sesuai amanat kongres keputusan terkait siapa bakal capres merupakan hak preogratif ketua umum partai.
PDIP Belum Tentukan Sosok yang Bakal Diusung sebagai Capres 2024, Hak Preogratif Megawati

sesuai amanat kongres keputusan terkait siapa bakal capres merupakan hak preogratif ketua umum partai.

Ind | Rabu, 22 Juni 2022 - 08:40 WIB

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sampai saat ini belum membicarakan sosok yang akan diusung sebagai capres atau cawapres pada Pemilu 2024.

Hal itu dikatakan Ketua DPP PDIP Bidang Politik, Puan Maharani. Menurutnya, sesuai amanat kongres keputusan terkait siapa bakal capres merupakan hak preogratif ketua umum partai.

"Ibu Ketua Umum mengatakan bahwa sesuai dengan amanat kongres, maka Ketua Umum PDI Perjuangan mempunyai hak prerogatif untuk menentukan siapa capres dari PDI Perjuangan," kata Puan.

Partai berlambang banteng moncong putih itu lebih mementingkan untuk menjaga soliditas di internal.

Puan juga menampik pujian Megawati di rakernas merupakan sinyal bahwa dirinya akan maju sebagai capres. Ia mengatakan bahwa itu bukanlah sinyal.

"Lho kan tadi sudah disampaikan oleh Ibu Megawati bahwa ini bukan karena anaknya lho. Oleh karena itu ini bukan sinyal," kata Puan.

Puan mengatakan dua tahun sudah para kader partai tidak berkumpul dalam satu acara karena pandemi.

"Baru kali ini kita kumpul bercanda, ber-'jokes-jokes' dan disampaikan kepada kami bahwa semua harus semangat, harus semangat. Beliau (Megawati, red.) tadi mengatakan sudah berumur tetapi tetap bersemangat ingin bersama-sama di dalam partai politik, kita harus bergotong royong menjaga Indonesia ke depan menjadi Indonesia lebih baik ke depannya," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Puan menjelaskan pernyataan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar kader jangan 'mejeng" tidak menyasar individu tertentu di partai, namun adalah seruan untuk semua kader.

"Kalau mungkin saya bisa mengatakan ini tidak ditunjukkan untuk orang per orang atau oknum individu. Ini disampaikan secara menyeluruh pada semua kader yang hadir saat luring ataupun daring. Saya pun di situ sebagai kader," tuturnya.

Menurut Puan, seluruh kader PDIP masih berkumpul semua, baik yang berada di struktur seluruh tiga pilar partai yang hadir di rakernas, termasuk para gubernur. Semuanya semata-mata untuk membangun soliditas dalam menghadapi Pemilu 2024.

Hal itu merupakan bagian dari keluarga besar PDIP sehingga apa yang disampaikan bukan didasarkan karena perasaan salah atau perasaan apa pun.

Dia menganggap narasi yang disampaikan Megawati tidak ditujukan kepada kader tertentu. Sebaliknya, narasinya adalah bagaimana membangun soliditas partai untuk menyukseskan pemilu 2024.

"Enggak ada ya, kita seperti inilah PDIP dalam membangun soliditas. Kalau kemudian ketum agak marah misalnya, itu membangun semangat dalam arti seorang ibu kepada anak-anak. Jadi enggak ada dimarahin ini punya ini, itu ada salah, enggak ada. Kita sama-sama membangun soliditas ini sebagai keluarga besar PDIP," papar Puan.

Hasto menyebut tiap kader memiliki dua pilihan apakah setia pada partai atau keluar untuk mewujudkan ambisi pribadi.
PDIP Bakal Kehilangan Ganjar? Singgung Soal Godaan Kekuasaan, Hasto Kasih 2 Pilihan Ini

Hasto menyebut tiap kader memiliki dua pilihan apakah setia pada partai atau keluar untuk mewujudkan ambisi pribadi.

Triaji | Rabu, 22 Juni 2022 - 19:05 WIB

Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya memberikan kebebasan kepada setiap kadernya untuk menentukan pilihan politik. Termasuk Ganjar Pranowo.

Pernyataan Hasto ini untuk menjawab apakah PDIP takut kehilangan sosok Ganjar di Pilpres 2024.

“Dalam perspektif ini setiap anggota, kader itu bebas Untuk melakukan pilihan-pilihan politiknya,” kata Hasto di Sekolah PDIP, Rabu, 22 Juni 2022.

Hasto menyebut tiap kader memiliki dua pilihan apakah setia pada partai atau keluar untuk mewujudkan ambisi pribadi.

“Apakah kader akan menyatukan diri pada kepentingan partai yang lebih besar atau digerakkan oleh ambisi-ambisi individual. Berpartai itu menyatukan diri dalam kepentingan kolektif bagi bangsa dan negara,” kata dia.

Hasto dikutip Merdeka.com juga menjawab soal perintah Megawati agar tak ada kader bermanuver itu ditujukan untuk semua kader, bukan salah satu kader.

“Itu kan mengingatkan kepada seluruh kader karena persoalan pemimpin ke depan itu sangat menentukan nasib bangsa. Menentukan nasib lebih dari 270 rakyat RI. Sehingga tanggung jawabnya berat,” ucapnya.

Godaan kekuasaan, kata Hasto, sangat banyak sehingga Ketum mengingatkan kadernya berhati-hati.

“Karena godaan kekuasan, sisi gelap kekuasan, itu kan sangat banyak. Banyak yang memandang istana merdeka, itu hanya sebagai suatu istana yang gemerlap dalam menghadirkan berbagai kepentingan tersembunyi berupa kepentingan kapital. Padahal kepentingan seharusnya itu adalah bagaimana mensejahterakan rakyat,” pungkasnya.

Megawati menegaskan hanya dirinya yang memiliki kewenangan untuk menentukan calon presiden dari PDIP.
Megawati Keluarkan Peringatan Terakhir, Tegas di Depan Ganjar: Pecat Kader Bermanuver, Main Dua Kaki

Megawati menegaskan hanya dirinya yang memiliki kewenangan untuk menentukan calon presiden dari PDIP.

Triaji | Selasa, 21 Juni 2022 - 19:25 WIB

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali tegas mengeluarkan peringatan bakal memecat kadernya yang coba-coba bermanuver menjelang Pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberi sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6). Megawati pun mengingatkan kadernya tak bermain dua kaki.

"Kalian siapa yang berbuat manuver-manuver keluar! Karena apa, tidak ada di dalam PDI-Perjuangan itu yang namanya main dua kaki, main tiga kaki, melakukan manuver," kata Megawati.

Megawati menegaskan hanya dirinya yang memiliki kewenangan untuk menentukan calon presiden dari PDIP. Kewenangan tersebut merupakan mandat kongres dan telah disepakati seluruh kader.

Presiden kelima RI itu mengingatkan semua kadernya bahwa PDIP merupakan partai yang solid dan disiplin pada aturan. Ia tak mau kadernya hanya mencari muka tanpa mengikuti aturan partai.

"Saya diberi oleh kalian sebuah hak yang namanya hak prerogatif, hanya Ketua Umum yang menentukan siapa yang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan," ujarnya.

"Lah kalau hanya mau mejeng-mejeng aja, duh enggak deh. Lebih baik saya punya si Komar pemberontak, lebih baik saya punya tuh si Rudi," imbuh Megawati.

Pernyataan itu disampaikan Megawati di hadapan Ganjar yang hadir di acara tersebut. Nama Ganjar digadang-gadang bakal maju di Pilpres 2024 menyusul elektabilitas yang moncer di beberapa survei.

Namun, PDIP tak kunjung memberikan sinyal kepada gubernur Jawa Tengah tersebut. Ganjar justru masuk dari tiga nominasi capres hasil Rakernas Partai NasDem pekan lalu.

Ganjar sendiri sudah berulang kali menegaskan dirinya tegak lurus pada partai dan mematuhi perintah Megawati terkait Pilpres 2024.

"Semua tegak lurus pada keputusan dan itulah yang sudah menjadi keputusan kongres. Itu hak prerogatif penuh Ibu Ketum," kata Ganjar kepada wartawan di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/6).
 

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan ultimatum, akan memecat kader partai yang melakukan manuver di luar kebijakan partai
Ganjar tak Berkutik Diultimatum, Hanya Ketum yang Tentukan Siapa Capres PDIP! Megawati: Ada yang Bermanuver, Saya Pecat!

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan ultimatum, akan memecat kader partai yang melakukan manuver di luar kebijakan partai

Rayu | Selasa, 21 Juni 2022 - 14:05 WIB

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri kembali menekankan, calon presiden yang diusung partainya akan ditentukan oleh dirinya. 

Hal itu disampaikan Megawati pada acara Rakernas PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/06/2022).

"Hanya ketua umum yang menentukan siapa yang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan," ujarnya.

Kata-kata Megawati disambut tepuk tangan riuh hadirin yang hadir. Tampak Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga sosok yang diusung sebagai bakal capres dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), yaitu Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, Megawati juga memberikan ultimatum, akan memecat kader partai yang melakukan manuver di luar kebijakan partai.

"Tidak ada di dalam PDI Perjuangan itu yang namanya main dua kaki, main tiga kaki, melakukan manuver. Ingat lho. Lebih baik keluar deh. Lebih baik keluar deh daripada saya pecat lho kamu," lanjutnya.

Sekadar mengingatkan, nama Ganjar menjadi salah satu bacapres yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional Partai NasDem di Jakarta yang berakhir pekan lalu. Ganjar bersanding dengan dua sosok lain, yaitu Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Muhammad Andika Perkasa dan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Anies Baswedan.

Kemunculan sosok Ganjar tentu menarik lantaran sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya belum memperoleh sinyal dukungan dari partainya. Bahkan, sejumlah elite PDIP melontarkan kalimat-kalimat keras kepada Ganjar.

Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto menyatakan PDIP tak akan mendukung Ganjar pada Pilpres 2024. Dia menegaskan PDIP hanya akan mengusung Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Anggota Fraksi PDIP DPR RI Trimedya Panjaitan menyebut Ganjar kemlinthi atau sok. Dia menilai Ganjar tidak menghormati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang punya wewenang menentukan capres.

PDIP menjadi satu-satunya partai yang memiliki tiket emas pada Pilpres 2024. Dengan modal 22,26% kursi di DPR RI, PDIP bisa mencalonkan presiden tanpa dukungan partai lain.

Sementara, pada 16 Juni 2022, Ganjar telah merespons dinamika Rakernas Partai NasDem ketika dirinya masuk bursa calon presiden di Pilpres 2024.

"Saya terima kasih mendapatkan kehormatan itu, tapi saya PDIP," kata Ganjar kepada wartawan di sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Ganjar lantas melontarkan guyon saat ditanya kemungkinan dirinya dipinang partai lain di Pilpres 2024.

"Apa lamaran-lamaran? Memangnya mau nikah. Partainya PDIP, markasnya PDIP kok," kata Ganjar.

Ganjar menegaskan bahwa urusan calon presiden 2024 ada ditengan ketua umum Megawati Soekarnoputri
Respons Ganjar Direkomendasikan NasDem sebagai Bacapres 2024, Masinton Ingatkan Banteng Tegak Lurus!

Ganjar menegaskan bahwa urusan calon presiden 2024 ada ditengan ketua umum Megawati Soekarnoputri

Ind | Senin, 20 Juni 2022 - 10:40 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo masuk dalam daftar bakal calon presiden (bacapres) 2024 Partai NasDem. Selain nama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, NasDem juga merekomendasikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

Merespons itu, Ganjar pada Minggu kemarin menegaskan bahwa dirinya saat ini sebagai kader PDIP. Ia enggan menanggapi terkait capres tersebut. "Opo meneh, wong aku PDIP kok," katanya.

Ganjar menegaskan bahwa urusan calon presiden 2024 ada ditengan ketua umum Megawati Soekarnoputri. "Capres aja yang ditanyak. Udah jelas PDIP berkali-kali, Bu Mega urusannya," tegas Ganjar.

Soal rekomendasi dari Partai NasDem,  anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu memberi pesan ke Ganjar. Masinton memgingatkan, sebagai kader partai banteng tegak lurus wajib masuk ke dalam barisan.

"Kalau masalah umpama dukung-mendukung ya sepanjang PDI Perjuangan belum mencalonkan, PDIP selalu BTL (Banteng Tegak Lurus). Sepanjang belom diputuskan melalui mekanisme partai, belum ada yang, semuanya tegak lurus aja ya menunggu keputusan dari organisasi partai," kata Masinton saat diskusi Total Politik di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu.

Masinton menekankan kader harus menunjukan kedisiplinan berorganisasi yaitu dengan bersikap banteng tegak lurus. "Kalau ditanya, jangankan tanya ke saya, tanya kader lain itu (BTL) pasti kedisiplinan dalam berorganisasi," ucapnya.

Lebih lanjut, Masinton berpesan agar Ganjar harus dalam barisan PDI Perjuangan. Sebab, kader banteng wajib untuk tegak lurus, tidak 'kemajon' atau melewati batas. "Ya wajib BTL (Ganjar) Banteng Tegak Lurus ya harus di dalam barisan," tambahnya.