Menariknya, pertemuan yang dihadiri seluruh kader tanpa kehadiran Ganjar Pranowo.
Pemanasan Pilpres 2024, Puan Maharani Kumpulkan Kader PDIP Jateng, Ganjar Pranowo Tak Hadir

Menariknya, pertemuan yang dihadiri seluruh kader tanpa kehadiran Ganjar Pranowo.

Triaji | Minggu, 23 Mei 2021 - 16:43 WIB

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mulai bergerak melakukan konsolidasi menuju Pemilu 2024 di Jawa Tengah. Menariknya, pertemuan yang dihadiri seluruh kader tanpa kehadiran Ganjar Pranowo.

Ganjar yang selama ini selalu dijagokan sebagai Capres 2024 dalam survei politik tidak terlihat dalam pertemuan yang berlangsung tertutup untuk media itu berlangsung di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang, Sabtu, 22 Mei 2021. 

Seluruh kepala daerah di wilayah Jawa Tengah yang berasal dari PDI Perjuangan, anggota DPR tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota hadir dalam acara tersebut.

Beberapa kepala daerah yang hadir diantaranya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Namun Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI Perjuangan dan saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah tidak diundang dalam acara tersebut.

Berdasarkan susunan acara yang beredar tertulis jika undangan kegiatan pengarahan oleh Puan Maharani ditujukan kepada kepala daerah dan wakil kader se-Jawa Tengah, kecuali gubernur. Khusus tulisan "kecuali gubernur" diberi tanda kurung dan tidak ada keterangan dari struktur partai mengenai hal itu.

Meski tertutup untuk media, namun beredar video pengarahan dari Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Dalam arahannya, Puan meminta semua kader PDIP di Jateng untuk berjuang secara riil.

Apalagi jika kader tersebut saat ini menduduki jabatan sebagai pemimpin, maka perjuangan di lapangan sangat dibutuhkan.

"Pemimpin, menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di Sosmed," ujarnya.

Bambang Wuryanto saat menyampaikan pidato membeberkan kriteria calon presiden yang bakal diusung PDIP pada Pilpres 2024.

"Tiga kriteria itu diketahui setelah dilakukan penelusuran rekam jejak pada yang bersangkutan. Dari penelusuran rekam jejak akan diketahui tiga hal yaitu karakternya, kompetensinya, dan kapasitasnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Pimpinan Setda Provinsi Jawa Tengah Hanung Cahyo saat dikonfirmasi menyatakan ketidakhadiran Gubernur Ganjar Pranowo karena tidak mendapat undangan. 

"Sudah saya cek dan pastikan tidak ada undangan acara tersebut, baik selaku gubernur maupun selaku kader partai," kata Hanung.

Menurutnya, DPD PDI Perjuangan Jateng berseberangan dengan sikap Ganjar Pranowo perihal langkah pencapresan di 2024.
Terungkap Alasan Ganjar Pranowo Tak Hadir di Acara Pengarahan Kader PDIP Jawa Tengah, Ada Aroma Persaingan Capres?

Menurutnya, DPD PDI Perjuangan Jateng berseberangan dengan sikap Ganjar Pranowo perihal langkah pencapresan di 2024.

Ind | Minggu, 23 Mei 2021 - 16:05 WIB

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memberi pengarahan untuk para kader dalam penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. Pengarahan dilakukan di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaenis, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang pada Sabtu 22 Mei 2021.

Pertemuan tersebut merupakan rangkaian acara HUT ke-48 PDI Perjuangan. Seluruh kader PDIP baik eksekutif, legislatif dan struktur partai diundang, kecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Ketidakhadiran Ganjar, selaku Gubernur Jateng maupun kader partai ini pun menjadi perhatian tersendiri. Terlebih pada rundown acara tertulis bahwa gubernur bukan menjadi salah satu tamu pada acara yang digelar secara tatap muka dan juga virtual itu.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto membenarkan semua kepala daerah di Jateng dari PDI Perjuangan diundang, kecuali gubernur.

Ia pun mengungkapkan alasan tidak diundangnya orang nomor satu di Jateng tersebut. "Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan atau kebablasan). Yen kowe pinter, ojo keminter," kata Bambang Wuryanto, dalam pernyataan tertulis, Minggu (23/5/2021).

Menurutnya, DPD PDI Perjuangan Jateng berseberangan dengan sikap Ganjar Pranowo perihal langkah pencapresan di 2024. Ia menyebut dengan terang-terangan bahwa Ganjar terlalu berambisi maju nyapres sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Karena perbedaan pendapat itu, Ganjar sebagai Gubernur Jateng tak diundang dalam kegiatan tersebut. Padahal semua kepala daerah dan wakilnya dari partai berlambang kepala banteng itu hadir secara langsung.

Bambang melanjutkan, PDIP Jateng sebenarnya sudah lama memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik.

Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. Di sisi lain, itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.

"Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos (sudah saya kasih kode, tapi malah tambah kebablasan). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,'' tegasnya.

Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di media sosial dan media publik terkait pencapresan. Padahal, hal serupa tidak dilakukan oleh kader PDI Perjuangan lain yang juga berpotensi untuk nyapres.

Menurutnya, kader PDI Perjuangan lain itu bukannya tak bisa melakukan hal yang sama. Mereka tak berani karena belum mendapatkan perintah Ketua Umum.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini menuturkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran pemilihan presiden yang sesungguhnya. Elektabilitas saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan media sosial. Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.

"Ini bukan teguran, karena ia (Ganjar) merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDI Perjuangan Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," tukasnya.

Saat ditanyakan apakah Ganjar sudah menyatakan terang-terangan akan nyapres? Pacul menuturkan Ganjar tidak pernah mengakui ingin maju nyapres.

Namun, sebagai orang politik, pihaknya mengetahui bahwa Ganjar berambisi. "Kalau dia menjawab, kan tidak mengatakan mau nyapres. Ya kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," katanya.

Puan memiliki pengalaman dalam menjabat sebagai Menko PMK. Karena, Kementerian tersebut tak memiliki masalah.
Sosok Terbaik PDIP, Punya Rekam Jejak Bagus, Pengamat: Puan Lebih Layak Nyapres Ketimbang Ganjar!

Puan memiliki pengalaman dalam menjabat sebagai Menko PMK. Karena, Kementerian tersebut tak memiliki masalah.

Ind | Rabu, 26 Mei 2021 - 18:41 WIB

Nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani sedang ramai dihadap-hadapkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan alias PDIP pun bergolak.

Pergolakan Ganjar dan Puan disinyalir berkaitan dengan persaingan kedua kader menuju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Soal kelayakan maju di Pilpres 2024, Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menyebut bahwa Puan lebih layak ketimbang Ganjar.

Menurutnya, elektabilitas Puan yang cenderung rendah bukanlah jaminan. Seperti dikutip Tribunnews, soal elektabilitas, kata Emrus bisa berubah secara dinamis.

"Kalau elektabilitas jadi pegangan kita untuk jadi calon dan dipilih, itu sangat sumir (pendek,re) karena kita memilih pemimpin yang kuantitatif, bukan kualitatif," kata Emrus, Rabu (26/5/2021).

Emrus pun mengatakan, Puan tidak hanya sosok terbaik yang dimiliki Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), namun juga bangsa Indonesia. 

Sebab, rekam jejaknya sangat diperhitungkan untuk maju sebagai calon presiden. Terlebih, kata Ermus, Puan memiliki pengalaman dalam menjabat sebagai Menko PMK. Karena, Kementerian tersebut tak memiliki masalah.

"Kemudian kementerian yang jadi koordinator beliau seperti mensos, menkes dan sebagainya enggak ada masalah selama kepemimpinan dia," jelas Emrus.

Di antara tokoh-tokoh yang kurang diunggulkan sebagai capres, Puan Maharani merupakan kandidat terkuat dalam bursa cawapres
Ganjar Memang Sulit Dilawan, Puan Maharani Cuma Kandidat Terkuat Bursa Calon Wakil Presiden

Di antara tokoh-tokoh yang kurang diunggulkan sebagai capres, Puan Maharani merupakan kandidat terkuat dalam bursa cawapres

Triaji | Rabu, 26 Mei 2021 - 23:03 WIB

Elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani dalam bursa calon presiden (capres) rendah hanya mencapai 0,7 persen. Namun Puan diunggulkan dalam bursa calon wakil presiden (cawapres).

Temuan survei Y-Publica menunjukkan elektabilitas Puan paling tinggi di antara sejumlah nama populer lainnya, yakni mencapai 16,2 persen dalam bursa cawapres itu.

"Di antara tokoh-tokoh yang kurang diunggulkan sebagai capres, Puan Maharani merupakan kandidat terkuat dalam bursa cawapres," kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (26/5).

Daftar cawapres disusun dari nama-nama yang cenderung berada di luar empat besar yang merajai bursa capres, yaitu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan. Menyusul setelah Puan adalah Sandiaga Uno (15,6 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (10,1 persen).

Menurut Rudi, munculnya nama Puan cukup mengejutkan, karena mengungguli tokoh-tokoh seperti Sandiaga Uno dan AHY yang kerap difavoritkan sebagai capres.

Sebelumnya Sandi adalah Cawapres pasangan Prabowo Subianto, dan bersama AHY pernah saling bersaing maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Meskipun tidak memiliki rekam jejak bertarung dalam jabatan eksekutif di daerah, kata Rudi, Puan memiliki karier politik yang cukup mumpuni. Diplot menjadi penerus dalam regenerasi PDI Perjuangan, Puan telah teruji sebagai anggota DPR, menteri koordinator, dan kini menjabat Ketua DPR.

"Puan bisa dibilang tokoh masa depan PDIP yang notabene adalah partai kuat dan berkuasa selama dua periode berturut-turut," ujarnya dikutip Antara.

Sebagai politisi perempuan, Puan dinilai mampu membangun karisma seperti halnya Megawati yang telah membesarkan PDIP.

Dibandingkan dengan Sandi atau pun AHY, karier politik Puan pun jauh lebih panjang. Puan telah menjadi anggota DPR sejak 2004 dan meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya di Jawa Tengah.

Sandi dan AHY baru terjun ke politik ketika maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Selain ketiga nama itu, ada pula sejumlah tokoh lain seperti Menteri BUMN Erick Thohir (8,8 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (6,5 persen), Tri Rismaharini (3,9 persen), Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen), Airlangga Hartarto (2,8 persen), dan Susi Pudjiastuti (1,6 persen).

Mereka memiliki latar belakang yang kuat di pemerintahan dan partai politik. Selain itu, ada pula tokoh muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha (1,2 persen) yang dalam 10 besar bursa cawapres.

Nama-nama lainnya sekitar 5,7 persen, dan responden yang tidak tahu/tidak jawab sebesar 24,3 persen.

Survei Y-Publica dilakukan pada 1-10 Mei 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.
 

Sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas Ganjar unggul dibandingkan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lainnya yakni Puan Maharani dan Tri Rismaharini.
Fakta-fakta Ini Sulit Dibantah, Elektabilitas Ganjar Pranowo Memang Unggul Jauh Dibanding Puan Maharani!

Sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas Ganjar unggul dibandingkan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lainnya yakni Puan Maharani dan Tri Rismaharini.

Ind | Senin, 24 Mei 2021 - 13:40 WIB

Sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas Ganjar unggul dibandingkan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lainnya yakni Puan Maharani dan Tri Rismaharini.

Menurut hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting yang dirilis pada Sabtu, 22 Mei 2021, Ganjar memiliki elektabilitas 11,25 %. Unggul jauh dari Tri Rismaharini (3,97%) dan Puan Maharani (2,48%).

Survei digelar dengan mewawancarai 1.200 responden acak di 34 provinsi pada 26 April-8 Mei 2021,  dengan margin of error 2,9%.

Dalam hasil survei Indikator Politik, Ganjar dengan elektabilitas 15,7%, lagi-lagi unggul jauh dari Puan Maharani yang cuma mengantongi elektabilitas (2,9%). Dalam survei ini nama Tri Rismaharini malah tak termasuk.

Survei Indikator Politik dilakukan menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan terhadap 1.200 orang pada 13-17 April 2021. Hasil survei dirilis pada 4 Mei 2021 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,9%.

Sementara survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Politik Indonesia (KedaiKOPI), elektabilitas Ganjar 16% lagi-lagi unggul jauh dari Tri Rismaharini (4,4%) dan Puan Maharani (0,2%).

Survei dilakukan dengan mewawancarai 1.260 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi pada 29 Maret-4 April 2021. Hasil survei dipaparkan pada 12 April 2021.

Survei Indonesia Political Opinion, Ganjar dengan elektabilitas 12,6%, lagi-lagi unggul jauh dari Puan Maharani yang cuma mengantongi elektabilitas (1,6%). Dalam survei ini nama Tri Rismaharini lagi-lagi tak masuk hitungan.

Survei digelar pada 10 Maret-4 April 2021 dengan melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Hasil survei dipublikasikan pada 10 April 2021 dengan tingkat kepercayaan hingga 97% dan kesalahan mencapai 2,5%.

Survei SMRC juga tak jauh beda, Ganjar (13,2%), unggul dari Tri Rismaharini (7,7%) dan Puan Maharani (5,7%).

Survei dilakukan pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih acak. Hasil survei dirilis pada 1 April 2021 dengan margin of error 3,07%.

Ganjar meraup elektabilitas 16% dalam survei Charta Politika Indonesia. Gubernur Jawa Tengah itu lagi-lagi unggul dibandingkan Menteri Kesehatan, Tri Rismaharini (5,3%) dan Ketua DPR RI, Puan Maharani (1,2%).

Survei dihelat pada 20-24 Maret 2021 dengan mengambil 1.200 responden yang dipilih secara acak. Hasilnya dirilis pada 29 Maret 2021 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,83%.

Dari Lembaga Survei Indonesia, elektabilitas Ganjar (10,6%), masih jauh berada di atas Tri Rismaharini (5,5%) dan Puan Maharani (0,1%).

Survei digelar pada 25-31 Januari 2022 dengan mengambil 1.200 responden. Hasil survei dipublikasikan pada 22 Februari 2021 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,9%.