Mahfud Md menyatakan pemerintah tak pernah membahas secara khusus kepulangan HRS.
Soal Kepulangan HRS Tak Pernah Dibahas Secara Khusus oleh Pemerintah, Mahfud Md: Pulang Karena Overstay

Mahfud Md menyatakan pemerintah tak pernah membahas secara khusus kepulangan HRS.

Ind | Kamis, 05 November 2020 - 14:22 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab (HRS) berencana pulang ke Indonesia pada 10 November 2020 mendatang.

Terkait kepulangan itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md menyatakan pemerintah tak pernah membahas secara khusus kepulangan HRS.

"Terus terang pemerintah tidak pernah membahas itu secara khusus. Kita tidak menganggap ini serius," kata Mahfud saat diwawancarai Ade Armando, dalam tayangan CokroTV di YouTube baru-baru ini.

Mahfud Md mengatakan, HRS berencana pulang ke Indonesia karena akan dideportasi oleh Pemerintah Arab Saudi. Hanya saja, kata Mahfud MD, HRS ingin pulang ke tanah air secara terhormat, bukan karena dideportasi.

"Tapi satu hal yang belum dicabut, dia itu akan dideportasi karena dianggap melakukan pelanggaran imigrasi. Sekarang ini Rizieq Shihab ingin pulang ke Indonesia tapi tidak mau dideportasi. Dia ingin pulang terhormat, gitu. Ya silakan saja urus. Itu urusan dia sama pemerintah Arab Saudi bukan urusan dia dengan pemerintah Indonesia," katanya.

Ade Armando lantas bertanya, pelangggaran apa yang diduga dilakukan HRS? "Overstay. Dugaan pidananya itu gak ada lagi, dianggap tidak ada. Ini overstay sejak dulu gitu, lalu sebab itu akan dideportasi melakukan pelanggaran keimigrasian," jawab mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Terkait dengan dugaan pidana yang dilakukan HRS di Arab Saudi, Mahfud Md juga memberikan penjelasan. Ia mengatakan, HRS pernah dianggap oleh pemerintah Arab Saudi telah melakukan penghimpunan dana secara illegal untuk kegiatan-kegiatan politik.

Dengan alasan itu, pemerintah Arab Saudi sempat mencekal HRS. "Sesudah itu diurus, beberapa waktu sekitar sebulan atau tiga minggu lalu, Arab Saudi sudah mencabut pencekalannya karena tidak cukup bukti. Oleh sebab itu, kasus itu dicabut sehingga dia tidak lagi menjadi tersangka atau orang yang diduga melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum," kata Mahfud.

Soal tuduhan menghimpun dana yang dilakukan HRS, kata Mahfud, sebenarnya itu ada hubungannya dengan kebiasaan dulu di Indonesia.

Di mana, jika bertemu orang yang dihormati atau guru maka diberi bisyarah, atau uang amplop. Nah, rupanya, lanjut Mahfud, ada yang melaporkan HRS.

"Oleh pemerintah Arab Saudi itu dicatat, diberi garis merah. Bahwa dia tidak boleh keluar karena melakukan penghimpunan uang secara ilegal untuk kegiatan politik, tetapi sekarang sudah dicabut," urai Mahfud.

Sementara, HRS sendiri sudah menyampaikan pernyataan keras ditujukan kepada pihak yang menyebutnya menghadapi masalah overstay atau melewati batas tinggal selama berada di Arab Saudi. HRS mengancam akan menuntut secara hukum pihak yang menyebutnya overstay.

"Siapa yang mengatakan overstay, berarti menuduh saya melakukan pelanggaran, akan saya tuntut secara hukum," kata HRS seperti disiarkan akun Youtube Front TV, Rabu (4/11).

Kepulangan dan penjemputan HRS oleh puluhan ribu pengikutnya dianggap sebagai fenomena langka
Kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air Fenomena Langka, Jimly Asshidiqie: Buntut Masalah Berlarut-larut dan Perlakuan yang Salah

Kepulangan dan penjemputan HRS oleh puluhan ribu pengikutnya dianggap sebagai fenomena langka

Ind | Selasa, 10 November 2020 - 13:27 WIB

Habib Rizieq Syihab (HRS) tiba di Tanah Air pada Selasa (10/11/2020). Pesawat yang ditumpangi pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) itu mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Begitu keluar dari terminal 3, HRS langsung disambut dengan seruan takbir oleh puluhan ribu pengikutnya yang sudah memadati bandara Soetta sedari pagi.

Kepulangan dan penjemputan HRS oleh puluhan ribu pengikutnya dianggap sebagai fenomena langka yang pernah terjadi di Indonesia. Para pengikut HRS bahkan sudah berdatangan sejak Selasa dini hari.

Penilaian itu dikemukakan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqie.

Menurutnya, kasus yang menerpa Rizieq sebelum berpindah ke Arab Saudi dipenuhi berbagai intrik-intrik kebencian, permusuhan dan perlakuan otoritas yang salah.

"Fenomena HRS ini langka. Masalahnya brlarut karna prlakuan kkuasaan yg salah, dihadapi dg ideologi&teologi prmusuhn& kbencian, bukan nrukunkn & mndamaikn. Kata dibngkam kata, lovers dibabat haters, prmusuhn meluas, tanpa solusi. Pdhl "action" slalu lebih efektif dari retorika," cuit Jimly di akun Twitter miliknya.

Diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) akhirnya tiba di Indonesia, Selasa (10/11) setelah melalui perjalanan panjang dari Jeddah ke Jakarta.

Pesawat Saudi Airlines yang ditumpangi HRS mendarat sekitar pukul 08.40 di terminal kedatangan 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Tampak para petinggi FPI dan PA 212 hadir di lokasi bersama jemaah. Di antaranya, Slamet Maarif dan Novel Bamukmin.

Begitu keluar dari terminal 3, HRS langsung disambut dengan seruan takbir oleh massa yang sudah memadati bandara Soetta sejak Selasa dini hari.

Habib Rizieq Shihab akan mengingatkan pemerintah bila salah arah dan jalan. 
Revolusi Mental Jokowi Tinggal Kenangan, Pengamat: Revolusi Akhlak Habib Rizieq Kebutuhan

Habib Rizieq Shihab akan mengingatkan pemerintah bila salah arah dan jalan. 

Triaji | Selasa, 10 November 2020 - 20:03 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membawa agenda revolusi akhlak pulang ke tanah air. Ulama yang bermarkas di Petamburan itu tetap kritis kepada pemerintah. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin mengatakan, Habib Rizieq Shihab akan mengingatkan pemerintah bila salah arah dan jalan. 

"Relasi HRS (Habib Rizieq Shihab) dengan pemerintah kita lihat ke depan. Sepertinya HRS akan tetap kritis kepada pemerintah, akan tetap mengingatkan pemerintah jika pemerintah salah arah dan salah jalan," kata Ujang menjawab JPNN.com, Selasa (10/11).

Menurut Ujang, agenda revolusi akhlak yang dibawa Habib Rizieq Shihab, akan menjadikan imam besar FPI itu sebagai kekuatan oposisi nonparlemen. Ujang menegaskan bahwa revolusi akhlak memang sudah sangat diperlukan. Sebab, ujar Ujang, sudah banyak akhlak yang rusak dan perlu diperbaiki. 

"Revolusi akhlak sebagai antitesa dari revolusi mental Jokowi yang tak jalan," ungkap Ujang.

"Kita ini hidup di zaman yang sudah tercemar. Jadi dibutuhkan revolusi akhlak tersebut," lanjut Ujang. 

Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia menumpang pesawat maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia) bernomor penerbangan SV816.

Pesawat jenis Boeing 777 itu take off dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pukul 19.30 waktu setempat, dan landing di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pagi ini. Ribuan massa menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab. 

Menurut Habib Rizieq, seharusnya pemerintah senang apabila terdapat kritikan dari beragam pihak.
Pernah Ditolak Jokowi, Habib Rizieq Kembali Tawarkan Perdamaian: Ini Sederet Syaratnya

Menurut Habib Rizieq, seharusnya pemerintah senang apabila terdapat kritikan dari beragam pihak.

Tim Bizlaw | Kamis, 12 November 2020 - 09:45 WIB

Setiba di Tanah Air, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) langsung menyoroti hubungannya dengan pemerintah selama ini. Namun, HRS siap membuka pintu untuk melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah. Berdamai dengan pemerintah bisa dilakukan asalkan dengan sejumlah syarat dan dimulai dari niat baik.

Menurut HRS, mustahil rekonsiliasi bisa berjalan jika pintu dialog tak dibuka sama sekali. Namun hingga kini tak ada dialog yang dibuka sama sekali oleh pemerintah.

“Tidak ada rekonsiliasi tanpa dialog. Dialog itu penting dan nggak boleh penguasa itu tangkap kanan tangkap kiri. Kriminilasasi sudah enggak boleh,” ujar Habib Rizieq sebagaimana dilihat dalam YouTube Front TV, Kamis (12/11/2020).

HRS bahkan mengaku sudah menawarkan pintu dialog dengan pemerintah sejak bulan Januari 2017. Ketika itu pasca aksi 212 tahun 2016 kemudian ada tabligh akbar di Masjid Istiqlal.

“Bicara soal pintu dialog sudah pernah saya sampaikan saat tabligh akbar di Masjid Istiqlal sebelum PilkadaDKI setelah yaitu aksi 212 di tahun 2016 dan di bulan Januari (2017) kita buat aksi 121,” bebernya.

Namun sayangnya, pemerintah tak memberikan dialog untuk rekonsiliasi. Malah ada beberapa tindakan menurutnya adalah kriminalisasi terhadap ulama. Lebih lanjut, HRS mengaku ke depannya siap berdialog dengan pemerintah. Namun dengan catatan, tak ada lagi kriminalisasi terhadap ulama di Indonesia.

“Stop dulu kriminalisasi pra aktivitasnya tunjukkan dulu niat baiknya. Kalau mau dialog dan rekonsiliasi ahlan wa sahlan, kita siap dialog dan damai kita siap hidup tanpa kegaduhan. Tapi bebaskan ulama, habib dan bebaskan dulu para tokoh kita masih banyak ulama menderita,” tegasnya.

HRS bahkan memaparkan beberapa ulama dan aktivis yang masih ditahan. Mulai dari Abu Bakar Baasyir hingga Habib Bahar bin Smith.

"Bebaskan dulu para tokoh kita, masih banyak ulama kita yang saat ini menderita di penjara. Bebaskan Ustaz Abu Bakar Baasyir, Habib Bahar bin Smith, bebaskan dulu Doktor Syahganda Nainggolan, bebaskan Bapak Anton Permana, bebaskan Jumhur Hidayat, bebaskan dulu. Bebaskan buruh, bebaskan mahasiswa, bebaskan para pendemo, bebaskan pelajar yang saat ini memenuhi ruang-ruang tahanan," katanya.

Menurut Habib Rizieq, seharusnya pemerintah senang apabila terdapat kritikan dari beragam pihak. Dengan begitu, para pengkritik bisa menyampaikan saran merkea.

“Para pengkritik umumnya punya solusi uang mereka tawarkan. Pelajari, kalau solusi itu baik terima, kalo tidak baik sampaikan dimana tidak baiknya. Selesai tidak perlu ada kegaduhan tingkat nasional,” tandasnya.

Dalam unggahan foto yang diberi judul
Anies Temui Habib Rizieq, Minum Teh Bareng Empat Sahabat

Dalam unggahan foto yang diberi judul "Pertemuan Empat Shahabat" tersebut, terlihat Anies Baswedan duduk paling kiri, di sebelah kanannya Habib Rizieq Shihab, disusul Tengku dan Hanif Al-Athos (menantu Rizieq) yang duduk paling kanan

Rayu | Rabu, 11 November 2020 - 08:30 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dikabarkan sudah bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di kediamannya, Kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020) malam.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu dinihari membenarkan pertemuan Anies dengan Habib Rizieq selepas salat Isya.

Pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan pimpinan FPI itu diketahui juga melalui unggahan foto pada akun media sosial Instagram. Pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan pimpinan FPI itu diketahui juga melalui unggahan foto pada akun media sosial Instagram.

Dalam unggahan foto yang diberi judul "Pertemuan Empat Shahabat" tersebut, terlihat Anies Baswedan duduk paling kiri, di sebelah kanannya Habib Rizieq Shihab, disusul Tengku dan Hanif Al-Athos (menantu Rizieq) yang duduk paling kanan.

“Tiada yg lebih menggembirakan daripada bertemu dengan shahabat. Nilai pershahabatan bagi kaum muslimin itu dari dunia hingga akhirat. Di dunia saling bantu membantu dalam kebajikan dan di akhirat saling tolong menolong menuju sorga. Ahlan wa Sahlan wa Marhaban. Jakarta, 10 November, 2020, Tengku Zulkarnain,” tulis Tengku Zulkarnain dalam akun Instagram-nya @tengkuzulkarnain.id.

Tengku mengaku Anies dan Rizieq saling melepas rindu sambil minum teh dan tidak ada pembicaraan yang mengarah ke unsur politik.

"Gak ada, minum teh bareng aja melepas rindu aja namanya kawan sahabat, sehat-sehat senang gitu lah," ujar Tengku.

Pasalnya, kata dia, Anies tidak mau mengganggu Rizieq yang mungkin masih lelah usai pulang menjalani perjalanan jauh selama delapan jam dari Arab Saudi-Jakarta ditambah dari bandara ke kediamannya kurang lebih enam jam.

Sehingga, lanjut dia, pertemuan tersebut pun relatif singkat hanya sekitar satu jam.

"Tadi sebentar aja minum teh, habis minum teh, ngobrol sebentar lalu udah pulang. Kami kan kasian beliau sudah mau istirahat kasihan lah. Cepet tadi jam 20.30 WIB sudah bubar," tuturnya.

Tengku juga menyebutkan pertemuan kedua tokoh itu tidak membahas Reuni Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang rencananya akan dihelat di Monas, Jakarta Pusat pada 2 Desember 2020

"Enggak juga diobrolin itu, masa orang capek kok. Kita cuma minum teh. Senang ketemu, kalau saya kan sudah lama gak ketemu ya, bulan Maret kemarin ya terakhir, lalu COVID-19 kan, saya rombongan terakhir yang masuk Makkah," ucap Tengku menambahkan.