Entitas memungkinkan pemilik untuk menyembunyikan identitas mereka dari publik dan terkadang dari regulator.
Pandora Papers 'Tsunami' yang Mengungkap Skandal Rahasia Kekayaan Pemimpin Dunia

Entitas memungkinkan pemilik untuk menyembunyikan identitas mereka dari publik dan terkadang dari regulator.

Nissa | Senin, 04 Oktober 2021 - 14:53 WIB

Pandora Papers kembali menjadi perbincangan dunia. Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) baru saja merilis Pandora Papers yang berisi bocoran atas 11,9 juta rekam dokumen dari 14 perusahaan keuangan berbeda di dunia.

Investigasi yang dilakukan oleh ICIJ didasarkan pada kebocoran data atas catatan rahasia dari 14 perusahaan penyedia layanan offshore atau lintas batas profesional kepada individu dan perusahaan kaya yang ingin menggabungkan perusahaan cangkang, perwalian, yayasan, dan entitas lain di wilayah bebas pajak.

Entitas memungkinkan pemilik untuk menyembunyikan identitas mereka dari publik dan terkadang dari regulator. Seringkali, penyedia membantu mereka membuka rekening bank di negara-negara dengan peraturan keuangan yang ringan.

Dikutip dari laman ICIJ Senin (4/10/2021) dilaman kompas.com, Pandora Papers disebut sebagai 'tsunami' yang mengungkap rahasia kekayaan dari orang-orang kaya di dunia, di lebih dari 200 negara dan wilayah di dunia.

Orang-orang yang namanya disebutkan di dalam Pandora Papers telah melakukan tindak penggelapan pajak, termasuk di dalamnya lebih dari 330 politisi, 130 miliarder dunia yang masuk di daftar Forbes, selebriti, pelaku tindak pidana pencucian uang, pedagang obat terlarang, hingga keluarga kerajaan serta pemuka agama dunia.

Dilansir dari BBC dijelaskan, nama pemimpin dunia yang namanya terseret dalam laporan tersebut yakni Raja Yordania, Abdullah II.

Di dalam laporan Pandora Papers dijelaskan, Abdullah II telah membentuk jaringan perusahaan untuk membelanjakan properti senilai 70 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,35 triliun (kurs Rp 19.300) di Inggris dan di Amerika.

Selain itu, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis juga dicatut dalam laporan skandal pajak Pandora Papers. Ia yang juga merupakan orang terkaya di negara itu, diketahui tak melaporkan investasi sebesar 22 juta dollar AS atau sekitar Rp 312,4 miliar di sebuah shell company (perusahaan cangkang) yang ia gunakan untuk membeli properti berupa kastil yang juga dikenal dengan Chateu Bigaud di Prancis.

Baca juga: Kebocoran Pandora Papers Ungkap Uang Perusahaan Cangkang hingga Rp 456.817 Triliun

Selain itu, ada pula nama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Ia bersama dengan istrinya, Cherie Blair, menghindari pembayaran pajak sebesar 400.000 dollar AS atau sekitar Rp 5,68 miliar dengan membeli perusahaan yang memiliki properti atas sebuah bangunan dari keluarga Menteri Pariwisata dan Industri Bahrain kala itu, Zayed bin Rashid Al-Zayani.

Ada pula keluarga Presiden Kenya Uhuru Kenyatta yang dilaporkan memiliki perusahaan dengan nilai saham dan obligasi setara dengan sektiar 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 426 miliar.

BBC menyimpulkan, laporan Pandora Papers tersebut mengungkap nama-nama orang terpenting di dunia, yang menggunakan perusahaan off shore rahasia untuk menyembunyikan kekayaan mereka.

"Orang-orang ini mampu untuk menyalurkan, menyedot, dan menyembunyikan uang mereka lewat perusahaan yang tak dikenal namanya," ujar Lakshmi Kumar dari Global Financial Integrity.

Dokumen Pandora Papers berisi kekayaan rahasia para elit dunia, mulai dari pemimpin, politisi berpengaruh, miliarder, selebritas, hingga nama beken di dunia sepak bola. Siapa saja mereka?
Ngeri! Pandora Papers Juga Seret Nama-nama Beken di Dunia Sepak Bola, Siapa Saja?

Dokumen Pandora Papers berisi kekayaan rahasia para elit dunia, mulai dari pemimpin, politisi berpengaruh, miliarder, selebritas, hingga nama beken di dunia sepak bola. Siapa saja mereka?

Ind | Selasa, 05 Oktober 2021 - 09:25 WIB

Pandora Papers membocorkan sekitar 12 juta file berupa dokumen, foto, dan email yang mengungkap harta tersembunyi, penggelapan pajak, serta kasus pencucian uang.

Lebih dari 600 jurnalis di 117 negara terlibat dalam proses pengolahan dokumen dari 14 sumber perusahaan keuangan berbeda selama berbulan-bulan.

Data tersebut diperoleh oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional di Washington DC, dan telah bekerja dengan lebih dari 140 organisasi media untuk investigasi tersebut.

Dokumen Pandora Papers berisi kekayaan rahasia para elit dunia, mulai dari pemimpin, politisi berpengaruh, miliarder, selebritas, hingga nama beken di dunia sepak bola. Siapa saja mereka?

Menurut El Pais dan La Sexta, nama Pep Guardiola terseret dalam dokumen Pandora Papers. Manajer Manchester City itu dilaporkan punya rekening di Andorra sampai 2012.

Guardiola diklaim tidak melaporkan rekening gironya ke Badan Pajak Spanyol, di mana ia sempat mendapat pengampunan pajak di masa pemerintahan Mariano Rajoy.

Sumber dekat Guardiola menyebut, Guardiola punya akun di Banca Privada d'Andorra, yang berisi gajinya selama berkarier di Al-Ahli.

Kemudian, Guardiola menggelapkan keuntungannya sebesar 500 ribu Euro, yang didapat dari pengampunan pajaknya. Eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu kemudian mendaftar ke perusahaan investasi di Panama bernama Repox Investment pada 2007-2012, periode melatih Barcelona, untuk mengamankan keuangannya.

Selain Guardiola, nama Carlo Ancelotti juga terseret. Pelatih Real Madrid itu juga terseret masalah pajak, yang terungkap dalam dokumen Pandora Papers.

Kemudian, beberapa nama juga muncul. Di antaranya pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino, dan winger PSG, Angel Di Maria, mantan pemain Argentina, Javier Mascherano juga diklaim terseret Pandora Papers.

Banyaknya pesepakbola yang terseret Pandora Papers, mengingatkan pada laporan serupa yang dirilis pada 2016, Panama Papers. Ketika itu, Lionel Messi bahkan Gianni Infantino, mantan presiden FIFA periode 2016-2019, terseret skandal yang sama.

Setelah Panama paper, Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) kembali merilis dokumen menghebohkan bernama Pandora Papers.  Skandal pajak baru?
Setelah Panama Papers Muncul Pandora Papers, Dokumen Skandal Pajak Seret Menko Luhut Saat Jadi Bos Petrocapital

Setelah Panama paper, Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) kembali merilis dokumen menghebohkan bernama Pandora Papers. Skandal pajak baru?

Nanda Alisya | Senin, 04 Oktober 2021 - 20:02 WIB

Betul sekali. Dokumen Pandora Paper ini mengungkap skandal pajak terbesar dunia pada Minggu (3/10/2021). Dalam laporan tersebut dicatut setidaknya 35 pemimpin negara dan ratusan pejabat hingga artis dunia. Laporan investigasi tersebut melibatkan 600 jurnalis dari berbagai media, laporan dibuat berdasarkan bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.

Dari Indonesia, salah satu nama yang terseret adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Dalam laporan disebutkan Luhut sempat menjabat di salah satu perusahaan cangkang (shell company) yang terdaftar di Panama.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Luhut Jodi Mahardi membenarkan bahwa Menko Luhut sempat menjabat sebagai Direkut Utama Petrocapital S.A. pada 2007 hingga 2010.

Menurut dia, perusahaan didirikan berdasarkan hukum Republik Panama bersama Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil pada 2006. Jodi juga menyebut perusahaan yang bergerak di bidang migas tersebut bermodal awal senilai US$5 juta atau setara Rp71,5 miliar (kurs Rp14.300. "Bapak Luhut B Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada 2007 hingga pada 2010," katanya lewat rilis tertulis, dikutip dari CNNIndonesia, Senin (4/10/2021).

Lebih lanjut, Jodi menyebut perusahaan sejatinya direncanakan akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait seperti lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi, membuat Luhut mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis di Indonesia. "Selama Bapak Luhut B. Pandjaitan menjabat di Petrocapital sampai dengan mengundurkan diri pada 2010, Petrocapital belum berhasil untuk mendapatkan proyek investasi yang layak," tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan tidak ada kerjasama antara perusahaan cangkang tersebut dengan perusahaan migas negara. Ia juga membantah perusahaan sempat berubah nama dari Petrocapital menjadi Pertamina Petrocapital SA.

Sebagai informasi, Pandora Papers mengungkap nama-nama besar yang menyembunyikan kewajiban pajaknya dari publik dengan membentuk perusahaan cangkang di negara bebas pajak seperti Republik Panama.

ICIJ juga sebelumnya merilis laporan Panama Papers yang sempat membuat geger dunia akan skandal pajak pejabat serta elit dari berbagai negara di dunia.

Sejauh ini ICIJ telah mengungkap beberapa nama seperti Raja Yordania Abdullah II, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, hingga selebritas Shakira.

Pandora Papers berisi bocoran laporan finansial dan kesepakatan bisnis yang mengungkap kepemilikan aset dan perusahaan cangkang di negara suaka pajak.
Nama Luhut Masuk Pandora Papers, Jubir Blak-blak Soal Perusahaan Panama Petrocapital

Pandora Papers berisi bocoran laporan finansial dan kesepakatan bisnis yang mengungkap kepemilikan aset dan perusahaan cangkang di negara suaka pajak.

Nissa | Senin, 04 Oktober 2021 - 17:25 WIB

Sejumlah nama pesohor negeri tercantum dalam Pandora Papers. Pandora Papers berisi bocoran laporan finansial dan kesepakatan bisnis yang mengungkap kepemilikan aset dan perusahaan cangkang di negara suaka pajak.

Dokumen yang disebut Pandora Papers itu kemudian menjadi sorotan publik di Indonesia lantaran belakangan diketahui memuat nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Bantahan Luhut

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, angkat bicara terkait kumpulan data lepas pantai (offshore) terbesar yang bocor dalam sejarah, yang dijuluki Pandora Papers atau Dokumen Pandora.

Laporan tersebut mencatut nama Luhut yang dikaitkan dengan perusahaan asal Republik Panama, yaitu Petrocapital S.A. Jodi membenarkan bahwa Luhut sempat menjadi Direktur Utama pada perusahaan itu pada 2007-2010.

"Bapak Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada tahun 2007 hingga pada tahun 2010," kata Jodi kepada IDN Times, Senin (4/10/2021).

Jodi juga mengatakan selama Luhut menjabat di Petrocapital sampai dengan mengundurkan diri pada tahun 2010, Petrocapital belum berhasil untuk mendapatkan proyek investasi yang layak karena banyak kendala sehingga Luhut mundur pada 2010.

"Selain itu juga tidak ada kerjasama dengan perusahaan minyak dan gas negara, dan tidak pernah ada perubahan nama dari Petrocapital menjadi Pertamina Petrocapital SA," ujarnya.

Petrocapital

Petrocapital S.A. adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republic Panama. Kata Jodi, perusahaan ini didirikan pada tahun 2006 oleh Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil. Petrocapital memiliki modal disetor senilai 5 juta dolar AS yang salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi.

Perusahaan ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

"Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi, sehingga Bapak Luhut memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis beliau yang ada di Indonesia," papar Jodi.