaskan, mahalnya tiket pesawat rute domestik perlu diantisipasi dengan cepat. Sebab, hal ini bisa menjadi celah bagi maskapai asing untuk melakukan penetrasi di pasar Indonesia.

Isu beralihnya penumpang ke maskapai asing terlihat pada rute Jakarta-Medan melalui transit Kuala Lumpur.

“Dari hasil survei, kesediaan penumpang untuk transit jika terbang dengan maskapai asing (rute Jakarta-Medan) cukup lama, antara 3-5 jam,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran bizlaw.id, Rabu (29/5/2019), di agen tiket online Tiket.com, harga tiket pesawat sudah mulai habis. Apalagi untuk jurusan ke kota-kota besar seperti Medan dan Surabaya.

Untuk penerbangan tanggal 31 Mei 2019, rute Jakarta-Medan yang paling murah adalah Rp3.747.000 untuk kelas ekonomi dengan maskapai Lion Air dan harus transit di Kuala Lumpur untuk ganti maskapai Batik Air.

Untuk penerbangan dengan kelas ekonomi tinggal tersisa itu saja. Pilihan lainnya adalah kelas bisnis. Ini pun harganya lebih mahal lagi yaitu Rp9.943.500 untuk maskapai Garuda Indonesia.

Nah, jika pemudik berasal dari Bandung mau pulang kampung ke Medan, harga tiketnya lebih mencekik lagi. Sebab, sudah tidak tersisa lagi tiket untuk kelas ekonomi. Yang ada untuk kelas bisnis, itu pun yang tersisa adalah maskapai Garuda Indonesia.

Untuk penerbangan 31 Mei, harga termurah untuk kelas bisnis Garuda Indonesia dibanderol Rp13.400.700 dan termahal Rp21.920.800. Itu pun harus transit dua kali dengan total waktu tempuh 11 jam hingga 15 jam 55 menit.

Pemudik lainnya juga mengeluhkan harga tiket yang masih tinggi. "Sudah dari dulu, sebelum Lebaran, saya kelimpungungan mencari tiket pesawat. Kini harganya makin mencekik," kata Eko yang gerah akan tingginya harga tiket pesawat.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan pihaknya tidak menjual tiket yang melebihi batas atas/ maksimum atau menjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas layanan kelas ekonomi domestik. Besaran tarif tiket (harga jual) yang dijalankan telah sesuai aturan regulator.

"Dalam menentukan tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi domestik, Lion Air sudah menghitung dan memberlakukan secara bijak sesuai kelompok layanan maskapai," ujarnya.

Garuda Indonesia menegaskan, tarif tiket yang mahal dalam satu kali perjalanan dimungkinkan karena adanya banyaknya rute transit sebelum menuju kota tujuan. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan harga tiket penerbangan Jakarta-Medan yang dijual Garuda sebesar Rp 2,1 juta sesuai tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah.

Sementara yang dikeluhkan sebelumnya yaitu rute Bandung-Medan seharga Rp 21 juta ternyata bukan penerbangan langsung tapi melibatkan banyak kota sebagai transit. “Kota sebagai transit ini yaitu Bandung-Denpasar-Jakarta-Kualanamu dan memutar jauh sehingga harganya menjadi mahal. Bukan penerbangan langsung,”  ujar Ikhsan.

Untuk itu, Ikhsan mengimbau masyarakat lebih cermat bila bertransaksi dengan online travel. Selain itu, kata Ikhsan, masyarakat juga perlu melihat detail rute dan transit yang ditawarkan oleh sistem pencari.

“Karena sistem akan mencari rute kursi yang tersedia walaupun terlalu banyak transit,  memutar jauh dan melibatkan banyak maskapai penerbangan sehingga harga yang muncul terlalu mahal,” ujar Ikhsan.

Pihak pengadilan Australia dilaporkan mendenda seluruh maskapai penerbangan yang terlibat  aksi kartel hingga senilai Rp1,87 Triliun.
Terlibat Kartel, Garuda Indonesia Didenda Rp190 Miliar di Australia

Pihak pengadilan Australia dilaporkan mendenda seluruh maskapai penerbangan yang terlibat aksi kartel hingga senilai Rp1,87 Triliun.

Kalyana Sastra/ investing.com/cna | Kamis, 30 Mei 2019 - 10:34 WIB

Ramai perbincangan soal lonjakan harga tiket pesawat akhir-akhir ini, terlebih menjelang masa lebaran, nampaknya akan semakin meluas. Sebuah kabar terkini datang dari Australia, di mana otoritas pengawas persaingan usaha negeri Kanguru itu dilaporkan telah mengenakan denda pada perusahaan nmaskapai penerbangan terkemuka asal Indonesia, PT Garuda Indonesia Airways.

Laporan lebih jauh menyebutkan, Pengadilan Federal Australia yang telah memerintahkan agar Garuda Indonesia membayar  denda sebesar A$ 19 juta ($ 13,2 juta atau setara dengan Rp190 milyar). Pihak pengadilan telah memutuskan bahwa Garuda telah terlibat dalam aksi kartel dengan mematok harga tiket bersama sejumlah perusahaan maskapai penerbangan lainnya.

Proses pengadilan menemukan bahwa antara tahun 2003 dan 2006, pihak Garuda setuju untuk melakukan kesepakatan yang menetapkan harga atas biaya keamanan dan biaya bahan bakar, serta biaya bea cukai dari Indonesia.  Laporan lebih lanjut menyatakan, pihak pengadilan Australia yang juga menghukum empat belas maskapai lainnya dalam kasus yang sama, seperti:   Air New Zealand, Qantas, Singapore Airlines, dan Cathay Pacific. Total denda yang dikenakan pada seluruh  maskapai yang terlibat mencapai $ 130 juta (sekitar  Rp1,87 triliun).

"Penetapan harga adalah masalah serius karena hal itu secara tidak adil mengurangi persaingan di pasar untuk bisnis dan konsumen Australia, dan kartel internasional ini adalah salah satu contoh terburuk yang telah kita lihat,"  demikian pernyataan tegas Ketua ACCC (komisi perngawas persaingan usaha Australia),  Rod Sims.

Pengadilan Federal pada hari ini, Kamis (30/5)  telah menyimpulkan PT Garuda Indonesia Ltd  sebagai  berkolusi  dalam penetapan biaya dan biaya tambahan untuk layanan angkutan udara.

Menanggapi keputusan pengadilan, pimpinan ACCCmenyambut gembira dengan menyatakan: "Kami senang akhirnya memiliki penyelesaian masalah ini, yang menegaskan pandangan kami bahwa itu adalah masalah penting bagi kami untuk mengajukan banding....Kami berkomitmen untuk mengejar perilaku kartel dari operator domestik dan luar negeri, dan berpikir total denda yang diperintahkan terhadap semua maskapai yang terlibat mengirimkan pesan pencegah yang kuat, terutama ketika menyangkut perilaku anti-persaingan internasional."

Terlibatnya Garuda dalam praktek kartel di Australia kali ini nampaknya bukan yang pertama, dalam sebuah berita yang dimuat di situs imq21.com edisi 19 Juni 2017  menunjukkan  Garuda  yang dinilai berkonspirasi dengan beberapa maskapai pengiriman kargo untuk menetapkan tarif  sejak 2001 sampai 2006. 

Selain harganya tinggi, satu rute penerbangan dengan harga mahal itu pun bisa melakukan transit sampai tiga kali
Harga Tiket Pesawat Bandung-Medan Rp21 Juta, Kemenhub: Hati-hati Beli di Agen Online

Selain harganya tinggi, satu rute penerbangan dengan harga mahal itu pun bisa melakukan transit sampai tiga kali

Nikolaus Siswa | Kamis, 30 Mei 2019 - 08:33 WIB

Harga tiket pesawat jurusan Bandung-Medan yang dijual melalui agen tiket online  membuat heboh. Harga tiket untuk maskapai Garuda Indonesia mencapai Rp21.920.800.

Kementerian Perhubungan pun langsung menyikapi tingginya harga tiket saat arus mudik Lebaran 2019 ini.

Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono pun mengingatkan agar masyarakat yang ingin mudik dengan menggunakan moda transportasi udara untuk berhati-hati saat membeli tiket pesawat. Utamanya membeli tiket melalui agen-agen travel.

"Kemarin dari pengawasan tak ada rute yang lebih TBA. Pas dicek ternyata dia multi rute. Misalnya mau beli Jakarta-Surabaya ternyata dia belinya tiket Jakarta-Makassar-Bali-Surabaya," kata Isnin di Kementerian Perhubungan.

"Makanya hati-hati dalam membeli tiket, termasuk di online. Cek betul, kalau normalnya sih enggak mungkin itu," ucapnya.

Isnin menjelaskan, kehati-hatian dalam membeli tiket pesawat itu memang harus dilakukan masyarakat. Sebab menurutnya, selain harganya tinggi, satu rute penerbangan dengan harga mahal itu pun bisa melakukan transit sampai tiga kali dalam satu rute perjalanan.

"Kalau sampai transit tiga kali itu kan namanya bukan pergi, tapi mutar-mutar piknik itu, hati-hati. Artinya, carilah dengan di cek betul, kalau memang itu enggak layak ya jangan dibeli," jelasnya.

Diketahui, untuk penerbangan 31 Mei, harga termurah untuk kelas bisnis Garuda Indonesia dibanderol Rp13.400.700 dan termahal Rp21.920.800. Itu pun harus transit dua kali dengan total waktu tempuh 11 jam hingga 15 jam 55 menit.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, yang membuat harga tiket melambung karena transit di beberapa kota. Dia juga menegaskan, Garuda Indonesia tidak memiliki penerbangan dari Bandung ke Medan.

"Harus dicek, kalau di Traveloka dia mencari seat yang kosong sistemnya, semuanya diaduk-aduk. Jadi Garuda, Lion Air, Wings Air atau apa diaduk-aduk sama dia sistem bekerjanya begitu. Tapi kalau dilihat detail itu transitnya ada berapa," kata Ikhsan dalam keterangan yang diterima bizlaw.id.

Memang, saat dilihat di detil tiket tersebut, penerbangan mengalami dua kali transit. Yakni di Bali dan Jakarta. Transit tersebut tetap menggunakan maskapai yang sama, yaitu Garuda Indonesia.

Mahalnya tiket ini juga sebelumnya dikeluhkan oleh pengguna Batik Air. Harga tiket penerbangan Lion Air dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta, tujuan Pekanbaru mencapai Rp6.611.300 untuk perjalanan di hari Minggu, 2 Juni 2019.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengakui tiket seharga Rp6,6 juta itu. "Lion Air menyatakan harga jual tiket tersebut memiliki komposisi dua sektor," jelas Danang, dalam keterangan tertulis yang diterima bizlaw.id, Rabu (29/5/2019).

Dua komponen itu yakni:
1. Batik Air kelas bisnis – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara (KNO) Rp5.656.000
2. Lion Air kelas ekonomi – Bandar Udara Internasional Kualanamu ke Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (PKU) Rp955.300.

Di  detil tiket tersebut, penerbangan mengalami dua kali transit. Yakni di Bali dan Jakarta.
Harga Tiket Pesawat Sentuh Rp21 Juta, Garuda Indonesia Buka Suara

Di detil tiket tersebut, penerbangan mengalami dua kali transit. Yakni di Bali dan Jakarta.

Nikolaus Siswa | Rabu, 29 Mei 2019 - 19:00 WIB

Harga tiket pesawat jurusan Bandung-Medan membuat heboh. Di laman agen tiket online seperti Traveloka dan Tiket.com, harga tiket mencapai Rp21.920.800. Tiket ini dijual Garuda Indonesia.

Mengenai mahalnya harga tiket ini, Garuda Indonesia buka suara. Maskapai pelat merah itu menjelaskan, Garuda Indonesia tidak punya rute penerbangan langsung Bandung-Medan. Menurut VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, yang membuat harga tiket melambung karena transit di beberapa kota.

"Harus dicek, kalau di Traveloka dia mencari seat yang kosong sistemnya, semuanya diaduk-aduk. Jadi Garuda, Lion Air, Wings Air atau apa diaduk-aduk sama dia sistem bekerjanya begitu. Tapi kalau dilihat detail itu transitnya ada berapa," kata Ikhsan dalam keterangan yang diterima bizlaw.id, Rabu (29/5/2019).

Memang, saat dilihat di detil tiket tersebut, penerbangan mengalami dua kali transit. Yakni di Bali dan Jakarta. Transit tersebut tetap menggunakan maskapai yang sama, yaitu Garuda Indonesia.

Menurutnya tidak mungkin orang yang tinggal di Bandung ingin ke Medan mau transit dulu ke Denpasar, lalu ke Jakarta baru ke Medan. Mereka biasanya memilih menempuh jalur darat ke Bandara Soekarno-Hatta lalu naik pesawat ke Medan.

"Penerbangannya bukan penerbangan langsung tapi melibatkan banyak kota sebagai transit yaitu Bandung - Denpasar -  jakarta - Kualanamu dan memutar jauh sehingga harganya menjadi mahal. Bukan penerbangan langsung," ujarnya.

Ikhsan pun mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli tiket di online travel dan perlu melihat detail rute dan transit yang ditawarkan oleh sistem pencari. Sebab, sistem akan mencari rute seat yang available walaupun terlalu banyak transit.

"Memutar jauh dan melibatkan banyak maskapai penerbangan sehingga harga yang muncul terlalu mahal," ujarnya.

"Seluruh rute penerbangan Garuda Indonesia mengimplementasikan harga tiket yang mengacu kepada tarif batas atas yang ditentukan oleh Pemerintah," imbuhnya.

Mengenai harga tiket yang mencpaai Rp9.943.500, menurut Ikhsan harga tersebut wajar. Sebab, harga tiket kelas bisnis memang tidak diatur oleh pemerintah. Yang diatur pemerintah adalah kelas ekonomi.

"Kelas bisnis itu kan Rp 9 jutaan lebih ya memang, kelas bisnis memang tinggi. Yang diatur kan kelas ekonomi ya, memang kelas bisnis itu kan dia sangat fleksibel harganya," ujarnya. 

Lion Air tidak menjual tiket yang melebihi batas atas/ maksimum atau menjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas
Harga Tiket Batik Air Untuk Mudik Jakarta-Pekanbaru Dijual Rp6,6 Juta, Ini Penjelasan Lion Air

Lion Air tidak menjual tiket yang melebihi batas atas/ maksimum atau menjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas

Nikolaus Siswa | Rabu, 29 Mei 2019 - 13:15 WIB

Jelang Idulfitri 1440 H, warga sudah mulai mempersiapkan untuk mudik ke kampung halaman. Meski harga tiket masih mencekik, masih ada warga yang memilih moda transportasi pesawat terbang untuk mudik.

Namun, baru-baru ini mucul kehebohan di media sosial terkait harga tiket penerbangan Lion Air dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta, tujuan Pekanbaru. Harganya mencapai Rp 6.611.300 untuk satu kali jalan (one way) periode perjalanan di hari Minggu, 2 Juni 2019.

Lion Air pun langsung angkat bicara. Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengakui tiket seharga Rp6,6 juta itu.

"Lion Air menyatakan harga jual tiket tersebut memiliki komposisi dua sektor," jelas Danang, dalam keterangan tertulis yang diterima bizlaw.id, Rabu (29/5/2019).

Dua komponen itu yakni:
1. Batik Air kelas bisnis – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara (KNO) Rp5.656.000
2. Lion Air kelas ekonomi – Bandar Udara Internasional Kualanamu ke Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (PKU) Rp955.300

Danang menegaskan, Lion Air tidak menjual tiket yang melebihi batas atas/ maksimum atau menjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas layanan kelas ekonomi domestik. Besaran tarif tiket (harga jual) yang dijalankan telah sesuai aturan regulator.

"Dalam menentukan tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi domestik, Lion Air sudah menghitung dan memberlakukan secara bijak sesuai kelompok layanan maskapai," ujarnya.

Menurutnya, Batik Air menyediakan konsep layanan premium/ maksimum (full service airlines) dengan pesawat jet sedangkan layanan standar minimum (no frills) diberikan oleh Lion Air dengan pesawat jet. Untuk harga jual tiket penerbangan yang dijual merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga tiket pesawat.

Biaya tiket sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung terdiri dari komponen:
1. Tarif dasar (basic fare) tiket pesawat menurut jarak,
2. Pajak (government tax) dengan kisaran 10% dari harga dasar (basic fare) tiket pesawat,
3. Iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja),
4. Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax dimasukkan langsung dalam biaya tiket pesawat. Besarnya berbeda-beda sesuai dengan bandar udara di masing-masing kota.

"Lion Air Group berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Lion Air Group menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi (SOP) perusahaan serta ketentuan internasional," tutupnya.