Setelah Presiden mengaku kaget dengan lonjakan harga tiket pesawat, muncul ide mengatur ulang harga avtur. Tapi belum ada titik temu.
Avtur Mahal, Presiden Kaget, Solusinya Apa?

Setelah Presiden mengaku kaget dengan lonjakan harga tiket pesawat, muncul ide mengatur ulang harga avtur. Tapi belum ada titik temu.

YUSWARDI A SUUD | Jumat, 15 Februari 2019 - 17:45 WIB

Berdiri di hadapan para pengusaha yang terhimpun dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Presiden Joko Widodo melontarkan pernyataan menggelitik. 

"Berkaitan dengan harga (tiket) pesawat, saya terus terang kaget," kata Presiden Jokowi pada Senin malam awal pekan ini. 

Pernyataan itu disampaikan menanggapi keluhan Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukandi. Hariyadi bilang, tingginya harga tiket pesawat telah memukul industri perhotelan. Dari pertengahan Januari hingga pertengahan Februari 2019, tingkat hunian hotel-hotel dan restoran anjlok 20-40 persen seiring mahalnya ongkos pesawat. Ditambah lagi, ada maskapai yang memberlakukan bagasi berbayar. 

Salah satu biang keladi tingginya harga tiket pesawat lantaran harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional. Maklum, harga avtur ini menyumbang 40 persen dari total komponen harga tiket pesawat. 

"Kalau ini terus-terusan, nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat. Karena harga avtur itu menyangkut 40% dari cost yang ada di tiket pesawat. Besok saya panggil saja," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga membuka opsi bagi perusahaan swasta untuk masih ke bisnis avtur. Menurutnya, selama ini bisnis avtur dimonopoli Pertamina. 

"Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur disitu dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen," ujar Jokowi.

Selisih harga avtur di dalam negeri dan internasional yang terpaut jauh, kata Jokowi, harus dibenahi agar tercipta daya saing yang sehat dan akhirnya harga tiket maskapai menjadi kompetitif.

Sebagai perbandingan, data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS), mencatat rata-rata harga aviation turbine fuel (ATF/Avtur) di Indonesia berkisar US$2,19 hingga US$2,46 per galon.

Ini membuat Indonesia berada di posisi ke empat di kawasan Asia Tenggara. 

Harga avtur termurah ada di Singapura dengan harga US$2,07 per galon. Diikuti Malaysia US$2,12, dan Vietnam US$2,21 - US$2,39. Sementara harga avtur termahal ada di Timor Leste, yakni US$3,99.

Cuma bedanya perbedaan paling utama di pajak, di kita kan kena PPN, di sana tidak kena."

Pada Rabu, 13 Februari 2019, Jokowi memanggil jajaran menteri perekonomian membahas harga avtur.  Dalam pertemuan itu, Jokowi memerintahkan agar harga avtur dikaji ulang sebelum diputuskan. 

"Baru saya perintah tadi, untuk melihat, membuat perhitungan, membuat kalkasi, ada opsi-opsi seperti apa. Baru sampaikan kepada saya," kata Jokowi.

Hadir dalam rapat itu Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menko Perekonomian Darmin Nasution, hingga Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Pilihannya satu, harga bisa sama dengan harga internasional atau tidak? Kalau gak bisa, saya akan masukan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi," tegas Jokowi.

Usai rapat, Menteri BUMN Rini Sumarno mengatakan harga avtur Indonesia sebenarnya tak jauh beda dengan Singapura. 

"Cuma bedanya perbedaan paling utama di pajak, di kita kan kena PPN, di sana tidak kena," kata Rini. 

Rini pun berencana mengusulkan ke Kementerian Keuangan agar PPN avtur dihapus. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan Kementerian Keuangan masih mengkaji soal usulan tersebut. Hingga saat ini belum ada keputusannya. 

Kata Darmin, prinsip PPN terhadap barang apapun termasuk avtur memag hanya berlaku untuk proses perdagangan dan penggunaan di dalam negeri. Namun, PPN tidak berlaku bagi proses ekspor barang apapun termasuk avtur. Artinya, jika pihak asing membeli suatu barang dari Indonesia, mereka bisa mengklaim ke kantor pajak untuk pengembalian PPN. 
 

Jangan Ada Dusta 

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya justru menantang Pertamina untuk buka-bukaan terkait harga avtur. Sebab, Pertamina bersikukuh sudah menjual avtur dnegan harga kompetiti. 

"Kita bisa melihat semua itu secara detail dan kita sama-sama buka buku lah sehingga tidak ada dusta di antara kita," ujar Budi dalam sebuah wawancara di stasiun televisi, Kamis, 14 Februari 2019. 

Menurut Budi, dengan begitu bisa menjadi solusi bagi Pertamina maupun pihak maskapai agar tak ada yang merugi. 

"Saya pikir saya tidak akan mengatakan Pertamina melakukan suatu monopoli dengan harga tertentu, tetapi secara sendiri diharapkan Pertamina manage itu," kata Budi Karya. 

Tentang keinginan Presiden Jokowi yang ingin melibatkan swasta dalam jual beli avtur, Budi menyebutnya sebagai langkah positif. Dengan begitu, harga bisa menjadi lebih kompetitif. 

Namun, masih ada aspek keterjangkauan. Bagaimana agar kebutuhan avtur tersalurkan merata hingga ke daerah. 

"Satu sisi kompetisi bagus, tetapi bagaimana distribusi bahan bakar bisa tercapat di seluruh tempat," kata Budi. 

Wapres Jusuf Kalla juga ikut bicara. Menurut JK, Pertamina menjadi satu-satunya penyedia avtur di bandara lantaran penyalur harus punya fasilitas di bandara. 

"Sekarang kan tidak ada perusahaan lain yang punya," kata JK. 

"Jadi, saya kira kalau mobil ada alternatif lain seperti Shell, Total. Bandaranya mestinya bisa juga, tetapi (mereka) harus investasi di bandara," tambahnya. 

Adapun Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Djoko Siswanto mengatakan sementara ini pasar penjualan avtur belum dibuka untuk badan usaha lain meski pun tidak ada larangannya. 

Penyebabnya, kata Djoko, karena belum ada izin dari badan usaha BBM lain selain Pertamina untuk menjual avtur ke maskapai penerbangan. 

"Urutannya kan mereka dapat izin dulu dari bandara. Nah, dia kan harus jual itu ke pesawat, di landasan. Penguasa bandara kan ada juga, dia harus di situ kan. Nah dapat izin tidka? kalau sudah dapat izin ya tidak ada masalah," kata Djoko. 

"Percuma kalau kami kasih izin tapi dia tidak bisa bangun (fasilitas penunjang) di bandara. Apa bisa pesawat mengisi di luar bandara? Kan tidak bisa," tambah Djoko. 

Jadi, sebenarnya harga avtur bisa diturunkan gak, sih? Masyarakat butuh solusinya! [] 

 

Untuk penyediaan infrastruktur pengisian bahan bakar avtur di bandara harus ada kesepakatan dengan operator bandara.
Menhub Dukung Penyedia Avtur Selain Pertamina

Untuk penyediaan infrastruktur pengisian bahan bakar avtur di bandara harus ada kesepakatan dengan operator bandara.

ARDI ALI | ANTARA | Jumat, 15 Februari 2019 - 05:30 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai perlu adanya perusahaan penyedia avtur lain selain PT Pertamina (Persero) agar lebih kompetitif. Mekanismenya diserahkan ke Angkasa Pura selaku pengelola bandara.

"Betul, perlu," kata Budi seperti dilansir Antara, Kamis, 14 Februari 2019.

Namun,  kata Budi, untuk penyediaan infrastruktur pengisian bahan bakar avtur di bandara harus ada kesepakatan (business to business) dengan operator bandara, dalam hal ini, PT Angkasa Pura I dan II dan tidak perlu adanya izin Kemenhub.

"B to B saja antara AP II dengan swasta kita serahkan ke pengelola bandara," katanya.

Menurut dia, pesaing tidak diperlukan apabila harga sudah kompetitif, namun saat ini Pertamina disebut-sebut melakukan monopoli terhadap harga avtur.

"Jadi saya pikir yang berwenang untuk menyatakan itu korporasi dan Kementerian BUMN. Bagi saya kalau harganya sudah benar kan gak perlu, kecuali ada disparitas harga, maka diperlukan," katanya.

Salah satu perusahaan menyatakan diri sedang bersiap masuk ke bisnis avtur adalah PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). 

Corporate Secretary and Head of Investor Relations AKR Ricardo Silaen mengatakan, pihaknya sedang bersiap masuk ke bisnis avtur, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Plan bisnisnya juga sudah ada. Yakni, membentuk perusahaan joint venture dengan BP Indonesia.

Kata Ricardo, AKR memilih berbisnis avtur tahun ini karena peluangnya masih cukup menggiurkan. Ricardo bilang, pihaknya akan memulai bisnis avtur pada semester I 2019.

"Perkembangan transportasi dan travel tumbuh double digit, pertumbuhan penumpang pesawat terbang juga double digit. Selain itu, pemerintah juga terus mengembangkan sektor parwisata. kami lihat peluang dan marketnya tumbuh besar," kata Ricardo. 

(Selengkapnya klik: Presiden Buka Peluang, Perusahaan Ini Siap Masuk ke Bisnis Avtur)

Harga avtur yang dinilai tinggi juga ditengarai sebagai penyebab harga tiket melonjak karena avtur memakan porsi 40 persen dari biaya operasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti juga mengimbau maskapai apabila harga avtur sudah turun, maka maskapai wajib menurunkan harga tiket.

Garuda Indonesia dilaporkan telah menurunkan harga tiket 20 persen untuk semua rute dan Citilink Indonesia juga menunda pemberlakuan bagasi berbayar sesuai instruksi Kemenhub.[]

Presiden membuka kesempatan pihak lain di luar Pertamina untuk menjual avtur di Indonesia.
Harga Avtur di Singapura, Malaysia & Vietnam Lebih Murah Dibanding RI, Ini Buktinya

Presiden membuka kesempatan pihak lain di luar Pertamina untuk menjual avtur di Indonesia.

Nikolaus Siswa | Kamis, 14 Februari 2019 - 15:38 WIB

Mahalnya harga avtur di Indonesia dituding sebagai salah satu penyebab tingginya harga tiket pesawat. Presiden Joko Widodo pun menilai tingginya harga avtur ini akibat monopoli yang dilakukan Pertamina.

Presiden Jokowi menilai, harga avtur di negara tetangga lebih murah 30 persen. Untuk itu, Presiden membuka kesempatan pihak lain di luar Pertamina untuk menjual avtur di Indonesia. Tujuannya agar harga avtur bisa bersaing.

Benarkah harga avtur di negara tetangga lebih murah dibanding RI, jika melihat data dari Aeroportos yang merujuk pada data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS), Kamis (14/2/2019), rata-rata harga aviation turbine fuel (ATF/Avtur) di Indonesia berkisar US$2,19 hingga US$2,46 per galon.

Jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, harga tersebut menempatkan Indonesia di posisi keempat. Harga avtur termurah di kawasan ini ada di Singapura dengan harga US$2,07 per galon. Diikuti Malaysia US$2,12, dan Vietnam US$2,21 - US$2,39.

Sementara harga avtur termahal ada di Timor Leste, yakni US$3,99.

Berikut daftar lengkap harga avtur di kawasan Asia Tenggara:
1. Singapura US$2,07
2. Malaysia US$2,12
3. Vietnam US$2,21 - 2,39
4. Indonesia US$2,19 - 2,46
5. Thailand US$2,15 - 2,55
6. Brunei Darussalam US$2,40
7. Laos US$2,57
8. Filipina US$2,60
9. Myanmar US$2,76
10. Kamboja US$2,76
11. Timor Leste US$3,99  
Baca Juga: Harga Avtur Mahal, Ini Perbandingan Harga di Bandara-bandara RI

 Perusahaan ini bersiap masuk ke bisnis avtur, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Plan bisnisnya juga sudah ada.
Presiden Buka Peluang, Perusahaan Ini Siap Masuk ke Bisnis Avtur

Perusahaan ini bersiap masuk ke bisnis avtur, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Plan bisnisnya juga sudah ada.

ARDI ALI | Kamis, 14 Februari 2019 - 13:03 WIB

PRESIDEN Joko Widodo memberi isyarat akan membuka peluang masuknya kompetitor dalam bisnis avtur yang merupakan bahan bakar pesawat yang selama ini dimonopoli Pertamina. Menurut Jokowi, monopoli membuat harga tidak kompetitif dan berpengaruh ke harga tiket pesawat. 

“Semuanya memang harus ada kompetisi. Kalau ada kompetisi itu akan ada sebuah persaingan yang sehat. Kalau ada persaingan sehat, akan ada efisiensi di semua cost yang ada. Arahnya ke situ,” kata Presiden Jokowi, Selasa, 12 Februari 2019. 

Bak gayung bersambut, sinyal dari presiden itu disambut oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). 

Corporate Secretary and Head of Investor Relations AKR Ricardo Silaen mengatakan, pihaknya sedang bersiap masuk ke bisnis avtur, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Plan bisnisnya juga sudah ada. Yakni, membentuk perusahaan joint venture dengan BP Indonesia.

Kata Ricardo, AKR memilih berbisnis avtur tahun ini karena peluangnya masih cukup menggiurkan. 

"Perkembangan transportasi dan travel tumbuh double digit, pertumbuhan penumpang pesawat terbang juga double digit. Selain itu, pemerintah juga terus mengembangkan sektor parwisata. kami lihat peluang dan marketnya tumbuh besar," kata Ricardo. 

Ricardo bilang, pihaknya akan memulai bisnis avtur pada semester I 2019.

PT AKR Corporindo merupakan perusahaan multinasional yang bermarkas di Jakarta. Berdiri pada 28 November 1977, perusahaan ini umumnya menghasilkan berbagai macam produk bahan bakar dan gas alam.

Pada 1994, menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 

Tahun ini, AKR telah menyiapkan belanja modal sebesar US$ 25-40 juta untuk perawatan pemeliharaan (maintance) tahunan. []

Baca juga:
Avtur Mahal Bikin Tiket Pesawat Melonjak, Presiden Bakal Cari Kompetitor Pertamina

Harga avtur di bandara di Indonesia sebenarnya tak beda jauh dengan Singapura. Yang membedakan hanya komposisi pajaknya.
Harga Avtur RI Lebih Mahal Daripada Singapura? Ini Jawaban Menteri Rini

Harga avtur di bandara di Indonesia sebenarnya tak beda jauh dengan Singapura. Yang membedakan hanya komposisi pajaknya.

Nikolaus Siswa | Rabu, 13 Februari 2019 - 18:42 WIB

Harga avtur di Indonesia disebut lebih mahal dibanding negara tetangga seperti Singapura. Hal ini menyebabkan harga tiket pesawat menjadi mahal.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan kenapa harga avtur RI bisa lebih mahal. Menurutnya, harga avtur di bandara di Indonesia sebenarnya tak beda jauh dengan Singapura. Yang membedakan hanya komposisi pajaknya.

"Kita tidak beda jauh dengan Singapura. Cuma ada perbedaan paling utama pajak, di kita kan kena PPN, di sana tidak kena," tutur Rini di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Rini mengatakan, pemerintah juga tengah mengupayakan agar PPN untuk bahan bakar pesawat ini dihapuskan. Soal itu, Rini menyebut sudah diusulkan ke Kementerian Keuangan. Rini berharap PPN avtur dihapuskan agar formula biayanya sama dengan Singapura. "Harapannya dihapuskan," tutur Rini.

Mengenai pajak avtur, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan mengkaji besaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas avtur agar setara dengan negara-negara lain.

"Kalau penerapan PPN itu adalah sama, kita akan berlakukan sama. Jadi kita lihat supaya kita tidak ada kompetisi tidak sehat antara Indonesia dengan yang lainnya," kata Sri Mulyani Selasa (12/2).

Baca Juga: Harga Avtur Mahal, Ini Perbandingan Harga di Bandara-bandara RI

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan membandingkan PPN avtur di Indonesia dengan tarif di negara-negara lain. Tarif PPN ini sebelumnya dikeluhkan oleh dunia usaha karena diduga menjadi beban yang dikonversikan oleh maskapai penerbangan ke harga tiket pesawat.

"Kalau itu sifatnya adalah 'level of playing field', kita bersedia untuk membandingkan dengan negara lain, dengan Singapura, Malaysia," ujar dia.

Adapun, saat ini, PPN atas transaksi avtur untuk keperluan angkatan udara di Indonesia sebesar 10 persen. Tarif PPN tersebut sudah dibebankan sejak 2003. Sedangkan, tarif PPN atas penyerahan avtur di negara-negara tetangga di Asia Tenggara, masih berkisar satu digit.