Pembagian sembako tersebut inisiatif Fraksi PDIP sebagai langkah nyata membantu warga.
PDIP Klaim Serangan Sembako Bergambar Puan Langkah Nyata Membantu Warga

Pembagian sembako tersebut inisiatif Fraksi PDIP sebagai langkah nyata membantu warga.

Ind | Jumat, 24 Desember 2021 - 08:40 WIB

Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana menyebar paket sembako. Serangan paket sembako dengan tas bergambar Puan Maharani rencananya dilakukan pada 25 Desember 2021-5 Januari 2022.

Anggota Fraksi PDIP DPR RI diwajibkan membagikan paket sembako dengan tas bergambar Puan Maharani kepada warga di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Anggota F-PDIP DPR, Hendrawan Supratikno pada Kamis kemarin menjelaskan soal wajib membagikan sembako kepada warga. Tas sembako yang dibagikan wajib bergambar Puan Maharani dibuat seragam.

"Dibuat seragam dengan foto Mbak Puan Maharani sebagai Ketua DPR/Pembina Fraksi, dan foto anggota yang bersangkutan," kata Hendrawan kepada wartawan.

Berdasarkan informasi yang diterima, anggota biasa F-PDIP wajib membagikan 2.000 bingkisan, masing-masing berisi 5 kg beras premium. Sedangkan kapoksi F-PDIP wajib membagikan 8.000 bingkisan, masing-masing berisi 5 kg beras premium.

Pimpinan komisi F-PDIP wajib membagikan 10.000 bingkisan, masing-masing berisi 5 kg beras premium. Pembagian sembako tersebut inisiatif Fraksi PDIP sebagai langkah nyata membantu warga.

"Fraksi PDI-P DPR-RI melakukan inisiatif kongkret sebagai rangkaian ekspresi solidaritas kepada struktur partai dan masyarakat. Ini bagian dari program gotong royong berskala besar (PGRBB) yang berkali-kali kami suarakan. Kali ini program tersebut berupa pembagian beras/sembako," ujar Hendrawan.

Pembagian sembako, menurut Hendrawan, sebelumnya dilakukan secara perorangan, tapi kali ini dilakukan secara serentak. Ada 128 anggota F-PDIP yang wajib membagikan sembako di dapil masing-masing dengan tas bergambar Puan Maharani.

Sembako tersebut harus disampaikan langsung oleh masing-masing anggota F-PDIP dan disebut sebagai 'Sumbangan Puan Maharani'.

"Pada kapasitas orang-per-orang, kegiatan tersebut sudah banyak dilakukan anggota fraksi. Kali ini dilakukan bersama-sama di masa reses. Dengan demikian harus dilakukan koordinasi yang rapi, karena ada sejumlah anggota di dapil yang sama. Kami berharap efektivitas bantuan menjadi lebih baik, dengan jangkauan yang lebih merata," kata Hendrawan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai sebagai penerus konsep yang diusung Presiden Soekarno (Bung Karno). Keduanya juga dinilai mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Presiden Jokowi. 
Ganjar-Puan Penerus Estafet Kepemimpinan Jokowi, Ini Analisanya

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai sebagai penerus konsep yang diusung Presiden Soekarno (Bung Karno). Keduanya juga dinilai mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Presiden Jokowi. 

Triaji | Rabu, 29 Desember 2021 - 21:57 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai sebagai penerus konsep yang diusung Presiden Soekarno (Bung Karno). Keduanya juga dinilai mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Presiden Jokowi. 

"Keduanya merupakan penerus konsep Bung Karno mencakup spirit Pancasila dan Trisakti yang menginginkan Indonesia berdaulat di bidang politik, ekonomi dan berprikebadian dalam budaya," kata Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar - Puan, Mochtar Mohammad di Jakarta, Rabu (29/12/21). 

Mochtar menilai, perolehan suara PDI Perjuangan di pemilu 2024 melebihi raihan suara pada Pemilu 2019 yang diperkirakan di atas 40 persen. Indikator itu dilihat dari sejumlah wilayah di Jawa Barat yang beralih menjadi basis suara PDIP.

Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2021, kata dia, Kabupaten Indramayu yang semula didominasi Partai Golkar kini bergeser ke PDI Perjuangan hingga 48% dan Kabupaten Pangandaran sebesar 50%. 

"Dua kabupaten di Jabar yang sebelumnya dikuasai Golkar kini bergeser ke PDIP Perjuangan," jelasnya.

Seperti diketahui, hasil survei terbaru SMRC bertajuk “Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional” yang dirilis secara online pada Selasa, 28 Desember 2021 di Jakarta menyebutkan, dukungan publik pada PDIP yang mengungguli partai-partai lain tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Joko Widodo dan Ganjar Pranowo.

Survei SMRC ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Jumlah sample awal 2420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2.062 atau 85%. Margin of error survei diperkirakan sebesar ± 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). 

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam presentasinya menunjukan, dukungan publik pada PDIP bertahan pada posisi teratas dengan raihan 25,2%. Angka ini membuat PDIP menjadi satu-satunya partai dengan elektabilitas yang melampaui perolehan suara pada Pemilu 2019 yakni 19,3%. 

Menurut Abbas dikutip Sindonews, kenaikan suara PDIP yang signifikan, dari 14,03% pada Pemilu 2009 ketika Jokowi belum muncul dalam politik nasional menjadi 19,3% pada Pemilu 2019 dan cenderung bertahan bahkan menguat di posisi teratas ditunjang oleh kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi dan kesukaan publik pada Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP. 

Abbas menambahkan, pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi setelah Pemilu 2014 jauh lebih banyak dibanding dengan yang tidak puas. Abbas dalam surveinya juga membuktikan bahwa PDIP tanpa Jokowi pada Pemilu 2014 akan mendapat suara kurang dari 14%. 

Hal serupa terjadi pada Pemilu 2019, Jokowi memberi pengaruh positif dan signifikan pada elektabilitas PDIP. Tanpa Jokowi, partai ini akan mendapat suara kurang dari hasil Pemilu, 19,3%. 

Selain Jokowi, PDIP juga memiliki tokoh yang disukai pemilih yakni Ganjar Pranowo. Kuatnya PDIP tidak bisa dipisahkan dengan Ganjar Pranowo. Dalam survei tersebut, 46% pemilih PDIP beririsan dengan pemilih Ganjar Pranowo, dan hanya 10% yang beririsan dengan Puan Maharani.

 

Karena itu, Jamiluddin menyarankan Putri Megawati Soekarnoputri itu untuk mengambil merketing politik yang lebih bagus
Meski Pasang Ratusan Baliho, Elektabilitasnya tak Juga Terdongkrak! Pengamat Sarankan Puan Cari Marketing Politik yang Bagus

Karena itu, Jamiluddin menyarankan Putri Megawati Soekarnoputri itu untuk mengambil merketing politik yang lebih bagus

Rayu | Sabtu, 25 Desember 2021 - 09:25 WIB

Pengamat Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin menilai langkah Ketua DPR RI Puan Maharani dalam mendongkrak elektabilitasnya kurang tepat. Menurutnya, langkah politik Puan seperti menyiram air digurun pasir, air habis semua. Akan tetapi tidak membekas.

Hal tersebut disampaikan Jamiluddin merespon langkah Puan, mulai dari memasang baliho di Gunung Semeru hingga membagikan sembako dengan gambar dirinya.

“Seperti menyiram air di gurun pasir. Airnya habis, tapi tidak membekas,” kata Jamiluddin, Jumat (24/12/2021).

Lebih Jamiluddin mengatakan, hal tersebut dilakukan Puan tidak lain hanya untuk mendongkrak elektabilitasnya.

“Semuanya dilakukan untuk mendongkrak elektabilitas untuk menuju Pilpres 2024 mendatang,” tuturnya.

Jamiluddin mengatakan, untuk mendongkrak elektabilitas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu tidak semudah membalikan telapak tangan.

Pasalnya, elektabilitas Puan terhitung masih rendah ketimbang para calon presiden yang lain. Seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Menteri Pertahanan (Menhan), Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Meningkatkan elektabilitas Puan tampaknya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jadi meski memasang ratusan baliho di mana-mana, dan terakhir memasang baliho di jalan menuju lokasi meletusnya Gunung Semeru, ditambah pembagian sembako, buktinya tidak mendongkrak,” ungkapnya.

Karena itu, Jamiluddin menyarankan Putri Megawati Soekarnoputri itu untuk mengambil merketing politik yang lebih bagus. Hal tersebut untuk mendongkrak elektabilitas Puan Maharani yang masih rendah ketimbang Capres lainnya.

“Pendekatan seperti itu kurang pas bagi masyarakat kebanyakan di Indonesia. Masyarakat Indonesia, terutama kelas bawah,” tandas Jamiluddin.
 

Dalam survei ini ditemukan bahwa tingkat kedikenalan Ganjar Pranowo masih di sekitar 67 persen, sementara Prabowo Subianto sudah 96 persen, dan Anies Baswedan sebesar 86 persen.
Survei SMRC Siapa Capres yang Disukai Pemilih: Ganjar, Prabowo, dan Anies Bersaing Ketat

Dalam survei ini ditemukan bahwa tingkat kedikenalan Ganjar Pranowo masih di sekitar 67 persen, sementara Prabowo Subianto sudah 96 persen, dan Anies Baswedan sebesar 86 persen.

Triaji | Kamis, 30 Desember 2021 - 23:53 WIB

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam opini publik bertajuk “Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional” menyebutkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo paling disukai oleh pemilih Indonesia.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas dalam dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (30/12) mengemukakan di antara 17 nama tokoh, Ganjar Pranowo paling disukai.

Bahkan dari yang tahu, ada 86 persen yang menyatakan suka pada Ganjar. Tingkat kesukaan publik pada Ganjar ini jauh di atas Prabowo (disukai 71 persen dari yang tahu). Sementara Anies Baswedan sebesar 74 persen.

SMRC mengungkapkan pelaksanaan survei ini dilakukannya pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Pada jumlah sample awal 2420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Dari hasil tersebut diperoleh response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2062 atau 85 persen.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Abbas menjelaskan dengan keadaan tersebut akan membuat Ganjar lebih unggul ketika kedikenalannya naik secara signifikan.

Dalam survei ini ditemukan bahwa tingkat kedikenalan Ganjar Pranowo masih di sekitar 67 persen, sementara Prabowo Subianto sudah 96 persen, dan Anies Baswedan sebesar 86 persen.

Dari Oktober 2020 ke Desember 2021, awareness atau kedikenalan pada Ganjar naik dari 54 persen menjadi 67 persen (naik 13 persen).

“Peningkatan awareness ini yang membuat elektabilitas Ganjar naik paling signifikan karena Ganjar adalah tokoh yang paling disukai,” papar Abbas.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar - Puan, H. Mochtar Mohamad, mengatakan pada Survei SMRC Desember 2021 di basis Gerindra Jawa Barat tergeser oleh PDI Perjuangan dan Golkar yang pada saat 2019 memimpin.

"Pada Pileg 2019 PDI Perjuangan 14,3 persen naik 20,3 persen Desember 2021. Pileg 2019, Golkar 13,3 persen naik 16,7 persen Desember 2021, sedangan Pileg 2019, Gerindra 17,6 persen turun 15,8 peesen," katanya.

Di sisi lain, kurva naik Ganjar - Puan tidak akan terbendung lagi karena dianggap PDI Perjuangan berhasil dalam proses Kaderisasi dan Penataan Organisasi.

"Pasangan Ganjar - Puan dianggap mampu membangun Konstruksi Indonesia Berdikari yang pondasinya sudah dimulai oleh Presiden Jokowi," terangnya.

Ia menambahkan, Ganjar mampu menjadi magnit sweng voter, Puan Maharani mampu mengelola strong voter PDI Perjuangan. Apalagi kalau Ganjar Pranowo diangkat di Kabinet Jokowi di tahun 2022.

"Sedangkan pesaing utamanya Anies selesai masa jabatannya di 2022 dan Prabowo Subianto terjebak di Kabinet Jokowi yang secara politik sulit bergerak," katanya.

Pemilih PDI Perjuangan memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pilihannya.
51 Persen Pemilih PDIP Pilih Ganjar Pranowo Sebagai Capres, Puan Hanya 4 Persen

Pemilih PDI Perjuangan memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pilihannya.

Triaji | Selasa, 28 Desember 2021 - 20:53 WIB

Pemilih PDI Perjuangan memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pilihannya. Angka ini terekam dalam survei kolaborasi Politika Research & Consulting dan Parameter Politik Indonesia.

Dari basis pemilih PDIP sebanyak 19,2 persen, 51 persennya memilih Ganjar sebagai pilihan calon presiden. Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani hanya dipilih 4 persen dari pemilih partai banteng.

Menurut Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting, Rio Prayogo, Ganjar cukup bisa mengamankan suara PDIP.

"Bagaimana Ganjar pranowo bisa mengamankan suara PDIP, misalnya dibandingkan dengan Puan Maharani yang hanya 4 persen. Ganjar mendapatkan di internal PDIP setidaknya responden yang terafiliasi dengan atau yang sudah memilih PDIP di pemilu sebelumnya, 51 persen memberikan suaranya kepada Ganjar Pranowo," ujar Rio saat memaparkan hasil survei, Senin (27/12).

Selain itu, Ganjar juga kuat di pemilih dengan basis di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bahkan di Jawa Timur, Ganjar juga unggul dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Jadi Jateng, DIY itu adalah basis tradisional PDIP. Jokowi juga sangat kuat kemarin di situ, itu kemudian Ganjar bisa memantapkan dirinya di sana sampai ke 47 persen," ujar Rio.