Belum diketahui penangkapan ini terkait kasus apa.
Astaga Apa yang Dilakukan Ketum PPP Romahurmuziy, Benarkah Itu?

Belum diketahui penangkapan ini terkait kasus apa.

Nikolaus Siswa | Jumat, 15 Maret 2019 - 11:35 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap tangan petinggi partai politik. Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini dilakukan di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3).

Informasi yang diterima Bizlaw, petinggi parpol itu adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

"Kejadiannya jam 09.00 di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo. Yang ditangkap Romi," menurut dua sumber yang diterima Bizlaw.

Pihak KPK belum memberikan keterangan resmi soal kabar penangkapan Romi ini. Telepon petinggi KPK dan jubir tidak ada yang aktif saat dihubungi.

Belum diketahui penangkapan ini terkait kasus apa.

Baca juga:
Akhirnya, KPK Ungkap Mengapa Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap 

OTT Ketum PPP Romahurmuziy, Sempat Kejar-kejaran dengan Penyidik dan Ada Orang yang Dipiting

Romy Ketua PPP Ditangkap, Ketua KPK: Sedang Diperiksa

"Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan. Tunggu konpers (konferensi pers) lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," kata Agus.

ARDI ALI | Jumat, 15 Maret 2019 - 12:02 WIB

 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan adanya operasi tangkap tangan atau OTT di Jawa Timur. Mereka yang ditangkap termasuk Ketua Umum PPP Romahurmuziy. 

"Betul ada giat KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK, bertempat di Polda Jatim," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat, 15 Maret 2019. 

Agus tidak menyebut siapa saja yang ditangkap. Dia juga belum menyebutkan Romy ditangkap dalam  kasus apa. 

"Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan. Tunggu konpers (konferensi pers) lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," kata Agus.

Dalam sebuah OTT, tim KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.

Sebelumnya, Humas Polda Jatim juga membenarkan penangkapan itu. 

"Benar," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Barung Mangera.[]

Rommy dikabarkan ditangkap di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya.
Polda Jatim Benarkan Romy PPP Diciduk KPK 

Rommy dikabarkan ditangkap di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya.

YUSWARDI A SUUD | Jumat, 15 Maret 2019 - 11:49 WIB

KABAR penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibenarkan oleh Polda Jawa Timur. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Jawa Timur. 

Seorang penyidik membenarkan penangkapan tersebut. Dia menyebut Rommy ditangkap pada pukul 09.00 WIB hari ini.

Keterangan itu juga dibenarkan oleh Polda Jatim. 

"Benar," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Barung Mangera ketika dikonfirmasi.

Rommy dikabarkan ditangkap di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya. Belum diketahui penangkapan ini terkait kasus apa.

Pihak KPK belum memberikan keterangan resmi soal kabar penangkapan Romi ini. Telepon petinggi KPK dan jubir tidak ada yang aktif saat dihubungi.

Dalam sebuah OTT, tim KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.[]

Mahfud mewanti-wanti Rommy agar serius membawa nama presiden.
Cerita Mahfud MD Minta Rommy PPP Jangan Main-main

Mahfud mewanti-wanti Rommy agar serius membawa nama presiden.

YUSWARDI A SUUD | Jumat, 15 Maret 2019 - 13:10 WIB

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pernah menyebut agar Ketua Umum PPP Romahurmuziy agar tidak meniru mantan Ketua DPR Setya Novanto yang disebutnya kerap berlindung atas nama presiden agar terhindar dari jerat kasus korupsi. 

Hal itu disampaikan Mahfud dalam siaran lagsung ILC di tvOne pada 14 Agustus 2018. Mahfud tersinggung lantaran Rommy menyebut pencalonan Mahfud sebagai calon wakil presiden Jokowi disiapkan sendiri oleh Mahfud MD bersama tim suksesnya. 

Padahal, menurut Mahfud, tawaran soal posisi cawapres saat itu pernah disampaikan Rommy kepadanya dua pekan sebelum deklarasi cawapres yang memutuskan Ma’ruf Amin sebagai  pendamping Jokowi.

Saat itu, Mahfud mewanti-wanti Rommy agar serius membawa nama presiden. "Jangan main-main lah saya bilang," kata Mahfud.

Terkait Setya Novanto, Mahfud bilang dirinya menghubungi Menteri Sekretaris Negara Pratikno perihal posisi kepala negara terhadap kasus yang menyeret Novanto.

Mahfud mengklaim punya catatan rekam jejak kasus dugaan korupsi para calon wakil presiden yang awalnya digadang-gadang akan mendampingi Jokowi.

"Saya buru dia Novanto, masuk bui saya bilang. Jadi jangan main-main saya bilang. Karena saya tahu catatan-catatan semua calon itu. Nah ini tapi bergurau saja. Tabayun," kata Mahfud. 

Hari ini, Jumat, 15 Maret 2019, KPK menangkap Rommy dalam sebuah operasi tangkap tangan di  Kanwil Departen Agama Jawa Timur di Surabaya. Rommy bersama sejumlah orang lantas digelandang ke Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal. []

Baca juga:
Akhirnya, KPK Ungkap Mengapa Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap 

OTT Ketum PPP Romahurmuziy, Sempat Kejar-kejaran dengan Penyidik dan Ada Orang yang Dipiting

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan pihaknya menangkap Ketum PPP Romahurmuziy
Ini Deretan Kasus Korupsi yang Pernah Menyeret Nama Ketum PPP Romahurmuziy

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan pihaknya menangkap Ketum PPP Romahurmuziy

Nikolaus Siswa | Jumat, 15 Maret 2019 - 12:05 WIB

Ketua Umum partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Romahurmuziy yang juga anggota DPR itu ditangkap di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3).

Ketua KPK Agus Rahardjo mengakui saat ini proses pemeriksaan dilakukan di Polda Jawa Timur. "Benar ada giat KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Agus.

Namun Agus belum mau mengungkapkan penangkapan ini terkait kasus apa. "Tunggu konferensi pers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," ujarnya.

Sebelum kasus ini terjadi, Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, sudah beberapa kali dipanggil KPK. Pada 23 Agustus 2018, Romy pernah diperiksa KPK untuk kasus suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018. Romi diperiksa untuk tersangka Yaya Purnomo selaku mantan pejabat Kementerian Keuangan.

Romi diperiksa soal uang Rp1,4 miliar yang ditemukan di rumah Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono.

"Ya, ditanya soal penyitaan uang di salah satu rumah fungsionaris PPP, dan saya memang tidak tahu, karena yang bersangkutan kan menjalankan bisnis-bisnis yang di luar urusan partai," kata Romi usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).

Tak hanya itu, Romi juga dikonfirmasi seputaran tugas pokok dan fungsinya sebagai orang nomor satu di partainya tersebut. Mengingat, uang Rp1,4 miliar itu ditemukan disalah satu anggotanya.

"Tentu ini ditanyakan, karena ada fungsionaris PPP (Wabendum PPP) yang sebelumnya juga sudah diperiksa, sehingga saya ditanya tentang tugas pokok dan fungsi yang bersangkutan," tutur Romi.

Dalam pengembangan kasus ini, penyidik sebelumnya melakukan penggeledahan di kediaman Puji Suhartono di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan pada 31 Juli, penyidik menyita uang senilai Rp1,4 miliar dalam bentuk pecahan Dolar Singapura‎. Barang yang disita tersebut diduga kuat berkaitan dengan perkara suap ini.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018. Mereka adalah Anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono, Ahmad Ghiast dua lagi adalah PNS Kemenkeu, Yaya Purnomo dan Eka Kamaluddin diduga perantara suap.

Selain itu, Romi juga pernah diperiksa KPK dalam kasus alih fungsi hutan di Riau pada 18 November 2014. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya itu dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Gulat Medali Emas Manurung.

Baca juga:
Akhirnya, KPK Ungkap Mengapa Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap 

OTT Ketum PPP Romahurmuziy, Sempat Kejar-kejaran dengan Penyidik dan Ada Orang yang Dipiting