Anies tak lupa menyertakan tagar #WajahBaruJakarta dengan menampilkan empat buah foto yang sangat indah dipandang mata.
Anies Apes Banget, Pamer Foto Cantik Jakarta Malah Dibalas Banjir

Anies tak lupa menyertakan tagar #WajahBaruJakarta dengan menampilkan empat buah foto yang sangat indah dipandang mata.

Ishak | Minggu, 23 Februari 2020 - 12:28 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampaknya sedang mengalami nasib apes. Bagaimana tidak, tak sampai 24 jam usai mengunggah foto-foto cantik kota Jakarta, sejumlah titik di Ibu Kota malah terendam banjir. Hujan deras di Jakarta dan di hulu Jakarta yakni Depok dan Bogor, pada Sabtu (22/2/2020) malam diketahui mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa sudut Jakarta.

Padahal, dalam unggahannya, Anies tak lupa menyertakan tagar #WajahBaruJakarta dengan menampilkan empat buah foto yang sangat indah dipandang mata. Ada langit biru dan pepohonan nan rindang. Jakarta ditampilkan sebagai sebuah kota yang sangat ramah dengan penduduknya.

“Tengoklah foto-foto ini, ada biru di langit Jakarta. Itulah pemandangan rutin di Jakarta pada beberapa pekan belakangan ini. Ajak teman, tetangga, dan saudara.... berjalan, bersepeda menikmati #WajahBaruJakarta. Selamat menikmati akhir pekan, semoga selalu dalam keberkahanNya,” cuit Anies melalui akun twitternya @aniesbaswedan, Sabtu (22/2/2020).

Tentu saja, unggahan Anies yang dibalas dengan banjir Jakarta itu menimbulkan kegaduhan di media sosial. Banyak warganet yang menyindir Anies dengan menampilkan foto-foto banjir Jakarta tetapi dengan tagar #WajahBaruJakarta. 

Apes banget, Pak Anies!

Pada tagar banjir ini tak sedikit netizen yang menyalahkan kinerja dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 
Kinerja Anies Disalahkan, Istana Presiden Jokowi Kebanjiran 

Pada tagar banjir ini tak sedikit netizen yang menyalahkan kinerja dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Triaji | Selasa, 25 Februari 2020 - 10:49 WIB

Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Senin (24/2) malam, menggenangi hampir sebagian wilayah di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat hingga Jakarta Selatan. Kompleks Istana Kepresidenan sempat terendam banjir.

Netizen pun ramaikan twitter dengan tagar banjir hingga isi cuitan lebih dari 21 ribu kali pada selasa pagi (25/02/2020). Mereka mengunggah titik banjir di kawasan rumah atau dekat area perkantoran, termasuk tersendatnya lalu lintas di beberapa titik karena banjir. 

Namun pada tagar banjir ini tak sedikit netizen yang menyalahkan kinerja dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Tagar banjir pun disusul nama Anies dengan jumlah cuitan lebih dari 33 ribu kali. Nama gubernur memang selalu dikaitkan dengan banjir Jakarta. Karena warga pun membandingkan kinerja penanganan banjir di zaman Gubernur Anies dan mantan Gubernur DKI Ahok. 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberikan informasi bahwa air sempat menggenangi sekitar Masjid Baiturrahhim di Kompleks Istana Kepresidenan. "Istana banjir," ujar Pramono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (25/2).

Dalam video yang dibagikan, terlihat air menggenangi bagian lorong kompleks Istana. 

Namun dari keterangan Biro Pers Istana, genangan air telah surut sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Dari sejumlah video yang dibagikan terlihat tak ada lagi genangan air di Kompleks Istana Kepresidenan.

Kepala Sekretaris Presiden Heru Budi Hartono telah berkeliling di sekitar kawasan Istana. Di bagian lorong yang sempat tergenang juga telah surut.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dari Senin (24/1) malam hingga Selasa pagi (25/1) membuat sejumlah ruas jalan tergenang.

Berdasarkan pantauan akun resmi TMC Polda Metro Jaya di Twitter, beberapa jalan bahkan dialihkan karena tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Kawasan di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, juga ikut terendam banjir. Berdasarkan informasi dari akun Twitter @TMCPoldaMetro hingga pukul 07.00 WIB pagi tadi, air setinggi 20-30 sentimeter menggenangi Jalan Medan Merdeka Timur arah Monas Timur, tepatnya di depan gedung Pertamina. Akibatnya, lalu lintas di sekitar kawasan itu tersendat.

Jalan Medan Merdeka Timur bahkan sudah tak bisa dilintasi. Genangan setinggi 15-20 cm juga muncul di kawasan gedung PLN Gambir, Jakarta Pusat, menuju arah kantor Kedubes Amerika Serikat.
 

Berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret 2020.
Ini Analisa Anies Baswedan Soal Banjir Jakarta

Berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret 2020.

Triaji | Selasa, 25 Februari 2020 - 15:49 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, banjir di sejumlah wilayah di Jakarta diakibatkan adanya curah hujan yang tinggi. Kali ini, banjir yang terjadi bukan kiriman dari Bogor.

"Air yang ada di sini tidak banyak sampah, artinya itu air lokal. Dan karena air lokal tidak bergolak, jumlahnya memang cukup besar sampai siaga I, bukan air kiriman," kata Anies di pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Saat ini, kata Anies, pihaknya fokus untuk menangani korban banjir. Sebab, berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret 2020.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan, jajaran Pemprov DKI langsung membangun pos evakuasi di wilayah-wilayah yang terdampak banjir.

"Membangun pos kesehatan dan pasokan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat," ucapnya.

Anies mengaku menerima laporan bahwa banjir yang terjadi di wilayahnya pada Selasa telah merendam 200 RW lebih. Menurut Anies, jumlah wilayah terdampak banjir Jakarta diperkirakan akan terus bertambah.

"Masih bergerak terus, tapi di atas 200 RW yang terdampak dari 2.738 RW di Jakarta," kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa.

Selain ke pintu air Manggarai, Anies juga meninjau langsung ke pintu air Karet, Jakarta Pusat, yang berstatus siaga satu atau awas.

"Kalau kita ngecek ke pompa air dekat sini, alhamdulillah semua berfungsi. Jadi begitu air mulai surut, mudah-mudahan kampung-kampung di sekitar sini bisa lebih cepat penuntasannya," jelasnya.


Sekda DKI Jakarta meminta agar warganya tidak cengeng dan mengeluh melulu menghadapi banjir Jakarta.
Bela Anies Setengah Mati, Sekda DKI Minta Korban Banjir Nikmati Berkah Air Melimpah

Sekda DKI Jakarta meminta agar warganya tidak cengeng dan mengeluh melulu menghadapi banjir Jakarta.

Triaji | Kamis, 27 Februari 2020 - 19:17 WIB

Di tengah masa prihatin musibah banjir besar Jakarta, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah justru membuat pernyataan kontroversi. Tangan kanan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini meminta agar warganya tidak cengeng dan mengeluh melulu menghadapi banjir Jakarta.

Saefullah memberi pesan khusus bagi warganya yakni untuk menikmati saja banjir yang terjadi. Imbauan itu menyusul banjir tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di daerah lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

"Pulau Jawa dari Banten ada Tangerang-nya, Jakarta, Bogor (di) Jawa Barat di berbagai kotanya, Jawa Tengah di berbagai kotanya, Jawa Timur di berbagai kotanya juga ada banjir itu. Jadi dinikmati saja. Itu kan soal manajemen air," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/2/2020). 

Apalagi, sambung pria yang akrab disapa Bang Ipul ini, tubuh manusia terdiri dari 2/3 persen air yang juga akrab dengan air.

“Sering keluar air, kan banyak, bisa dari kepala, atau mana, air mata saja harus ada manajemen, tergantung situasi," katanya.

Saefullah memastikan, semua gubernur yang menjabat di Jakarta selalu mengalami banjir tiap tahun. Dia meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Gubernur Anies Baswedan untuk menuntaskan tugasnya memimpin Ibu Kota, termasuk mengatasi persoalan banjir di Jakarta. 

"Kan sudah disampikan oleh Bang Yos (mantan Gubernur DKI Sutiyoso) juga, tidak ada satu pun gubernur yang luput di masanya dari banjir. Artinya setiap tahun di musim banjir pasti banjir," ujar dia. 

Saefullah menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta memiliki manajemen yang baik untuk mengatasi banjir. Pemprov DKI tidak pernah menetapkan status darurat banjir di Jakarta. 

"Yang perlu diingat, kami tidak pernah menetapkan keadaan darurat. Artinya apa? Kami bisa mengelola dan manajemen barokah yang dikeluarkan melalui hujan ini kami manage dengan baik, enggak perlu keadaan darurat, semua kami kerjakan," ujar dia.



Selama 2,5 tahun menjabat, Anies sama sekali tak pernah membicarakan langkah untuk mengatasi banjir Jakarta.
PSI Sebut Anies Baswedan Menikmati Banjir, Sekda DKI Menyakiti Warga

Selama 2,5 tahun menjabat, Anies sama sekali tak pernah membicarakan langkah untuk mengatasi banjir Jakarta.

Triaji | Jumat, 28 Februari 2020 - 16:17 WIB

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuding Gubernur Anies Baswedan menjadikan banjir Jakarta sebagai panggung politik. Anggota DPRD dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, mempermasalahkan pernyataan Anies yang mengatakan fokus kepada penanganan korban banjir.

Tidak hanya itu, Justin juga menyayangkan omongan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, yang meminta warga menikmati banjir Jakarta. Dua pernyataan itu sebagai panggung politik untuk menaikkan elektabilitas.

“Pernyataan Pak Sekda itu menyakitkan hati rakyat Jakarta yang terkena banjir. Kalau Pak Anies mungkin memang menikmati banjir, sehingga beliau punya kesempatan untuk datang ke lokasi lalu menyapa warga terdampak sambil foto-foto,” ucap Justin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (28/2/2020).

Justin berpendapat, selama 2,5 tahun menjabat, Anies sama sekali tak pernah membicarakan langkah untuk mengatasi banjir Jakarta. Ia mengatakan Anies hanya bereaksi setelah banjir terjadi.

“Itu pun cuma berupa aksi panggung. Sepertinya itu memang strategi beliau sesuai dengan survei baru-baru ini,” katanya seperti diberitakan tempo.co.

Justin mengutip hasil survei Indo Barometer periode 9-15 Januari 2020. Dalam survei itu, dikatakan kalau sebanyak 27,5 persen masyarakat memilih Anies Baswedan karena berjiwa sosial. Ia menuding atas alasan itu Anies tak pernah membahas langkah atau program nyata secara terbuka terkait antisipasi banjir.

“Sepertinya beliau lebih suka dikenal sebagai gubernur yang berjiwa sosial dibandingkan gubernur yang mampu bekerja mengatasi banjir,” tutur dia.

Menurut Justin, selama periode 2018-2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) tak bisa menjalankan normalisasi sungai karena pembebasan lahan mandek. Ia mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2020 Pemprov DKI sudah menganggarkan Rp 2,5 triliun untuk pengendalian banjir.

Justin menyebut yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah kerja nyata Anies dalam menanggulangi banjir sebelum bencana itu terjadi.

“Bukan setelah kejadian baru muncul seperti pahlawan dan bikin panggung selebrasi pemberian bantuan,” ucap Justin.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan saat ini Pemprov DKI tengah fokus bersiaga menghadapi musim hujan yang diprediksi masih berlanjut. Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, tak ada gubernur di Jakarta yang tak mengalami banjir.