Arab Saudi tertarik melakukan kerjasama di bidang energi dan petrokimia.

PRESIDEN Joko Widodo disambut dengan hangat oleh Putra Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman dalam pertemuan yang digelar di Istana Putra Mahkota Riyadh, Minggu malam, 14 April 2019.  Selain melakukan pertemuan bilateral, Putra Mahkota juga menjamu Presiden dalam santap malam bersama.

Menteri Luar Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan itu mengatakan bahwa Indonesia-Arab Saudi sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi tingkat pemimpin dan melakukan pertemuan setahun sekali.

“Indonesia-Saudi juga sepakat segera melakukan pertemuan untuk membahas investasi dan kerja sama ekonomi lain,” kata Retno.

Arab Saudi tertarik melakukan kerjasama di bidang energi dan petrokimia. Hal ini disampaikan kembali oleh Putra Mahkota.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadi bagian dari pelaksanaan Vision 2030 Arab Saudi.

“Putra Mahkota menghargai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik. Indonesia dinilai beruntung memiliki pemimpin yang jelas dan maju,” kata Retno.

Dalam pertemuan, Putra Mahkota menyampaikan lagi keputusan penambahan kembali kuota haji sebesar 10.000 bagi Indonesia.

Usai melakukan serangkaian kegiatan dengan pemerintah Kerajaaan Arab Saudi, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana melanjutkan agenda menuju Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Senin (15/4), pukul 01.57 waktu setempat  atau pukul 05.57 WIB, setelah menempuh penerbangan selama 1 jam 30 menit.

Dari bandara, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana langsung melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk melaksanakan ibadah umroh.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.[]