Dalam kondisi seperti ini, Ratu Elizabeth telah ditempatkan di retret Balmoral yang terletak di Dataran Tinggi Skotlandia. Kemarin, sang ratu telah menerima audiensi dari Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Liz Truss
Ratu Elizabeth II Meninggal dalam Usia Hampir 100 Tahun!

Dalam kondisi seperti ini, Ratu Elizabeth telah ditempatkan di retret Balmoral yang terletak di Dataran Tinggi Skotlandia. Kemarin, sang ratu telah menerima audiensi dari Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Liz Truss

Rayu | Jumat, 09 September 2022 - 04:45 WIB

Queen Elizabeth II atau Ratu Elizabeth meninggal dalam usia 96 tahun, setelah sebelumnya dikabarkan kondisi kesehatannya memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

"Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini," demikian pernyataan Buckingham Palace.

Kesehatan Ratu Inggris, Elizabeth, dikabarkan dalam situasi yang memburuk. Bahkan, dokter kerajaan menyarankan kesehatan ratu 96 tahun itu untuk selalu dalam pantauan tim medis.

Diketahui, sang ratu, penguasa terlama di Inggris dan pemimpin tertua di dunia, telah menderita apa yang disebut Istana Buckingham sebagai 'masalah mobilitas episodik' sejak akhir tahun lalu. Ratu Elizabeth bahkan juga dipaksa untuk mengurangi keterlibatannya dalam acara publik.

Dalam kondisi seperti ini, Ratu Elizabeth telah ditempatkan di retret Balmoral yang terletak di Dataran Tinggi Skotlandia. Kemarin, sang ratu telah menerima audiensi dari Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Liz Truss.

Kedatangan Truss untuk beraudiensi dengan ratu di Balmoral sendiri bukanlah kejadian yang lazim terjadi. Biasanya, audiensi terjadi di Istana Buckingham dan bukan di luar lokasi itu.

Momen terakhir peristiwa audiensi di luar Buckingham terjadi pada tahun 1952 di mana PM saat itu, Winston Churchill, bertemu ratu di Bandara Heathrow setelah kematian ayahnya, Raja George VI.

Dalam momen dialog dengan ratu itu, Truss mengatakan seluruh negeri sangat prihatin dengan berita kesehatan Ratu Elizabeth yang memburuk. Kondisi kesehatan Ratu Elizabeth, pemimpin Kerajaan Inggris, dikabarkan memburuk pada Kamis (08/09/2022) siang waktu setempat. 

Ratu, yang saat ini berada di Kastil Balmoral di Skotlandia, tengah dalam pengawasan intensif tim dokter kerajaan. 

"Setelah evaluasi lebih lanjut pagi ini, tim dokter Ratu mencemaskan kesehatan Yang Mulia dan merekomendasikan ia di terus berada di bawah supervisi medis," kata juru bicara Istana Buckingham seperti dikutip Reuters, Kamis (08/09/2022).

Berikut riwayat penyakit Ratu Elizabeth, menurut keterangan resmi dokter kerajaan:

Juni 2022

Ratu Elizabeth batal menghadiri perayaan Platinum Jubilee, yang digelar untuk menandai 70 tahun sejak ia naik takhta, termasuk Kebaktian Thanksgiving dan konser "Party At the Palace", karena masalah kesehatan.

"Ratu kecewa karena dia tidak bisa menghadiri semua acara," kata seorang sumber secara eksklusif kepada Us Weekly saat itu.

Menurutnya, Ratu menderita masalah gangguan mobilitas.

Februari 2022

Sang ratu dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan audiensi langsung di Kastil Windsor. Istana Buckingham mengatakan dia memiliki "gejala ringan seperti pilek".

Oktober 2021

Ratu terlihat menggunakan tongkat saat menghadiri kebaktian di Westminster Abbey pada 12 Oktober. Ini merupakan pertama kalinya dia terlihat menggunakan tongkat di acara publik besar. Keesokan harinya Istana mengatakan ratu melakukan perawatan rumah sakit swasta London untuk "penyelidikan awal" dan sempat menginap semalam di sana.

Januari 2020

Pada Januari 2020, Ratu dijadwalkan melakukan kunjungan ke cabang Women's Institute (WI) di Sandringham, Norfolk, tetapi tidak hadir karena sakit.

Ratu, yang memiliki nama asli Elizabeth Alexandra Mary tersebut, biasanya bergabung dengan wanita WI untuk minum teh, kue, dan kemudian mendengarkan pidato. Tetapi setengah jam sebelum jadwal kedatangannya, diumumkan bahwa Ratu tidak akan hadir di acara tersebut. Seorang sumber kerajaan pada saat itu menggambarkan penyakit itu sebagai "sedikit flu".

Juni 2018

Ratu terpaksa membatalkan penampilannya di sebuah acara di St Pauls di London pada Juni 2018 karena sakit. Dia dilaporkan sedang merasa "tidak enak badan."

Seorang juru bicara Istana Buckingham mengatakan pada saat itu: "Sang Ratu merasa tidak enak badan hari ini dan telah memutuskan untuk tidak menghadiri kebaktian pagi ini di Katedral St Paul yang menandai peringatan 200 tahun Ordo Michael dan St George."

Mei 2018

Ratu menjalani operasi mata untuk menghilangkan katarak pada Mei 2018. Dia menjalani prosedur operasi mata yang rumit di rumah sakit swasta King Edward VII di London. Operasi tersebut berjalan lancar.

Desember 2016

Ratu tidak menghadiri kebaktian Natal di Sandringham pada Desember 2016 untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun karena sakit. Yang Mulia "baru pulih dari flu berat dan akan tinggal di dalam rumah untuk membantu pemulihannya", kata Istana Buckingham pada pagi hari Natal.

Oktober 2003

Ratu menjalani operasi kecil di Rumah Sakit King Edward VII di London untuk mengangkat tulang rawan yang robek di lutut kanannya pada Oktober 2003. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh sekretaris persnya mengatakan: "Operasi selama 45 menit, yang dilakukan oleh ahli bedah ortopedi Roger Vickers, berjalan sangat baik dan Yang Mulia diperkirakan sudah bisa pulang besok pagi.

Para kritikus menilai, peran Charles sebagai raja baru sangat lemah. Dia tidak siap untuk menjalani peran yang berdaulat. Kegagalan rumah tangga Charles dengan Putri Diana hingga kini masih menjadi sorotan
Charles Raja Inggris, Simak Reputasinya yang Penuh Kontroversi!

Para kritikus menilai, peran Charles sebagai raja baru sangat lemah. Dia tidak siap untuk menjalani peran yang berdaulat. Kegagalan rumah tangga Charles dengan Putri Diana hingga kini masih menjadi sorotan

Rayu | Jumat, 09 September 2022 - 08:05 WIB

Selepas kematian ibunya Ratu Elizabeth II pada Kamis (08/09/2022), praktis takhta kerajaan langsung diisi oleh Charles Philip Arthur George  sebagai Raja Inggris yang baru.

Seperti diketahui, mendiang Ratu Elizabeth II sangat populer dan dihormati, sementara Charles memiliki reputasi yang dinilai penuh kontroversi

Para kritikus menilai, peran Charles sebagai raja baru sangat lemah. Dia tidak siap untuk menjalani peran yang berdaulat. Kegagalan rumah tangga Charles dengan Putri Diana hingga kini masih menjadi sorotan. 

Sepanjang hidupnya, Charles telah terjebak di antara monarki yang modern. Dia berusaha menemukan tempatnya dalam masyarakat yang cepat berubah dan lebih egaliter, sembari mempertahankan tradisi yang memberi daya pikat pada institusi tersebut. Ketegangan itu dapat dilihat melalui kehidupan putra-putranya sendiri.  

Putra tertua Charles, William (40 tahun) yang merupakan pewaris takhta, menjalani kehidupan tugas tradisional, pekerjaan amal dan militer. Sementara putra bungsunya Harry (37 tahun), tinggal di Los Angeles bersama mantan aktris Amerika Serikat, Meghan, dan keluarganya.

Mereka menempa karier baru yang lebih sesuai dengan Hollywood daripada Istana Buckingham.

Sejak lahir Charles telah disiapkan untuk menjadi raja. Dia lahir di Istana Buckingham pada 14 November 1948, tepatnya pada tahun ke-12 pemerintahan kakeknya, Raja George VI. Charles berumur empat tahun ketika menjadi pewaria takhta, setelah ibunya  menjadi ratu pada 1952.

Charles menjalani pengasuhan yang berbeda dari para pewaris takhta sebelumnya. Para pendahulunya dididik oleh tutor pribadi. Sementara Charles bersekolah di Hill House di London Barat, yang kini menjadi asrama di Cheam School di Berkshire. 

Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Gordonstoun, yaitu sebuah sekolah asrama di Skotlandia. Charles menggambarkan sekolah asrama itu sebagai neraka. Dia mengaku kesepian dan kerap diintimidasi.

Charles kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi ke Trinity College, Cambridge, untuk belajar arkeologi dan antropologi fisik dan sosial. Selama studinya, dia secara resmi dinobatkan sebagai Pangeran Wales, yaitu gelar yang secara tradisional dipegang oleh pewaris takhta, dalam sebuah upacara besar pada 1969. Tahun berikutnya Charles menjadi pewaris Inggris pertama yang menerima gelar.

Seperti banyak bangsawan sebelumnya, dia bergabung dengan angkatan bersenjata. Awalnya dengan Angkatan Udara Kerajaan pada 1971 dan kemudian dengan Angkatan Laut. Charles naik pangkat untuk memimpin kapal penyapu ranjau HMS Bronington, sebelum mengakhiri layanan aktif pada 1976.

Sebagai seorang pangeran muda, Charles merupakan sosok pria gagah dan sporty yang menyukai ski, selancar, dan scuba diving.  Dia adalah pemain polo yang mumpumi dan menjadi joki di sejumlah balapan kompetitif.  Pada 1979, paman buyutnya Lord Mountbatten, yang dia gambarkan sebagai "kakek yang tidak pernah saya miliki", tewas dalam pemboman Tentara Republik Irlandia (IRA). Charles telah kehilangan sosok yang sangat mempengaruhinya.

"Sepertinya fondasi dari semua yang kita sayangi dalam hidup telah terkoyak dan tidak dapat diperbaiki lagi," kata Charles waktu itu.

Saat meninggalkan Angkatan Laut pada  1976, Charles mencari peran dalam kehidupan publik karena tidak ada pekerjaan konstitusional yang jelas untuk ahli waris. "Itulah yang membuatnya begitu menarik, menantang dan tentu saja rumit," ujarnya tentang peran sebagai pewaris takhta, dalam sebuah film dokumenter untuk menandai ulang tahunnya yang ke-70.

Namun, bagi banyak orang di Inggris dan sekitarnya, Charles akan selalu dikaitkan dengan pernikahannya yang gagal dengan Lady Diana Spencer dan perselingkuhannya dengan Camilla Parker Bowles. Ketika Charles dan Diana menikah pada 1981, keduanya dinilai sebagai pasangan sempurna untuk meneruskan takhta kerajaan.

Kehidupan rumah tangga Charles dan Diana berjalan dengan baik. Mereka dikaruniai dua putra yaitu William dan Harry yang masing-masing lahir pada 1982 dan 1984. Namun sebenarnya pernikahan mereka memiliki masalah. Diana menyalahkan Camilla atas kehancuran rumah tangganya pada 1992. Diana dan Charles kemudian bercerai pada 1996.

Ketika Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997, popularitas Charles merosot. Hubungan Charles dan Camilla menjadi sorotan media Inggris.  Pada 2005 Charles akhirnya menikahi Camilla, yang telah menjadi sorotan publik. Namun, bayangan Diana tetap ada, dan hidupnya terus memikat publik.  

Penulis biografi Tom Bower mengatakan, Charles berkomitmen pada isu-isu lingkungan. Tetapi dia keras kepala dan tidak dapat menerima kritik.

"Dia adalah orang yang ingin berbuat baik, tetapi tidak mengerti bahwa konsekuensi dari banyak tindakannya menyebabkan banyak masalah," kata Bower.

Pada Juni, media melaporkan, Charles telah terlibat dalam pertengkaran dengan pemerintah mengenai kebijakan mengirim pencari suaka ke Rwanda. Charles menyebut kebijakan itu sangat mengerikan.

"Jika dia tidak terlalu berhati-hati, mereka yang tidak setuju dengan intervensi politiknya yang provokatif juga dapat menyimpulkan monarki konstitusional Inggris tidak lagi layak dipertahankan," kata Daily Mail dalam editorialnya.

Charles sangat peduli dengan lingkungan dan kerap melakukan kampanye tentang krisis perubahan iklim.  Pada konferensi COP26 Perserikatan Bangsa-Bangsa di Inggris pada 2021, Presiden AS Joe Biden memuji kepemimpinan Charles dan upaya dia dalam mengatasi krisis iklim.

Nama media sosial resmi William dan Kate juga telah berubah, kini menjadi  
Usai Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Prince William dan Kate Middleton Sandang Gelar Baru!

Nama media sosial resmi William dan Kate juga telah berubah, kini menjadi  "The Duke and Duchess of Cornwall and Cambridge."

Rayu | Jumat, 09 September 2022 - 06:10 WIB

Prince William mendapatkan gelar baru setelah sang nenek, Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (08/09/2022). William dan sang isteri, Kate Middleton, bergelar Duke dan Duchess of Cornwall serta Cambridge.

Nama media sosial resmi William dan Kate juga telah berubah, kini menjadi  "The Duke and Duchess of Cornwall and Cambridge."

Seperti diberitakan The Guardian, Pangeran William tak secara otomatis menjadi Prince of Wales meski kini menjadi pewaris takhta.

Prince of Wales adalah gelar yang harus diberikan sang ayah, Raja Charles III. Dulu, Charles menjadi Prince of Wales pada 1958 dan dikukuhkan lewat penobatan pada 1969.

Charles kini menjadi Raja Inggris setelah sang ibu tutup usia. Inggris mengumumkan secara resmi raja baru mereka dikenal sebagai Raja Charles III.

Charles merupakan orang yang paling lama menunggu untuk menjadi Raja Inggris sepanjang sejarah. Ia telah menunggu hampir sepanjang hidupnya untuk mengambil alih takhta dari ibunya, Ratu Elizabeth II.

Kala itu, Pangeran Charles, Putra tertua Ratu Elizabeth II, baru berusia tiga tahun dan kini Prince of Wales tersebut telah berusia 73 tahun.

Ratu Elizabeth II telah memerintah dan bertakhta di Inggris lebih lama daripada raja-raja lainnya dalam sejarah Inggris.

Kini, sang Ratu telah tiada. Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (08/09/2022) setelah dikabarkan kondisi kesehatannya mengkhawatirkan pada pagi hari.

Kondisi tersebut membuat Pangeran Charles menjadi Raja Inggris. Charles kemudian memberikan keterangan resmi untuk pertama kalinya sejak jadi Raja Inggris mengenai ibunya, Ratu Elizabeth II yang meninggal dunia.

Raja Charles III mengatakan hal itu merupakan kesedihan amat mendalam baginya dan seluruh keluarga.

"Meninggalnya Ibunda tercinta, Yang Mulia Ratu, merupakan momen kesedihan terbesar bagi saya dan seluruh anggota keluarga saya," kata Raja Charles III.
 

Ratu Elizabeth II adalah pemimpin monarki terlama dalam sejarah Inggris. Ia juga tercatat sebagai kepala negara tertua di dunia.
Ratu Elizabeth II: Pemimpin Monarki Terlama dalam Sejarah Inggris

Ratu Elizabeth II adalah pemimpin monarki terlama dalam sejarah Inggris. Ia juga tercatat sebagai kepala negara tertua di dunia.

Ind | Jumat, 09 September 2022 - 10:40 WIB

Ratu Elizabeth II meninggal dunia dalam usia 96 tahun. Ratu Elizabeth II tutup usia di kediaman resmi kerajaan di Balmoral, Skotlandia

"Sang Ratu meninggal dunia dalam damai di Balmoral siang ini," demikian dilaporkan Istana Buckingham, Kamis malam.

Menurut keterangan itu, jenazah ratu tetap berada di Balmoral pada Kamis malam dan akan dibawa ke London pada Jumat (09/09).

Sebelumnya, beberapa dokter menyatakan kekhawatiran atas kesehatan Ratu. Istana Buckingham menyebut Ratu mengalami "masalah dalam menggerakkan anggota tubuh" sejak akhir 2021. Hal itu memaksanya menarik diri dari hampir seluruh kegiatan umum.

Penampilan publik terakhir Ratu Elizabeth II adalah pada Platinum Jubilee Concert di London memperingati 70 tahun kenaikan tahta.

Pada pukul 18:30 waktu Inggris, stasiun siaran BBC secara resmi mengumumkan meninggalnya Ratu Elizabeth II dalam sebuah siaran khusus. Sesuai tradisi, sebuah pengumuman tertulis kemudian dipasang di gerbang Istana Buckingham yang memberitahukan wafatnya ratu.

Sejumlah anggota keluarga kerajaan bergegas menyambanginya di Istana Balmoral. Konvoi mobil yang membawa Pangeran William, Pangeran Andrew, Pangeran Edward dan istrinya Sophie terlihat tiba di Kastil Balmoral. Pesawat yang membawa anggota keluarga kerajaan tiba di bandara Aberdeen, sebelum menuju ke kediaman kerajaan.

Pangeran Charles dan istrinya Camilla bersama saudara perempuannya Putri Anne, sudah lebih dulu berada di Skotlandia. Pangeran Harry yang saat ini juga berada di Skotlandia sendirian telah membatalkan rencana penampilannya dalam acara amal.

Sebagai pewaris tahta, putra sulung Ratu Elizabeth II, Charles (73), secara otomatis menjadi Raja. Sementara istrinya Camilla, menjadi permaisuri.

Sebagai Raja Inggris Raya, Charles sekaligus merupakan kepala negara 14 negara lain, termasuk Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Ratu Elizabeth II lahir pada 21 April 1926 di Bruton Street, London. Ia merupakan istri Pangeran Philip, yang meninggal pada April tahun 2021 lalu.

Ratu Elizabeth II adalah pemimpin monarki terlama dalam sejarah Inggris. Ia juga tercatat sebagai kepala negara tertua di dunia.

Ratu Elizabeth II diangkat sebagai ratu setelah ayahnya, Raja George VI, wafat pada 6 Februari 1952 ketika Elizabeth berusia 25 tahun. Dia diangkat sebagai Ratu Inggris pada Juni 1953.