Sikap investor di Jakarta nampaknya masih cenderung menantikan gelaran pemilihan umum Rabu lusa.

Sesi perdagangan saham pagi di awal pekan ini akhirnya ditutup dengan gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) yang positif. Gerak naik IHSG terlihat tertinggal dibanding dengan sejumlah besar indeks di bursa saham utama Asia menyambut senbtimen rilis data perdagangan China akhir pekan lalu.  Sementara laporan dari pasar valuta menunjukkan gerak menguat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang cukup mengesankan dengan memimpin penguatan mata uang Asia.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, sentimen dari rilis data perdagangan internasional China yanhg secara mengejutkan mampu membukukan lonjakan memnbuat pelaku pasar beralih optimis sejak akhir pekan lalu. Gerak naik indeks Wall Street bahkan semakin tersulut pada sesi akhir pekan lalu setelah rilis kinerja keuangan emiten yang mengesankan di kuartal pertama tahun ini.  Sentimen ini akhirnya mampu berlanjut untuk merambah bursa saham utama Asia pagi ini. 

Hingga sesi perdagangan pagi ini berakhir di Jakarta, indeks Nikkei (Jepang) melompat 1,4% untuk berada di posisi 22.177,15, indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,58% untuk berada di kisaran 30.084,73, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang terangkat 0,51% untuk menjangkau posisi 2.244,81. Sedangkan indeks ASX 200 (Australia) tercatat sebagai satu-satunya indeks yang twerperosok di zona merah kali ini dengan menurun 0,13% untuk berada di posisi 6.242,9.

Sikap pelaku pasar terlihat cukup mampu untuk mengikuti irama sentimen yang sebelumnya telah mengangkat indeks wall Street dalam kisaran tajam. Hal yang sedikit berbeda terlihat pada bursa saham Indonesia, di mana gerak IHSG terlihat masih tertatih akibat sikap investor yang cenderung menantikan gelaran pemilihan umum Rabu lusa. Gerak IHSG akhirnya hanya mampu menguat terbatas 0,45% untuk menutup sesi pagi ini di posisi 6.435,19.

Beralih ke pasar valuta gerak nilai tukatr mata uang Rupiah terpantau membukukan penguatan tajam hingga sesi perdagangan siang ini. Titik terkuat Rupiah tercatat berada dei kisaran Rp14.055 per Dolar AS dan gerak menguat Rupiah terlihat sangat konsisten di sepanjang sesi perdagangan pagi ini. Terkni, Rupiah tercatat ditransaksikan di kiasran Rp14.068 per Dolar AS atau menguat 0,59% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu.  Sementara pantauan di pasar Asia menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang berkecenderungan menguat dalam mengawali sesi pekan ini. Mata uang Asia terpantau hanya menyisakan Peso Filipina, Rupee India, serta Dolar Singapura dan Yuan China yang masih bergulat di zona penguatan tipis. Secara keseluruhan, seluruh mata uang Asia terlihat masih mampu untuk menginjak zona positif.