Sebagai langkah awal, jumlah BUMN yang saat ini berjumlah 143 perusahaan akan disederhandakan dan dikelompokkan menjadi holding subsektor BUMN

Pemerintah berencana untuk membentuk super holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan pembentukan ini, maka Kementerian BUMN dipastikan akan bubar.

Rencana itu dilontarkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat pamungkas Pilpres 2019. Menurutnya, holding itu berkaitan dengan konstruksi, migas, dan berkaitan dengan pertanian, perkebunan serta perdagangan. Dengan membentuk holding BUMN itu nanti dibangun super holding.

"Saya kira ke depan kita akan membangun holding-holding BUMN, baik holding yang berkaitan dengan konstruksi, karya berkaitan dengan migas. Holding berkaitan dengan pertanian, perkebunan, berkaitan dengan perdagangan lainnya. Akan ada holding di atasnya, ada super holding," kata Jokowi.

Mengenai rencana tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, pihaknya sudah memiliki gambaran langkah apa yang akan dilakukan sebelum pembentukan super holding tersebut.

Sebagai langkah awal, jumlah BUMN yang saat ini berjumlah 143 perusahaan akan disederhandakan dan dikelompokkan menjadi holding subsektor BUMN. Seperti saat ini sudah terbentuk salah satunya holding industri pertambangan.

Dengan hadirnya super holding BUMN itu pun, kata Menteri Rini, Kementerian BUMN bisa saja bubar. "Ya kementerian BUMN akan hilang. Jadinya nanti ada superholding. Nanti akan seperti Temasek dan Khasanah," kata Rini di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Meski Kementerian BUMN hilang, tapi pemerintah tetap menjadi pemegang saham. Bahkan, pengawasan dan pertanggungjawaban langsung kepada Presiden.

"Jadi, nanti kalau superholding juga langsung ke Presiden. Cuma bentuknya itu bukan bentuk seperti birokrasi, bentuknya bukan kementerian. Yang diharapkan Bapak Presiden itu betul-betul bahwa BUMN dikelola secara profesional. Jadi, yang mengawasi harus orang-orang profesional, bukan orang-orang birokrasi," ucap Rini.

Namun, hingga saat ini, ia belum bisa memastikan kapan rencana ini bisa terealisasi.

Negara-negara yang memiliki super holding BUMN

1. Singapura dengan Temasek
Pada 1974, Pemerintah Singapura menggabungkan sejumlah perusahaan lokal dengan membentuk Temasek Holding. Dengan pembentukan itu, maka pemegang saham pengendali Temasek dipegang penuh pemerintah Singapura.

Temasek bergerak di beberapa sektor, antara lain jasa keuangan, telekomunikasi, teknologi, transportasi, industri, konsumsi, properti, pertanian, energi dan sumber daya alam. Saat ini Temasek Holding sudah memiliki 11 kantor di beberapa negara lain. Nilai portofolio sampai akhir 31 Maret 2018 tercatat Sin$308 miliar.

2. Malaysia
Malaysia membentuk super holding BUMN pada 3 September 1993. Mereka memberi nama Khazanah. Super holding BUMN ini bertugas mengurusi aset komersial dan juga menjaga sektor-sektor stategis.

Ada beberapa perusahaan di bawah Khazanah, antara lain Axiata Group Berhad, CIMB Group Holdings Berhad, Tenaga Nasional Berhad, Telekom Malaysia Berhad, Malaysia Airports Holdings Berhad, IHH Healthcare Berhad, dan UEM Sunrise Berhad.