Oleh karena itu, kata Mahfud, pansel akan bekerja selama sebulan untuk menentukan anggota Kompolnas
Pansel Kompolnas Terbentuk, Dituntut Bekerja Cepat!

Oleh karena itu, kata Mahfud, pansel akan bekerja selama sebulan untuk menentukan anggota Kompolnas

Izza | Jumat, 17 Januari 2020 - 13:22 WIB

Masa jabatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan segera berakhir dan membutuhkan seleksi komisioner baru untuk masa jabatan 2020-2024. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta Panitia Seleksi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memilih sosok komisioner yang 'bergigi' dalam mengawasi tugas Kepolisian RI (Polri).

“Nanti biar panitia milih yang ‘bergigi’,” kata Mahfud MD usai bertemu dengan sembilan orang Pansel Kompolnas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (16/01/2020).

Kesembilan Pansel itu sudah terbentuk dengan penunjukkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pansel tersebut ditunjuk presiden dengan tujuan untuk memilih anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024. 

Kesembilan anggota tersebut secara resmi akan bertugas pada Kamis (16/01/2020) setelah menerima surat keputusan (SK) yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

"Waktunya sangat pendek, karena menurut aturan tiga bulan sebelum habis masa jabatannya, nama-nama baru (anggota Kompolnas) harus disampaikan ke Presiden," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam.

Oleh karena itu, kata Mahfud, pansel akan bekerja selama sebulan untuk menentukan anggota Kompolnas. Nantinya, calon anggota terpilih akan mulai menjabat pada 20 Mei, bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan anggota Kompolnas periode saat ini.

"Sesuai undang-undang, harus dilakukan seleksi kepada anggota-anggota yang bukan ex-officio. Karena anggota ada yang dipilih, ada yang ex-officio. Nah (pemilihan) kepada anggota yang diseleksi ini kami membentuk panitia," terang Mahfud MD.

Adapun kesembilan anggota pansel tersebut adalah: 

1. Suparman Marzuki - Ketua merangkap anggota 
2. Moechgiyarto- Wakil Ketua merangkap anggota 
3. Maria Margaretha Hartiningsih- Sekretaris merangkap anggota
4. Carlo Brix Tewu - Anggota 
5. Eddy O.S. Hiariej - Anggota 
6. Muhammad Mustofa - Anggota 
7. Khasan Effendy - Anggota 
8. Ronny Lihawa - Anggota 
9. Ansyaad Mbai - Anggota
 

Bekto menekankan, reformasi kultural Polri merupakan hal yang masih sulit dilakukan saat ini. Sebab hal ini sangat terkait dengan pedoman perilaku yang masih diyakini benar oleh para anggota Polri.
Dicari, Anggota Kompolnas Pendobrak Tradisi Lama Polisi

Bekto menekankan, reformasi kultural Polri merupakan hal yang masih sulit dilakukan saat ini. Sebab hal ini sangat terkait dengan pedoman perilaku yang masih diyakini benar oleh para anggota Polri.

Pardosi | Jumat, 17 Januari 2020 - 16:56 WIB

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) diharapkan diisi oleh figur yang berani mendobrak tradisi lama di tubuh Kepolisian. Pasalnya, persoalan mendasar Polri terletak pada reformasi kultural yang hingga kini belum selesai. Sulitnya reformasi kultural yang dihadapi Polri saat ini sebetulnya sudah diperkirakan para perumus reformasi Polri sejak tahun 1999.

Demikian ditegaskan Ketua Kompolnas Irjen (Purn) Bekto Suprapto kepada Bizlaw.id, Jumat (17/1/2020) saat dimintai tanggapannya terkait akan berakhirnya masa bakti Kompolnas periode 2016-2020. Menurut Bekto, reformasi Polri terdiri dari aspek, yakni reformasi struktural, reformasi instrumental, dan reformasi kultural. 

Bekto menekankan, reformasi kultural Polri merupakan hal yang masih sulit dilakukan saat ini. Sebab hal ini sangat terkait dengan pedoman perilaku yang masih diyakini benar oleh para anggota Polri. Antara lain, Bekto memaparkan, harus membela rekan meski berbuat salah, lebih takut kepada atasan ketimbang hukum yang mengatur tugas dan kewenangan, serta bekerja berdasarkan pengalaman dan bukan aturan yang berlaku.

Untuk mengubah tradisi lama tersebut, Bekto mengharapkan agar anggota Kompolnas berikutnya tampil lebih berani, independen, dan bebas dari intervensi pihak manapun. Kemudian, Kompolnas harus mendorong pengawas internal untuk diberikan kewenangan lebih serta bertindak independen. “Meski disadari bahwa Kompolnas akan mengalami kesulitan untuk melaksanakan tugas yang diharapkan tersebut,” ungkap Bekto.

Kendati demikian, Bekto tetap optimistis Panitia Seleksi (Pansel) Kompolnas yang telah dibentuk Presiden Jokowi mampu memilih anggota Kompolnas yang betul-betul memahami tujuan, fungsi, peran, tugas dan wewenang Polri.

Diketahui, Presiden Jokowi telah menetapkan 9 Anggota Pansel Kompolnas yang bertugas mencari dan menyeleksi calon anggota Kompolnas untuk periode 2020-2024. Usai melalui serangkaian seleksi ketat, Pansel selanjutnya akan menyerahkan 12 nama ke Presiden. Dari 12 tersebut, Presiden akan memilih 6 orang untuk ditetapkan dan dilantik sebagai anggota Kompolnas.

Jika ketiga syarat tersebut dipenuhi, niscaya citra Kepolisian akan semakin membaik ke depan.
Kompolnas Hanya Butuh Komisioner Pemberani

Jika ketiga syarat tersebut dipenuhi, niscaya citra Kepolisian akan semakin membaik ke depan.

Pardosi | Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:05 WIB

Berani, mau, dan mampu merupakan tiga hal yang wajib dimiliki komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Jika ketiga syarat tersebut dipenuhi, niscaya citra Kepolisian akan semakin membaik ke depan.

Begitulah komentar mantan Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala kepada Bizlaw.id, Jumat (17/1/2020) saat dimintai tanggapannya terkait sosok yang dibutuhkan Kompolnas.

Menurut Adrianus, modalitas Kompolnas hingga saat ini tidak ada yang berubah. "Karena tidak berubah, maka amat tergantung pada komisionernya," ujar Kriminolog UI ini.

Keberanian itu akan terlihat pada sejauh mana para komisioner Kompolnas mengeksploitasi kewenangan yang melekat pada mereka. "Berani atau tidak?" tantang Adrianus.

Bahkan, Adrianus menantang para komisioner Kompolnas untuk menjalankan terobosan yang sebetulnya berada di luar kewenangan mereka.

"Apakah berani, mau, dan mampu melakukan terobosan di luar kewenangan atau tidak?" pungkas Adrianus.

Diketahui, Presiden Jokowi telah menetapkan 9 Anggota Pansel Kompolnas yang bertugas mencari dan menyeleksi calon anggota Kompolnas untuk periode 2020-2024.

Usai melalui serangkaian seleksi ketat, Pansel selanjutnya akan menyerahkan 12 nama ke Presiden. Dari 12 tersebut, Presiden akan memilih 6 orang untuk ditetapkan dan dilantik sebagai anggota Kompolnas.