Prabowo tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam penanganan Covid-19.
Kerja dalam Senyap, Prabowo Sulap RS Kemenhan Jadi RS Khusus Corona

Prabowo tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam penanganan Covid-19.

Triaji | Selasa, 21 April 2020 - 08:31 WIB

Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto terus berkerja dalam senyap. Diam-diam, Prabowo tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam penanganan Covid-19. Salah satu langkah adalah penyiapan rumah sakit khusus Covid-19.

"Kementerian Pertahanan sedang mencoba rumah sakit yang di Bintaro itu, Rumah Sakit Dokter Suyoto, itu akan disulap atau diubah begitu menjadi rumah sakit pandemi dan sekarang sedang proses pengerjaan. Mudah-mudahan beberapa waktu ke depan akan selesai. Jadi rumah sakit itu semuanya hanya menangani kasus-kasus pandemi seperti Covid-19 ini," ujar Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Hal itu disampaikan Dahnil dalam acara sebuah diskusi dengan topik 'Truth About Covid-19: Weapon or Panic-Inducing?' di akun Youtube Let's Talk With Sara, Minggu (19/4/2020), seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (20/4/2020).

Sekadar gambaran, RS Dokter Suyoto didirikan pada 1960. RS ini masuk ke dalam RS tipe B dan bertanggung jawab penuh kepada Kepala Pusat Rehabilitasi Kemhan.

Selain RS Dokter Suyoto, menurut Dahnil, Kemenhan juga sedang mempersiapkan RS darurat di banyak tempat di tanah air.

"Dan sekarang kan TNI, Kementerian Pertahanan, semuanya ada di lapangan, mereka semuanya bertugas. Bahkan anggaran Kementerian Pertahanan hampir Rp 8,7 triliun itu dipotong dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Jadi memang seluruh energi sekarang itu dialokasikan untuk kepentingan penanganan Covid-19," ujarnya.



Seluruh kader partai Gerindra diminta untuk ambil bagian membantu Presiden Joko Widodo menanggulangi wabah virus corona.
Prabowo Larang Kader Gerindra Kritik Jokowi: Fadli Zon Langsung Jinak, Ini Buktinya

Seluruh kader partai Gerindra diminta untuk ambil bagian membantu Presiden Joko Widodo menanggulangi wabah virus corona.

Triaji | Kamis, 23 April 2020 - 09:03 WIB

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh kader partainya untuk ambil bagian membantu Presiden Joko Widodo menanggulangi wabah virus corona (Covid-19). Instruksi tersebut langsung dipatuhi Wakil Ketum Gerindra Fadli Zon yang dikenal galak mengkritisi Jokowi.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo melalui sebuah video yang diunggah di akun Twitter pribadinya, @prabowo, Rabu (22/4) malam. Prabowo yang juga menteri pertahanan ini mengatakan sebagai bagian koalisi, sudah seharusnya kader Gerindra mematuhi kebijakan pemerintah dalam mengatasi wabah virus corona.

"Saya minta seluruh kader percaya pada pimpinan negara, percaya pada pimpinan partai. Saudara-saudara sekalian saya meminta segala petunjuk, semua saran, semua aturan yang diberikan pemerintah baik pusat, provinsi, Kabupaten/kota, atau kecamatan dan desa harus diikuti dan dipatuhi," kata Prabowo.

Dia menyebut wabah virus corona saat ini merisaukan. Yang dibutuhkan adalah rasa persaudaraan dan persatuan, bukan malah mencari-cari kesalahan.

"Kita sebagai manusia pasti buat kesalahan. Tapi justru di saat ini kita harus saling isi kekurangan, saling memperbaiki. Bukan mencaci, bukan marah-marah, bukan mengejek," ujar Prabowo.

Menurutnya, Jokowi sosok yang berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Hal itu ia ketahui setelah menjadi mitra kerja Jokowi di kabinet.

Prabowo mengaku bisa melihat komitmen Jokowi terhadap rakyat kecil setelah memperhatikan dari dekat cara presiden mengambil keputusan.

"Selalu dasar pemikiran beliau adalah rakyat paling miskin dan lemah," kata dia.

Respons Fadli Zon

Perintah Prabowo kepada kader Gerindra untuk membantu Jokowi, bukan mencaci maki, marah-marah, dan mengejek langsung membuat Fadli Zon jinak. Padahal, politikus Gerindra ini dikenal keras mengkritisi Jokowi di media sosial.

Hal itu terlihat dari kicauan Fadli di akun twitter yang merespons pernyataan Presiden Jokowi mengenai perbedaan mudik dan pulang kampung mendapatkan beragam respons dari beberapa pihak.



Topik mengenai perbedaan istilah mudik dan pulang kampung menjadi viral di media sosial, setelah ditayangkannya wawancara Najwa Shihab dengan Presiden Joko Widodo di acara Mata Najwa, Rabu (23/4/2020).

Di Twitter, tagar Jokowi, Mudik dan MataNajwa pun menempati jajaran teratas trending topic. Hal itu tak lepas dari penjelasan Presiden Joko Widodo mengenai perbedaan istilah mudik dan pulang kampung di acara Mata Najwa.

Dalam penjelasannya mengenai pertanyaan Najwa tentang fenomena jumlah masyarakat dari DKI Jakarta yang telah pulang kampung sebanyak hampir 1 juta orang, Presiden menyebut angka tersebut merupakan jumlah orang yang melaksanakan pulang kampung.

“Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Mereka memang bekerja di Jabodetabek, tetapi di sini sudah tidak ada pekerjaan, maka mereka pulang, karena anak istrinya ada di kampung,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun kembali menegaskan perbedaan antara mudik dan pulang kampung menurut versinya.

“Mudik itu di hari lebarannya. Beda, [mudik] itu untuk merayakan Idulfitri. Kalau pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak istri di kampung,” tambahnya.



Pernyataan Presiden Jokowi tersebut pun menuai beragam respons dari netizen, tak terkecuali para politisi. Salah satu politisi itu adalah Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

“Kesimpulannya, mudik adalah pulang kampung menjelang Lebaran untuk merayakan Lebaran. Pulang kampung adalah kegiatan kembali ke kampung krn anak istri ada di kampung,” ujarnya di akun Twitter resminya, @fadlizon, Rabu malam (22/4/2020).

Hanya saja, Fadli tidak memberikan respons lain setelah menuliskan kalimat itu di linimasa Twitter.

Ventilator saat ini dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia yang sedang berjuang melawan virus corona.
Ditelepon Jokowi, Presiden Trump Segera Kirim Ventilator Corona ke Indonesia: Mafia Alkes Minggir

Ventilator saat ini dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia yang sedang berjuang melawan virus corona.

Ishak | Jumat, 24 April 2020 - 23:30 WIB

Sulitnya menyediakan alat-alat kesehatan (alkes) seperti APD dan ventilator untuk pasien corona sempat dikeluhkan Menteri BUMN Erick Thohir. Disebutkan, sulitnya penyediaan alkes itu salah satunya akibat ulah para mafia alkes. 

Namun ulah nakal para mafia alkes tersebut kini mulai diatasi setelah Presiden Jokowi mengontak Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kabar tentang permintaan bantuan alkes itu dilontarkan Presiden Trump lewat akun Twitter miliknya @realDonaldTrump. Dikatakan Trump, ia baru saja berbicara dengan Jokowi yang meminta bantuan alkes berupa ventilator.

Just spoke to my friend, President Joko Widodo of the Republic of Indonesia. Asking for Ventilators, which we will provide. Great cooperation between us!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) April 24, 2020

"Baru saja berbicara dengan seorang teman, Presiden RI Joko Widodo. Ia meminta ventilator yang tentu akan kami berikan. Kerja sama hebat antara kami," tulis Trump, Jumat (24/4/2020) malam.

Meski begitu, Trump tidak merinci berapa banyak ventilator yang bakal dikirimkan ke Indonesia. Hanya saja, ventilator saat ini dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia yang sedang berjuang melawan virus corona.

Diketahui, ventilator merupakan mesin yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien yang mengalami suatu penyakit atau cedera. Dengan ventilator, pasien atau seseorang dapat asupan oksigen yang cukup.

Penggunaan dan kebutuhan ventilator di rumah sakit di Indonesia meningkat untuk membantu perawatan pasien virus corona.

Rupiah tercatat masih berada dalam tren penguatan jangka menengah, meski terlihat tidak terlalu solid.
Menhan Prabowo Bentengi Presiden Jokowi dari Kritik, Grafik Ini Membenarkannya

Rupiah tercatat masih berada dalam tren penguatan jangka menengah, meski terlihat tidak terlalu solid.

Kalyana Sastra | Sabtu, 25 April 2020 - 13:13 WIB

Riuh dan kritik yang selalu dialamatkan pada pemerintahan Jokowi seakan sulit habis, terlebih di saat situasi sulit akibat serangan wabah Coronavirus seperti sekarang. Situasi ini merupakan warna khas dari alam demokrasi.

Namun serangkaian kabar terkini memperlihatkan nuansa berbeda, di mana kritik yang masih terus menderas justru mulai coba ditepis oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang merupakan mantan rival berat Jokowi saat pilpres 2019 lalu.

Terlepas dari beragam tanggapan yang beragam atas pembelaan Menhan Prabowo terhadap Presiden Jokowi, langkah mantan petinggi militer kenamaan itu mampu memberikan harapan keteduhan. Pembelaan Menhan Prabowo sangat dibenarkan dan dibutuhkan pelaku pasar sebagaimana terlihat pada grafik nilai tukar mata uang Rupiah berikut:

Tren penguatan jangka menengah Rupiah terlihat masih berlaku hingga kini. Grafik Rupiah di atas dengan jelas menunjukkan, posisi indikator MA-Signal (garis hitam) yang masih berada di bawah batas teknikal psikologisnya (garis ungu) sebagai pertanda tekanan beli masih tersedia.

Namun pola teknikal juga memperlihatkan, tren penguatan yang kurang solid dengan ditunjukkan oleh posisi candle yang tidak mampu menjaga jarak dengan kedua indikator tersebut. Sementara jarak yang terentang antara kedua indikator tersebut juga terlihat cenderung menyempit, tren penguatan Rupiah menjadi semakin rawan untuk segera berakhir.

Meski demikian, penguatan Rupiah dalam rentang terbatas masih cukup berpeluang di beberapa hari sesi perdagangan ke depan, dan sentimen solidnya pemerintahan Jokowi dengan tampilnya menhan Prabowo sebagai juru tangkis bagi serangan kritik pada Presiden Jokowi akan menjadi benteng yang cukup ampuh untuk memperpanjang tren penguatan Rupiah.

Happy Trading.

Terdapat dua BUMN di sektor pertahanan yang mampu dan siap membuat ventilator, yakni Pindad dan Dirgantara.
Prabowo Ikut Turun Tangan Hancurkan Mafia Alkes, Ini Perintahnya

Terdapat dua BUMN di sektor pertahanan yang mampu dan siap membuat ventilator, yakni Pindad dan Dirgantara.

Pardosi | Sabtu, 25 April 2020 - 16:00 WIB

Sulitnya memperoleh alat-alat kesehatan (alkes) seperti ventilator bagi pasien corona juga mendapat perhatian serius dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Diketahui, langkanya alkes corona sebelumnya diungkap Menteri BUMN Erick Thohir tak terlepas dari ulah busuk para mafia alkes.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pertahanan di bawah komando Prabowo pun memastikan akan ikut menyediakan alkes yang selama ini sulit diperoleh. Kepastian ini dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono yang mengaku siap mendukung sepenuhnya BUMN bidang Industri Pertahanan memproduksi ventilator corona.

Dikatakan Trenggono, saat ini terdapat dua BUMN di sektor pertahanan yang mampu dan siap membuat ventilator, yakni Pindad dan Dirgantara. Dua perusahaan yang masuk dalam klaster National Defence and Hightech Industries (NDHI) ini telah lulus uji produk oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.

"Pindad dan Dirgantara sudah mampu produksi ventilator. Kementerian Pertahanan akan pastikan membeli produk buatan BUMN ini agar kita tak telat bergerak dan menjadi pemenang dalam melawan Covid-19," kata Trenggono dalam keterangan persnya, Sabtu (25/4).

Trenggono menjelaskan ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19. Sejak Covid-19 mewabah di seluruh dunia, hampir setiap negara membutuhkan alat kesehatan ini dan permintaannya kian tinggi.

Meski sangat dibutuhkan, suplai dan ketersediaan ventilator semakin menipis. Hal ini disebut tak hanya terjadi di Indonesia tetapi di hampir semua negara di dunia.

"Saya selama ini aktif mendorong pabrik milik BUMN yang berada di klaster National Defence and Hightech Industries (NDHI) ikut produksi ventilator," ungkap Trenggono.

Trenggono menjelaskan pemanfaatan mesin produksi yang dimiliki sektor industri pertahanan untuk membuat ventilator merupakan pilihan realistis. Bahkan kata dia di Amerika Serikat, pemerintahnya telah meminta pabrik mobil Ford, General Motor (GM), dan pabrik turbin GE untuk memproduksi ventilator.

"Bahkan Israel Aerospace Industries (IAI) yang dikenal sebagai manufaktur dirgantara dan persenjataan diperintahkan ikut berperan serta melawan pendemi corona, di mana divisi produksi rudal di IAI dikonversi untuk memproduksi ventilator portable,"  ujar Trenggono.