Gerak menguat tajam nilai tukar Rupiah kali ini sekaligus membuka jalan menembus level Rp13.000-an per Dolar AS.

Sesi perdagangan pagi di awal pekan ini di pasar valuta Asia menunjukkan gerak nilai tukar mata uang Rupiah yang melompat tajam.  Pantauan menunjukkan, geraka menguat Rupiah yang dibarengi oleh mata uang Ringgit Malaysia dalam mengawali sesi perdagangan pekan ini. Sebagaimana diwartakan sebelunnya, pelaku pasar di Asia yang mencoba untuk mengikuti irama sentimen dari melonjak tajamnya indeks bursa Wall Street dalam menutup sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Sentimen dari rilis data perdagangan internasional China yang mengejutkan dan berkombinasi dengan kinerja emiten bursa Wall Street yang  melampaui ekspektasi menjadi faktor pendorong utamanya. Gerak naik indeks di bursa saham Asia akhirnya menjadi tak terelakkan dan kini mulai merambah pasar valuta Asia.

Meski demikian pantauan terkini menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang terlihat masih bervariasi dengan Rupiah memimpin  penguatan Asia. Sedangkan laporan dari pasar valuta lainnya menunjukkan, gerak inde3ks Dolar AS yang masih stabil di kisaran 97-an, di mana posisi terkini berada di 96,9.  Masih tingginya posisi indeks Dolar AS sesungguhnya cukup rentan  bagi nilai tukar mata uang Asia, termasuk Rupiah.

Namun sentimen dari China terlihat membuat gerak penguatan Rupiah cukup solid di sesi pagi ini. Laporan terkini menunjukkan, Rupiah yang ditransaksikan di kisaran Rp14.075 per Dolar AS atau menguat tajam 0,54% dibanding posisi penutupan akhir pekan lalu.    Gerak menguat tajam Rupiah kali ini sekaligus membuka harapan untuk sekaligus menembus level psikologisnya di kisaran Rp13.000-an.

Untuk dicatat, dalam beberapa pekan lalu, posisi Dolar AS yang telah berulangkali diperdagangkan di kisaran Rp13.000-an namun tidak terlalu lama kemudian berbalik kembali ke level Rp14.000-an.  Gerak penguatan Rupiah yang kini berada di Rp14.075 per Dolar AS terlihat tel;ah sangat dekat untuk menginjak kembali level Rp13.000-an.  Sementara pada tinjauan teknikal terkini menunjukkan, gerak menguat tajam dan konsisten Rupiah dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir telah membuat tren penguatan jangka menengah di ambang pintu.  Pantauan menunjukkan, bila Dolar AS mampu bertahan di bawah kisaran Rp14.145 hingga sesi perdagangan Selasa besok (16/4), maka tren penguatan Rupiah terbentuk dan sekaligus akan menghantarkan Dolar AS menembus level Rp13.000-an dengan dorongan sentimen penyelenggaraan pemilihan umum.