Presiden juga akan menawarkan proyek-proyek IKN bagi para investor di tiga negara
Empat Agenda Penting Presiden Jokowi Kunjungi Asia Timur, Salah satunya Tawarkan Proyek-proyek di IKN?

Presiden juga akan menawarkan proyek-proyek IKN bagi para investor di tiga negara

Ind | Selasa, 26 Juli 2022 - 10:40 WIB

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke tiga negara di kawasan Asia Timur yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan, membawa empat agenda penting. Hal itu dikatakan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana.

"Ada empat hal penting bagi kunjungan Presiden ke China, Jepang dan Korsel. Pertama memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan tiga negara yang dikunjungi," ucap Hikmahanto dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengatakan, penekanan ada pada sektor ekonomi dan investasi. Presiden juga akan menawarkan proyek-proyek IKN bagi para investor di tiga negara.

Kedua, lanjut dia, Presiden melakukan konsultasi dengan pemimpin tiga negara ini terkait upaya menghentikan perang di Ukraina.

"Ini dilakukan agar tidak terjadi krisis pangan sebagai akibat terganggunya rantai pasok pangan dari Ukraina dan Rusia ke berbagai negara di dunia," kata Hikmahanto.

Ketiga, lanjut Rektor Universitas Jenderal A. Yani itu seperti dilansir antaranews, Presiden bisa melakukan pembahasan secara informal proposal Indonesia sebagai terobosan perekonomian dunia yang akan dibahas secara formal di KTT G20 bulan Nopember di Bali.

"Terakhir, Presiden memberikan personal touch agar pemimpin tiga negara bersedia hadir di KTT G20. Presiden sudah lakukan hal ini ke pemimpin negara-negara yang tergabung di G7, Presiden Zelensky dan Presiden Putin," katanya.

Sementara itu di Beijing, Presiden bisa memastikan agar pemberian pinjaman China ke Indonesia semata-mata komersial dan tidak berujung seperti Sri Lanka.

"Presiden juga dapat meminta China untuk memperhatikan kelestarian laut di Laut China Selatan dengan tidak melakukan eksploitasi ikan berlebihan oleh para nelayannya," ujar Hikmahanto.

Sementara di Jepang, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun kereta cepat Jakarta-Surabaya.

"Untuk di Korea Selatan Presiden dapat meminta Korsel mendorong industri pertahanannya bekerja sama dengan industri pertahanan Indonesia mengembangkan alutsita modern dan canggih," ujar dia.

Pemerintah Korea Selatan juga menyepakati pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara.
Jokowi Terima Dukungan Pembangunan IKN dari Korsel capai 6,37 Miliar Dolar AS

Pemerintah Korea Selatan juga menyepakati pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara.

Nissa | Kamis, 28 Juli 2022 - 20:15 WIB

Presiden Joko Widodo menyebutkan Korea Selatan sepakat untuk mendukung pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Komitmen ini termasuk pada pembangunan smart city dengan total nilai investasi mencapai 6,37 miliar dolar AS.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo usai bertemu Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, Kamis sore.

"Kita juga telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara, antara lain kerja sama dalam pembangunan penyediaan sistem air minum dan 'capacity building' dalam pembangunan smart city," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Yoon Suk-yeol yang disaksikan secara virtual dari Jakarta, Kamis, 28 Juli 2022.

Jokowi menjelaskan bahwa dukungan Korea Selatan dalam pembangunan di IKN juga dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama investasi antara PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama Kementerian Investasi dengan Posco Korea.

Kerja sama antara Krakatau Steel dan Posco menyepakati investasi perluasan kapasitas produksi baja, terutama pada industri baja otomotif untuk kendaraan listrik, serta partisipasi Posco dalam pembangunan IKN Nusantara. Investasi dari kerja sama tersebut diperkirakan 3,5 miliar dolar AS.

Selain itu, Pemerintah Korea Selatan juga menyepakati pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara.

"Nilai investasinya keseluruhan mencapai 6,37 miliar dolar AS dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja," kata Jokowi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljhono, kerja sama Indonesia-Korea Selatan juga mencakup pembangunan instalasi pemurnian air.

Basuki mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan akan membantu melalui hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik.

"Kami sudah melihat kemarin di Hwaseong Water Purification Plant. Menurut saya ini adalah teknologi terbaik yang tersedia yang sudah diaplikasikan oleh Korea Selatan sehingga siap minum karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metoda ozonisasi," kata Basuki.

Kerja sama kedua yang sudah disepakati adalah pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara. Kerja sama ketiga mencakup pembangunan smart village yang terdiri dari 100 unit rumah sebagai proyek percontohan.

"Proyek smart village ini direncanakan dapat mulai dibangun pada 2023 mendatang dengan dukungan dari Korea Selatan," kata Basuki.

Untuk menghubungkan IKN Nusantara dengan Kota Balikpapan, Pemerintah Korsel juga akan membantu pembangunan terowongan bawah laut atau immerse tunnel yang sesuai dengan konsep forest city.

"Kita ingin melindungi bekantan, fauna dan flora endemik lainnya yang ada di sekitar Teluk Balikpapan. Untuk itu, kita tidak akan membangun jembatan yang secara fisik mengubah morfologi lingkungan, melainkan kita coba bangun immerse tunnel seperti di Geoje, Busan," kata Basuki.

Saat ini, proyek tersebut sedang dikerjakan studi kelayakannya, kemudian tahun ini dilanjutkan dengan desain dasar, sehingga diharapkan pembangunan dapat dimulai pada 2023.

Investasi asal Jepang didominasi sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 7,48 miliar (36%), diikuti dengan sektor kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar US$ 3,59 miliar (17%), dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 2,44 miliar (12%)
Hasil Lawatan ke Jepang, Jokowi Bawa Pulang Rp85 Triliun

Investasi asal Jepang didominasi sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 7,48 miliar (36%), diikuti dengan sektor kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar US$ 3,59 miliar (17%), dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 2,44 miliar (12%)

Rayu | Kamis, 28 Juli 2022 - 06:05 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Jepang dengan membawa beberapa komitmen investasi dari perusahaan Negeri Sakura itu, Selasa, (27/07/2022). 

Di sela-sela kunjungannya, Jokowi bersama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mendapatkan komitmen investasi senilai US$ 5,7 miliar atau setara Rp85 triliun dari 10 perusahaan Jepang.

Komitmen tersebut diperoleh saat Jokowi berada dalam kegiatan The Japan CEO Meeting 2022. Beberapa perusahaan yang berkomitmen dalam investasi di Indonesia adalah Toyota, Sojitz, Mitsubishi, Denso, Inpex, dan Sharp.

Untuk memuluskan hal ini, Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan terus berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan ramah bagi para pelaku usaha. Salah satunya dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

"Saya harap investor asal Jepang semakin aktif dalam meningkatkan investasinya di Indonesia, yang dapat betul-betul menguntungkan, tidak saja bagi perusahaan, namun juga bagi perusahaan-perusahaan nasional dan UMKM melalui kerja sama-kerja sama investasi," jelas Jokowi dalam sebuah rilis BKPM, Rabu (27/07/2022).

"Untuk itu saya menugaskan Menteri Investasi untuk selalu mengawal secara baik, semua rencana investasi, baik investasi baru maupun perluasan (ekspansi)."

Meneruskan arahan Jokowi, Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapannya untuk mengawal investasi dari Jepang ini. 

Bahlil berharap agar investasi perusahaan asal Jepang dapat berjalan dengan lancar dan dapat berjalan beriringan dengan pengusaha Indonesia secara harmonis sehingga saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan penyampaian minat investasi dari CEO dan pimpinan perusahaan Jepang yang saya yakin berharga bagi hubungan kedua negara," tegas Bahlil.

"Kami tawarkan peluang emas bagi para investor Jepang untuk berinvestasi di Indonesia guna meningkatkan ketahanan rantai pasok bagi masyarakat Indonesia dan Jepang di masa depan."

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Jepang di Indonesia pada tahun 2017 hingga Juni 2022 sebesar US$ 20,86 miliar dan berada pada peringkat ke-2 negara asal investasi ke Indonesia.

Investasi asal Jepang didominasi sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 7,48 miliar (36%), diikuti dengan sektor kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar US$ 3,59 miliar (17%), dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar US$ 2,44 miliar (12%).

Ada kabar baik dari pemerintah China  untuk industri sawit di tanah air. Negeri Tirai Bambu itu berkomitmen menaikan permintaan CPO asal Indonesia.
China Minta Tambah Kiriman CPO Indonesia Sejuta Ton, GAPKI: Alhamdulillah

Ada kabar baik dari pemerintah China untuk industri sawit di tanah air. Negeri Tirai Bambu itu berkomitmen menaikan permintaan CPO asal Indonesia.

Nanda Alisya | Rabu, 27 Juli 2022 - 15:03 WIB

Tak tanggung-tanggung, China menambah permintaan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebanyah 1 juta ton. Tentu saja ini kabar baik untuk industri sawit termasuk petaninya.

Berdasarkan data Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), pada tahun ini, permintaan minyak sawit dari Negeri Tirai Bambu diproyeksikan mencapai 7,2 juta ton.

Dengan adanya komitmen tambahan, diprediksi jumlah impor komoditas tersebut akan menyentuh 8,2 juta ton.

Menanggapi hal tersebut, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menyambut baik perkembangan ini. Sekretaris Jenderal GAPKI, Eddy Martono mengatakan, Indonesia siap memberi tambahan pasokan kepada China.

"Itu sangat bagus. Secara produksi, kita tidak ada masalah dengan penambahan permintaan satu juta ton. Stok kita lebih dari cukup," ujar Eddy, dikutip Rabu (27/7/2022).

Ia pun berharap komitmen yang dimunculkan Tiongkok bisa memberi dampak psikologis terhadap pasar dan mengerek harga CPO lebih tinggi lagi.

Dengan begitu, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani pun akan ikut terangkat.

"Sekarang stok kita sangat tinggi, sekitar 7 juta ton. Kalau satu juta ton tambahan bisa terealisasi tahun ini, itu cukup membantu menaikkan harga CPO. Secara otomatis, harga TBS juga akan naik. Yang utama, dalam jangka pendek ini, kita harus segera menguras tangki agar stok kembali di angka 3-4 juta ton," tandasnya. 

 

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, kunjungan Presiden Jokowi ke China, pertanda Indonesia ingin memperbaharui komitmen kerja sama ekonomi yang  sudah terlanjur erat saat ini.
Di Balik Kunjungan Jokowi ke China, Kadin Inginkan Kerja Sama Investasi yang Berkeadilan

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, kunjungan Presiden Jokowi ke China, pertanda Indonesia ingin memperbaharui komitmen kerja sama ekonomi yang sudah terlanjur erat saat ini.

Nanda Alisya | Selasa, 26 Juli 2022 - 12:03 WIB

Menurut Kadin, tantangan geoekonomi dan geopolitik baik di kawasan maupun global mengharuskan kedua negara ekonomi terbesar di Indo Pasifik dan bagian dari G20 untuk menghasilkan kebijakan ekonomi yang lebih inovatif dan adaptif.

"Kami sebagai pelaku usaha melihat pentingnya membangun kembali rezim perdagangan dan investasi yang lebih adil, resilien dan juga terbuka pada masa setelah pandemi. Tentunya China menjadi partner paling strategis untuk mewujudkan hal tersebut," ujar Wakil Ketua III Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani dikutip dari Republika, Senin (25/7/2022).

Ia menjelaskan, level dan intensitas perdagangan dan investasi Indonesia dan China selama ini terus bertumbuh. 

Kerja sama keduanya juga paling besar dibandingkan negara lainnya. Hanya saja, kata Shinta, masih banyak potensi lain yang perlu digarap, diversifikasi, atas komoditas ekspor dan impor serta pendanaan berbagai sektor ekonomi baru juga yang perlu kedua negara bicarakan secara konsisten.

"Selama pandemi, kita melihat tren deglobalisasi dan proteksionisme. Hal-hal seperti itu pada akhirnya akan menghambat potensi pertumbuhan ekonomi nasional, kolaborasi dan kesepakatan antarnegara khususnya Indonesia dan China. Tujuannya agar kembali membangun stabilitas ekonomi global amatlah krusial," jelas Shinta.

Kadin, lanjutnya, mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat kerja sama ekonomi. Khususnya dalam beberapa sektor strategis.

"Di antaranya pembangunan energi terbarukan, infrastruktur hijau dan transportasi, ekosistem digital yang modern. Lalu penguatan sistem kesehatan yang lebih siap menghadapi ancaman di masa datang," tutur dia.