Kalau warna biru warnanya sih keren saja, 'eye catching', kapan harus tetap segar cerah, ceria, semangat.
Pakai Jaket Biru, 6 Menteri Baru Terlihat Segar Cerah, Ceria, Semangat

Kalau warna biru warnanya sih keren saja, 'eye catching', kapan harus tetap segar cerah, ceria, semangat.

Triaji | Selasa, 22 Desember 2020 - 23:31 WIB

Enam orang menteri baru Kabinet Indonesia Maju mengenakan kemeja putih dan jaket biru muda saat diperkenalkan Presiden Jokow Widodo.

Atribut tersebut tampak berbeda dengan perkenalan para menteri sebelumnya pada Oktober 2019 lalu. Kala itu, para menteri diperkenalkan ke publik dengan mengenakan baju batik.

"Jaket itu bahannya enak, kalau panas tidak membuat keringat, kalau hujan tidak membuat basah, artinya setiap orang yang menggunakannya tidak masalah dalam cuaca apapun jadi menteri dapat bekerja kapan saja, dalam suasana apa saja siap bekerja," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin di Jakarta, Selasa (22/12).

Para menteri tersebut dipanggil satu per satu oleh Presiden Joko Widodo di beranda Istana Merdeka bersama dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Meski mengenakan pakaian kasual, keenam menteri tersebut tetap mengenakan masker dan juga "face shield".

"Kalau warna biru warnanya sih keren saja, 'eye catching', kapan harus tetap segar cerah, ceria, semangat," tambah Bey.

Keenam orang menteri tersebut adalah:

1. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang didapuk menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Peter Batubara.

2. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno yang ditetapkan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio.

3. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agusputranto.

4. Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi. Yaqut adalah Ketua Gerakan Pemuda Ansor yang berada di bawah Nahdlatul Ulama.

5. Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang menjadi tersangka KPK dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait penetapan izin ekspor benih lobster.

6. Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat M Luthfi didapuk menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto.

Pelantikan akan dilakukan pada Rabu, 23 Desember 2020.

Jelang tutup tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalakukan pergantian enam menteri alias reshuffle. Mampukah berbagai masalah di negeri ini terselesaikan, khususnya sektor ekonomi?
Tahun Baru, Jokowi Punya Enam Menteri Baru Tapi Kata Rizal Ramli Bukan Solusi Selama Masih Ada Sri Mulyani

Jelang tutup tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalakukan pergantian enam menteri alias reshuffle. Mampukah berbagai masalah di negeri ini terselesaikan, khususnya sektor ekonomi?

Nanda Alisya | Rabu, 23 Desember 2020 - 05:03 WIB

Pada Selasa yang bertepatan dengan hari Ibu (22/12/2020), siapakah menteri anyar di Kabinet Indonesia Maju, akhirnya terjawab. Ada enam tokoh yang dipilih Jokowi. Pertama, Wali Kota Sirabaya yang juga kader PDI Perjuangan Tri Rismaharini, diplot menjadi menteri sosial. Dia menggantikan teman separtainya, Juliari Batubara yang kesandung korupsi duit bantuan sosial (bansos).

Kedua, Sandiaga Salahuddin Uno diamanahi jabatan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif (menparekraf), menggantikan Wishnutama Kusubandio. Ketiga, Budi Gunadi Sadikin ditunjuk sebagai menteri kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Keempat, Yaqut Cholil Quomas alias Gus Yaqut ditunjuk sebagai menteri agama, menggantikan Fachrul Razi. Kelima, Wahyu Sakti Trenggono menjabat menteri kelautan dan perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang tersangkut kasus izin impor benih lobster. Terakhir, Dubes AS M Lutfi ditarik menjadi menteri perdagangan, menggantikan kader PKB, Agus Suparmanto.

Di sisi lain, keputusan Jokowi merombak enam menteri di penghujung tahun, mendapat kritikan ekonom senior DR Risal Ramli. Dia bilang, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan Presiden Jokowi apabila ingin roda pemerintahan berjalan lancar, serta memberikan legacy.

Hal pertama, kata mantan Menko Kemaritiman di periode pertama Jokowi itu, perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di pemerintahan harus segera diberangus. "Banyak yang KKN ugal-ugalan. Kalau (menteri berperilaku) KKN ganti, bakal tumbuhkan kepercayaan," kata Bang RR, sapaan akrab Rizal Ramli di akun Twitternya.

Selain itu, reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf akan bermanfaat bila diisi oleh pejabat yang berintegritas, bukan hanya sekadar bekerja untuk mencari untung pribadi. "Sebagian besar KW2, KW3 hanya sibuk cari pensiun. Jika diganti dengan KW1, pasti ada manfaat," tegasnya.

Yang tak kalah penting adalah sosok sentral di bidang keuangan. Menurut Rizal Ramli, posisi Kementerian Keuangan harus benar-benar diisi oleh sosok terbaik. Sebab bila melihat kinerja Kementerian Keuangan yang saat ini diisi Sri Mulyani Indrawati, ekonomi Indonesia belum menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. "Menkeu terbalik' sumber masalah, kalau tidak diganti Jokowi nyungsep," tandasnya.

 

 

reshuffle memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden. 
Reshuffle Bikin Kecewa Bara JP: Banyak Relawan yang Punya Kualitas Mumpuni, Tapi Tak Sampai ke Telinga Jokowi

reshuffle memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden. 

Ind | Kamis, 24 Desember 2020 - 13:41 WIB

Reshuffle Kabinet Indonesia Maju menuai kekecewaan relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Pilpres 2014. Hal itu diungkapkan salah satu pendiri Bara JP, Yayong Waryono.

Yayong, yang merupakan relawan Jokowi sejak pilkada DKI 2012, mengatakan reshuffle memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden. 

Namun, kata dia, alangkah baiknya Presiden menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan, serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilih.

"Kami merasa ada pengabaian terhadap peran relawan yang seolah hanya sebagai pemadam kebakaran dan corong penyampai pesan ke masyarakat. Resuffle Jilid I ini menjadi tertawaan masyarakat yang berpikir bahwa ini adalah komedi politik, bahkan sampai muncul meme yang sangat viral di sosial media, coblos Jokowi-Maruf Amin bonus Prabowo-Sandi," kata Yayong.

Yayong menegaskan, seandainya diajak bicara atau diminta masukan, tentu relawan akan memberikan masukan terbaik untuk negara juga untuk Presiden Jokowi. Yayong seperti dilansir rri.co, mengungkap, tampak ada kesan sejumlah pihak berusaha menjauhkan Jokowi dengan relawan yang turut berjuang ketika Pilpres 2014 dan 2019. 

Menurutnya, Presiden Jokowi butuh orang orang yang bukan hanya memiliki kualitas dan kapabilitas, tapi juga integritas dan loyalitas tinggi dan itu hanya dimiliki oleh relawan yang memiliki kecintaan terhadap Presiden Jokowi. 

Ada banyak relawan yang memiliki kualitas dan sangat mumpuni dalam bidangnya, tidak kalah jika dibandingkan kalangan teknokrat. Namun Informasi-informasi ini yang disebut Yayong, kemungkinan tidak sampai ke telinga Presiden.

"Kerja keras kami sama sekali tidak terkait urusan jabatan, tapi kecintaan terhadap negara ini, yang sangat percaya bahwa Presiden Jokowi dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih baik," tuturnya.

"Namun jika dipercaya masuk pemerintahan, kami siap dan jangan ragukan kualitas, kapabilitas, dan integritas kami. Semuanya akan kami berikan untuk negara ini juga untuk Presiden Jokowi," tambahnya.

Yayong mengingatkan, tidak sedikit relawan yang menghabiskan waktu, tenaga hingga materi untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2019, ungkap Yayong, beberapa relawan ikut menjadi korban penganiayaan oleh oknum tertentu. 

Ia mengatakan, setiap relawan tetap menjadi garda terdepan untuk meyakinkan publik bahwa Jokowi layak diberi kesempatan memimpin dua periode.

"Misalnya saat kampanye Pilpres 2019, publik tentu tahu gerak relawan dari pintu ke pintu, melalui media sosial, bahkan sampai ada yang dianiaya pendukung kubu lawan. Kami tak gentar, tetap menjaga soliditas, demi memenangkan Pak Jokowi," paparnya.

Walau merasa diacuhkan, Yayong menegaskan, relawan tidak akan meninggalkan idealisme, integritas, visi yang baik buat bangsa ini.

"Sejumlah  kementerian masih perlu mendapat perhatian dan dukungan dari sektor jabatan wakil menteri. Kami tetap setia hingga akhir masa pemerintahan," pungkasnya.

Presiden seharusnya menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilih.
Sandiaga Masuk Kabinet, Relawan Jokowi Kecewa Merasa Ditinggalkan: Komedi Politik 

Presiden seharusnya menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilih.

Triaji | Kamis, 24 Desember 2020 - 17:27 WIB

Reshuffle Kabinet Indonesia Maju menuai sorotan dari masyarakat luas. Termasuk  juga dari relawan yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Pilpres 2014.

Salah satu pendiri Bara JP, Yayong Waryono yang bahkan merupakan relawan Jokowi sejak pilkada DKI 2012 menekankan, reshuffle memang sepenuhnya hak prerogatif Presiden.

Namun, alangkah baiknya jika Presiden menyerap aspirasi dari berbagai pihak, termasuk relawan serta mempertimbangkan dengan matang menteri dan wakil menteri yang dipilih.

“Kami merasa ada pengabaian terhadap peran relawan yang seolah hanya sebagai pemadam kebakaran dan corong penyampai pesan ke masyarakat. Resuffle jilid I ini menjadi tertawaan masyarakat yang berpikir bahwa ini adalah komedi politik, bahkan sampai muncul meme yang sangat viral di sosial media, coblos Jokowi-Maruf Amin bonus Prabowo-Sandi,” kata Yayong di Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Yayong menegaskan, seandainya diajak bicara atau diminta masukan, tentu relawan akan memberikan masukan terbaik untuk negara juga untuk Presiden Jokowi.

Yayong mengungkap, tampak ada kesan sejumlah pihak berusaha menjauhkan Jokowi dengan relawan yang turut berjuang ketika Pilpres 2014 dan 2019.

Menurut Yayong, Presiden Jokowi butuh orang orang yang bukan hanya memiliki kualitas dan kapabilitas, tapi juga integritas dan loyalitas tinggi dan itu hanya dimiliki oleh relawan yang memiliki kecintaan terhadap Presiden Jokowi.

Ada banyak relawan-relawan yang memiliki kualitas dan sangat mumpuni dalam bidangnya, tidak kalah jika dibandingkan kalangan teknokrat.

Namun Informasi-informasi ini yang disebut Yayong, kemungkinan tidak sampai ke telinga Presiden.

“Kerja keras kami sama sekali tidak terkait urusan jabatan, tapi kecintaan terhadap negara ini, yang sangat percaya bahwa Presiden Jokowi dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih baik. Namun jika dipercaya masuk pemerintahan, kami siap dan jangan ragukan kualitas, kapabilitas, dan integritas kami. Semuanya akan kami berikan untuk negara ini juga untuk Presiden Jokowi,” ucap Yayong.

Yayong mengingatkan, tidak sedikit relawan yang menghabiskan waktu, tenaga hingga materi untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019.

Pada Pilpres 2019, ungkap Yayong, beberapa relawan ikut menjadi korban penganiayaan oleh oknum tertentu.

Yayong mengatakan, setiap relawan tetap menjadi garda terdepan untuk meyakinkan publik bahwa Jokowi layak diberi kesempatan memimpin dua periode.

“Misalnya saat kampanye Pilpres 2019, publik tentu tahu gerak relawan dari pintu ke pintu, melalui media sosial, bahkan sampai ada yang dianiaya pendukung kubu lawan. Kami tak gentar, tetap menjaga soliditas, demi memenangkan Pak Jokowi,” tutur Yayong.

Walau merasa diacuhkan, Yayong menegaskan, relawan tidak akan meninggalkan idialisme,integritas,visi yang baik buat bangsa ini yang saat ini terpersonifikasi pada Jokowi dan tetap berkomitmen mengawal pemerintahan.

“Sejumlah kementerian masih perlu mendapat perhatian dan dukungan dari sektor jabatan wakil menteri. Kami tetap setia hingga akhir masa pemerintahan,” pungkas Yayong.  

Masuknya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu di dalam Kabinet Indonesia Maju mendapat tanggapan sinis dari partai koalisi Jokowi.
Sandiaga Temani Prabowo Masuk Kabinet, Politikus NasDem Sewot: Percuma Kemarin Berdarah-darah di Pilpres

Masuknya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu di dalam Kabinet Indonesia Maju mendapat tanggapan sinis dari partai koalisi Jokowi.

Triaji | Selasa, 22 Desember 2020 - 21:27 WIB

Presiden Joko Widodo mengumumkan enam nama menteri baru. Nama Sandiaga Salahuddin Uno langsung menyedot perhatian.

Masuknya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu di dalam Kabinet Indonesia Maju mendapat tanggapan sinis dari partai koalisi Jokowi.

Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menyinggung jerinh payah partai koalisi dalam kontestasi Pilpres 2019. Saat itu Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan Prabowo Subianto.

"Ada nama Sandiaga Uno ikut masuk, artinya percuma kemarin saya dan teman-teman koalisi berdarah-darah di pilpres," ujar Irma di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Komisaris Pelindo I dikutip iNews menyayangkan ada mantan capres dan cawapres yang merupakan kompetitor saat Pilpres 2019 ikut masuk ke dalam kabinet. 

"Bukan tidak setuju, kalau capres dan cawapres lawan dua-duanya masuk kabinet. Untuk apa ada pilpres kemarin yang hampir saja membelah Indonesia menjadi dua," ucapnya.

| Kamis, - : WIB

| Kamis, - : WIB

| Kamis, - : WIB

| Kamis, - : WIB

| Kamis, - : WIB