Dalam setiap transaksi yang dilakukannya, Sandiaga melakukan penjualan dengan harga bervariasi antara Rp3.775 hingga Rp3.802 per lembar.

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno ternyata telah melepas 168 juta lembar sahamnya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Pelepasan dilakukan sejak Oktober 2018 hingga terakhir kali pada 12 April 2019.

Hal tersebut diketahui dari surat laporan Sandiaga Uno kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilansir dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data tersebut, Sandiaga diketahui telah 17 kali menjual sahamnya.

Dalam setiap transaksi yang dilakukannya, Sandiaga melakukan penjualan saham dengan jumlah saham yang bervariasi, yakni antara 2 juta lembar hingga 39,4 juta lembar. Harga jualnya bervariasi antara Rp3.775 hingga Rp3.802 per lembar.

Pada bulan April saja, Sandiaga sudah empat kali melepas sahamnya. Penjualan pertama dilakukan pada 8 April 2019 sebanyak 5 juta saham. Kemudian pada 9 April 2019 Sandi melepas 2 juta lembar saham. Pada 10 dan 12 April Sandi kembali menjual saham SRTG masing-masing sebanyak 7 juta dan 5 juta saham.

Dari seluruh 17 transaksi tersebut, Sandiaga sudah mengantongi dana segar senilai Rp633,5 miliar.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham SRTG per 31 Maret 2019 di Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan Sandiaga Salahuddin Uno di SRTG sebanyak 605,36 juta saham (22,31 persen). Pemegang saham besar lain yakni Edwin Soeryadjaya sebanyak 842,22 juta saham (31,04 persen) dan PT Unitras Pertama sebanyak 859,50 juta saham (31,68 persen).

Kepemilikan saham Sandiaga pada emiten berkode saham SRTG itu pun turun dari 754 juta pada akhir Agustus 2018 menjadi tinggal 586 juta per hari ini. Secara persentase, kepemilikan Sandiaga pada SRTG turun dari 27,8 persen menjadi 21,6 persen.