Menurut Rizal Fadillah, tangan kuat sedang bermain. Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan yang selalu memproteksi dan membela para TKA asal China yang masuk ke Indonesia
Bela TKA China Masuk Indonesia Saat PPKM, Pemerhati Politik: Luhut Sedang Pasang Bom Waktu!

Menurut Rizal Fadillah, tangan kuat sedang bermain. Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan yang selalu memproteksi dan membela para TKA asal China yang masuk ke Indonesia

Rayu | Rabu, 07 Juli 2021 - 06:05 WIB

Kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China kembali bikin heboh. Pasalnya, mereka masuk ke Indonesia ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat baru saja digulirkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Seperti diketahui, PPKM diberlakukan karena penyebaran Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 yang semakin masif. 

Seperti biasa, masyarakat pun patuh dan bersedia hanya tinggal di rumah untuk mendukung program PPKM tersebut. Akan tetapi, konsentrasi masyarakat yang ingin mengikuti anjuran pemerintah terusik dengan masuknya TKA asal China ke Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan hari pertama PPKM diberlakukan, Sabtu (03/07/2021).

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah melalui sebuah tulisan panjangnya di sebuah website pemeritaan mengatakan, imigrasi terkesan menutup mata atau berdalih pembenaran atas operasi kedatangan TKA yang berbasis kepentingan. 

Menurut Rizal Fadillah, tangan kuat sedang bermain. Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan yang selalu memproteksi dan membela para TKA asal China yang masuk ke Indonesia.

Rizal Fadillah memaparkan berbagai statemen Luhut terkait TKA asal China yang secara masif masuk ke Indonesia sejak dua tahun berselang. 

"Berbagai pernyataan muncul. Mulai keahlian TKA China tidak dimiliki TK lokal, jangan mengganggu TKA China agar investor tidak hengkang, penolak/penyebar berhati busuk, jumlah TKA China sedikit, hingga kedatangan atas persetujuan Presiden," paparnya di tulisannya tersebut.

Rizal Fadillah bahkan membongkar bahwa nama Luhut Panjaitan tercatat di laman resmi Kemenlu China, dengan jabatan 'Koordinator Indonesia Kerjasama dengan China' atau sebutan lain 'Utusan Presiden Jokowi'.

Luhut Panjaitan juga menuliskan bahw saat melakukan kunjungan bulan Juni lalu, Luhut Pandjaitan menghadiri acara "tete-a-tete" (pertemuan antara dua orang) yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Establishing a High Level Dialogue and Cooperation Mechanism dengan Menlu Wang Yi di Beijing China.

Selama di China, tulisnya, delegasi membuat ikatan kerjasama berbagai bidang baik politik, keamanan, ekonomi, kesehatan, maupun budaya.

"Menarik beberapa kesepakatan untuk mempererat hubungan RI-RRC yang jika tidak dibuat rambu-rambu atau pengawasan serta kewaspadaan, dapat menjadi bom waktu," ujar Rizal Fadillah di dalam tulisannya yang berjudul 'Luhut Pasang Bom Waktu' tersebut.

Kesepakatan tersebut kata Rizal Fadillah antara lain adalah:

Pertama, konsolidasi solidaritas strategis untuk membangun kerjasama dalam menghadapi masa depan. Ada dimensi bahaya jangka panjang serta makna bersayap dari "konsolidasi solidaritas strategis" terutama untuk kerjasama politik, keamanan, dan juga ekonomi.

Kedua, kerjasama membangun poros maritim global Belt and Road Initiative (BRI) melalui kerjasama investasi dan pembiayaan tingkat tinggi mempercepat proyek infrastruktur.

"Betapa rawannya RI jika investasi dan pembiayaan tingkat tinggi diberikan dalam rangka BRI. Poros maritim adalah jalan memperkuat poros Jakarta-Beijing," katanya.

Ketiga, kerjasama vaksin dan layanan kesehatan terkait COVID-19. China akan membantu pembangunan pusat produksi vaksin regional.

Menurut Rizal Fadillah, proyek seperti ini dapat menciptakan ketergantungan akibat hantu pandemi. 

"Dalam pengaruh geopolitik dan bisnis dunia, maka ketergantungan itu bahaya. Apalagi dengan menolak gerakan nasionalisme vaksin," katanya.

Keempat, kerjasama maritim soal Laut China Selatan. China membantu pembangunan pusat penyimpanan ikan nasional yang bermanfaat untuk para nelayan kedua negara.

"Nelayan China yang lebih mampu menjangkau perairan Indonesia ketimbang sebaliknya. Waspada kerjasama manfaat bagi para nelayan kedua negara," tulisnya.

Kelima, pertukaran budaya dan people to people. Sesungghuhnya Indonesia lebih rawan dalam menghadapi serangan budaya China dan migrasi "people" dari daratan China. Hampir tak ada people Indonesia "tersesat" di China.

Apalagi jika ditambah dengan "memperluas interaksi antara think tank media untuk mengkonsolidasikan dukungan publik untuk pengembangan bilateral".

Di tengah banjirnya TKA China di masa pandemi, penguasaan ekonomi oleh para taipan, puja-puji kemajuan global China, ucapan selamat kepada ultah Partai Komunis China, serta klaim "kesiapan 271 juta penduduk" untuk bekerjasama erat, maka kesepakatan yang dibuat "Utusan Presiden Jokowi" di atas adalah bom waktu yang dipasang dan sewaktu-waktu dapat meledak.

"Okelah, sementara rakyat ucapkan selamat dan sukses Pak Luhut sang pejabat Koordinator Indonesia Kerjasama dengan China. Enjoy the cooperation!" pungkas Rizal Fadillah. 

Pembelaan Luhut untuk TKA China

Sebelumnya, Luhut menanggapi masuknya 20 TKA asal Cina ke Indonesia di masa PPKM Darurat. Luhut melihat fenomena masuknya TKA bukan hal yang aneh karena sesuai dengan asas resiprokal dan telah melalui prosedur kesehatan yang ketat.  

“Dunia lain lakukan itu, ya kita lakukan begitu. Enggak bisa bernegara itu lu mau, gue enggak mau. Enggak bisa begitu,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Selasa (06/07/2021).

Luhut menjelaskan semua warga negara asing (WNA) yang masuk ke Tanah Air telah melalui prosedur kesehatan di masa pandemi COVID-19.  Menurut Luhut, prosedur ketibaan orang asing tersebut juga diterapkan oleh hampir semua negara di dunia.

Adapun prosedur bagi orang asing masuk ke Indonesia ialah harus telah menjalani vaksinasi hingga dosis kedua. 

“Jadi tidak boleh orang datang ke Indonesia belum dapat kartu vaksin dua kali,” ujar Luhut.

Sebelum datang ke Indonesia, WNA pun wajib menjalani tes swab PCR. Orang asing yang boleh melanjutkan perjalanan ialah yang dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan tes usah itu.

Begitu sampai di Indonesia, orang  kembali menjalani swab PCR dan harus menjalani karantina selama delapan hari. Setelah delapan hari berjalan, sebelum melanjutkan aktivitas di luar, WNA harus kembali menjalani tes swab PCR. Bila hasilnya negatif, mereka bisa melanjutkan aktivitas di Indonesia.

Luhut mengatakan lamanya masa karantina bagi WNA berbeda-beda di seluruh negara. Ada negara yang menerapkan masa karantina 8 hari, ada pula yang mengatur selama 14 hari, dan ada yang mewajibkan selama 21 hari.

“Kita lihat dari hasil studinya, dari negara-negara yang dianggap cukup baik kita berikan 8 hari,” ujar Luhut.

Luhut meminta berbagai pihak tak lagi meributkan persoalan masuknya tenaga kerja asing tersebut. 

“Kalau ada yang asal ngomong, yang enggak ngerti masalah jangan cepat ngomong," ujar Luhut.  

 

Sumber: Tempo/RMOL

Dia mengatakan polisi bakal menindak tegas pihak yang menaikkan harga ataupun menimbun obat serta oksigen hingga membahayakan keselamatan warga. Luhut menegaskan pemerintah bertanggung jawab terhadap keselamatan warga
Nekat Naikkan Harga Obat dan Oksigen di Masa PPKM, Luhut: Kalau Mau Coba Silahkan, tapi Anda Akan Menyesal!

Dia mengatakan polisi bakal menindak tegas pihak yang menaikkan harga ataupun menimbun obat serta oksigen hingga membahayakan keselamatan warga. Luhut menegaskan pemerintah bertanggung jawab terhadap keselamatan warga

Rayu | Sabtu, 03 Juli 2021 - 18:25 WIB

Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mewanti-wanti semua pihak agar tidak mencari untung selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (​PPKM) Darurat.

Dia mengingatkan ada sanksi tegas bagi pihak yang membahayakan keselamatan warga saat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 seperti sekarang.

Menurut Luhut, saat ini kondisi Indonesia dan dunia sedang sulit karena penyebaran COVID-19 yang sangat cepat. Dia mengatakan pemerintah sedang berupaya menyiapkan obat, tempat isolasi hingga oksigen bagi warga yang positif terpapar virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut.

"Keadaan yang saya kira sangat sulit. Karena di dunia sekarang sama seperti ini. Berkali-kali saya katakan, dengan varian ini tingkat penyebarannya sangat luar biasa. Jadi kita butuh obat yang cukup, tempat yang cukup, oksigen yang cukup," ucap Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan lewat kanal YouTube Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sabtu (03/07/2021).

Koordinator PPKM ini mengatakan, pemerintah saat ini sedang bekerja keras memenuhi kebutuhan rakyat saat pandemi COVID-19. Dia mengingatkan jangan ada yang berani mengganggu dengan kepentingan mencari untung.

"Kami kerja keras untuk mencukupi. Jadi jangan diganggu oleh kepentingan-kepentingan ingin cari untung di tengah-tengah begini," tegas Luhut.

Dia mengatakan polisi bakal menindak tegas pihak yang menaikkan harga ataupun menimbun obat serta oksigen hingga membahayakan keselamatan warga. Luhut menegaskan pemerintah bertanggung jawab terhadap keselamatan warga.

"Kalau Anda coba-coba silakan, tapi Anda akan menyesal kalau sampai terjadi! Nggak boleh gini, saya masih melihat ada upaya-upaya menaik-naikkan harga, jangan coba-coba. Ini taruhannya rakyat, taruhannya keselamatan rakyat, ini tugas pemerintah dalam konstitusi," ucapnya.

Luhut sebelumnya juga memprediksi kasus COVID-19 di Indonesia bakal terus menanjak setidaknya 10 hari ke depan. Dia mengatakan hal itu terjadi karena masa inkubasi virus.

"Ini 10 hari ke depan menurut hemat saya, mungkin dua minggu ini juga akan terus bisa naik. Ini karena masa inkubasi varian ini masih jalan," kata Luhut.

Sebagaimana diketahui, angka tertinggi kasus baru COVID-19 telah terlampaui berkali-kali. Terakhir, Jumat (02/07/2021) kemarin, ada 25.830 kasus baru COVID-19 dengan angka kematian baru 539 orang dalam sehari.

Menurut Luhut, angka itu bakal terlampaui. Soalnya, masa inkubasi virus Corona belum berakhir.

"Ini masa kritis dua minggu ini," kata Luhut.


\\

Wajar Sri Mulyani cemas, mengingat kini Indonesia tidak hanya masuk 10 besar, melainkan masuk tiga besar dunia!
Apa yang Dicemaskan Sri Mulyani Akhirnya Terbukti, Kasus COVID-19 Indonesia Tembus 3 Besar Dunia! Ekonomi Bakal Mati Suri

Wajar Sri Mulyani cemas, mengingat kini Indonesia tidak hanya masuk 10 besar, melainkan masuk tiga besar dunia!

Rayu | Senin, 05 Juli 2021 - 14:05 WIB

Pandemi Corona Virus Desease 2019 atay COVID-19 masih terus mengganas di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 di tanah air per 4 Juli 2021 mencapai 2.284.084 orang, bertambah 27.233 dari satu hari sebelumnya. Ini adalah rekor tambahan pasien harian sejak kasus pertama dilaporkan pada 1 Maret 2020.

Dalam dua pekan terakhir, rata-rata tambahan pasien dalam sehari sudah di atas 20.000 orang, tepatnya 21.013 orang. Melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan rerata dua pekan sebelumnya yaitu 9.562 orang per hari.

Dalam jumpa pers akhir pekan lalu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menggarisbawahi, kasus harian yang melonjak dan masuk daftar 10 besar dunia.

"Dilihat kasus harian, untuk kumulatif Indonesia tidak masuk dalam 10 besar. Namun kasus harian 30 Juni, Indonesia masuk di dalam salah satu kasus tertinggi," jelas Sri Mulyani.

Wajar Sri Mulyani cemas, mengingat kini Indonesia tidak hanya masuk 10 besar, melainkan masuk tiga besar dunia!

Kemarin, Minggu (05/07/2021), tambahan 27.233 orang pasien baru adalah yang ketiga terbanyak di dunia. Hanya lebih sedikit ketimbang India (40.387 orang) dan Brasil (27.783 orang). Begitu juga dua hari sebelumnya. Tambahan kasus 27.913 orang di Indonesia hanya lebih sedikit dari Brasil (54.556 orang) dan India (43.296 orang).

Perkembangan yang mengkhawatirkan ini memaksa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai 03-20 Juli 2021.

Kebijakan ini bertujuan mulia, yaitu menurunkan angka kasus harian menjadi ke kisaran 10.000 hari. Dengan demikian, nyawa rakyat Indonesia bisa diselamatkan. Akan tetapi, harga yang dibayar akan sangat mahal. Saat masyarakat #dirumahaja, maka ekonomi bakal 'mati suri.

Sri Mulyani menyebut pemerintah punya proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 di 6,5%. Namun proyeksi itu dibikin saat kondisi normal, tidak ada PPKM Darurat. Oleh karena itu, sangat mungkin pertumbuhan ekonomi Juli-September 2021 akan lebih rendah dari perkiraan tersebut.

"Untuk kuartal III, kita lihat perkembangan PPKM Darurat. Kita harap masyarakat bersama-sama ikut mensukseskan untuk bisa mengurangi kenaikan (kasus) COVID-19 ini sehingga kegiatan ekonomi-sosial bisa normal kembali.

"Kalau normal, (pertumbuhan ekonomi kuartal III) bisa 6,5%. Ini tergantung berapa lama (PPKM Darurat), tentu bisa mengalami penurunan di bawah 6,5%," jelas Sri Mulyani.

Setelah Indonesia, ada Rusia di urutan kedua dengan penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 23.378 kasus dalam sehari
Indonesia di Posisi Pertama Kasus COVID-19 Harian Dunia, Rizal Ramli: Kalau Prestasi Kayak Gini Boro-boro Rakyatnya Bangga

Setelah Indonesia, ada Rusia di urutan kedua dengan penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 23.378 kasus dalam sehari

Rayu | Rabu, 07 Juli 2021 - 14:05 WIB

Berdasarkan situs https://www.worldometers.info/coronavirus/, Indonesia kembali menempati peringkat pertama negara dengan jumlah kasus harian positif Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 tertinggi di dunia.

Indonesia berada di urutan teratas dengan penambahan sebanyak 31.189 kasus. Total kasus positif COVID-19 di Indonesia tercatat sebanyak 2.345.018 pada Selasa (06/07/2021) dilihat sekitar pukul 19.30 WIB, 

Setelah Indonesia, ada Rusia di urutan kedua dengan penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 23.378 kasus dalam sehari. 

Setelah itu Iran menyusul dengan 16.080 kasus, dan Bangladesh di peringkat keempat dengan 11.525 kasus. Sementara data dari beberapa negara terlihat belum terinput.

Adapun kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia bertambah 728 kasus pada hari yang sama, Selasa (06/07/2021). Angka tersebut menjadikan Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus harian kematian tertinggi dalam sehari setelah Rusia dengan 737 kasus.

Menanggapi hal ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Dr. Ir. Rizal Ramli, M.A., langsung mencuit di laman media sosial pribadinya @RamliRizal sambil menautkan link pemberitaan dari media nasional terkemuka dengan judul'Indonesia Tempati Posisi Pertama Kasus Harian Covid-19 Dunia'.

Tal lupa, Rizal Ramli juga menulis komentar terkait pemberitaan yang terkesan bahwa Indonesia sudah mencetak prestasi karena berada di urutan teratas.
 
"*Kalau bikin prestasi yang bagus lah. Biar rakyat bangga dan senang.* *Kalau prestasi kayak gini, boro-boro rakyatnya bangga dan senang. Malah yang ada bisa bikin rakyat marah-marah dan ngamuk. JS*" cuit Rizal Ramli yang diunggah pukul 10.17 Wib.

Hingga siang ini, unggahan tersebut sudah di-retweets sebanyak 262 kali dengan berbagai komentar. Berikut ini adalah komentar netizen, pengikut akun Rizal Ramli.

@zarazettirazr : Kata Lord TERKENDALI (sambil menautkan link pemberitaan dari media yang sama dengan judul 'Luhut Klaim Penanganan Kasus Covid-19 Terkendali).

@adipokijan : Inilah kenapa getol banget pengen bikin ibukota baru, sekedar jadi monumen asal ada yg nginget aja

@Blackwhitegree4 : Dan ujung ujung para pejabat bilang, meraka bilang.... "Rakyat tidak patuh " Apes lagi kan

@rimbunpamenan : Rengking 1 di dunia untuk hal jelek. MasyaAllah.

@Diks_btn : Terkendali kok kata pejabat kita. Entah yang dimaksud terkendali apa

@RahmanurY : Akhirnya ... jadi juara
 

Selain itu, tidak boleh melakukan percakapan ketika berada di perjalanan. Masyarakat juga diminta tidak makan dan minum ketika dalam perjalanan
Satgas COVID-19 Keluarkan SE Terkait PPKM Darurat: Pakai Masker Tiga Lapis, Dilarang Makan, Minum, dan Berbicara!

Selain itu, tidak boleh melakukan percakapan ketika berada di perjalanan. Masyarakat juga diminta tidak makan dan minum ketika dalam perjalanan

Rayu | Sabtu, 03 Juli 2021 - 06:25 WIB

Ketua Satgas Penanganan Wabah Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito mengeluarkan surat edaran Nomor 14 Tahun 2021 yang mengatur ketentuan perjalanan di dalam negeri selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

SE tersebut bertujuan untuk mengatur penerapan protokol kesehatan (prokes) masyarakat dalam berpergian di tengah melonjaknya kasus COVID-19.

"Maksud dari pemberlakuan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat terhadap pelaku perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi ini ditujukan untuk meningkatkan penerapan prokes dalam kebiasaan baru, bagi terciptanya kehidupan produktif dan aman yang berikutnya mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19," ujar Ganip saat konferensi pers yang disiarkan langsung di YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (01/07/2021).

Dikatakan Ganip, SE tersebut berlaku untuk semua masyarakat. Dalam SE itu tertulis masyarakat diminta memperketat protokol kesehatan 3M dengan cara menggunakan masker tiga lapis.

"Setiap individu yang melaksanakan perjalanan wajib menerapkan protokol kesehatan 3M, pengetatan protokol kesehatan ini ditekankan kepada pemakaian masker dengan benar, masker harus menutupi hidung dan mulut, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis," kata Ganip.

Selain itu, tidak boleh melakukan percakapan ketika berada di perjalanan. Masyarakat juga diminta tidak makan dan minum ketika dalam perjalanan.

"Tidak berbicara satu atau dua arah selama perjalanan, tidak boleh makan dan minum dalam perjalanan kurang dari 2 jam, kecuali untuk keperluan medis seperti mengkonsumsi obat," ujar Ganip.

Selain itu, masyarakat yang hendak berpergian harus menunjukkan kartu vaksin. Minimal, kartu vaksin yang ditunjukkan adalah kartu vaksin dosis pertama.

"Ketentuan syarat vaksinasi diberlakukan untuk pelaku perjalanan yang pertama pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama, kemudian surat keterangan negatif PCR atau antigen," tegasnya.