Perjalanan itu diceritakan Jokowi dalam sebuah postingan yang diunggah di laman Facebook.

PRESIDEN Joko Widodo mengenang perjalanan hidupnya. Pernah menjadi karyawan, pria yang kerap disapa Jokowi itu akhirnya memutuskan jadi pengusaha, sebuah keputusan yang dianggap tepat dalam hidupnya. 

Perjalanan itu diceritakan Jokowi dalam sebuah postingan yang diunggah di laman Facebook-nya pada Kamis, 28 Maret 2019. 

"Saya sendiri pernah bekerja sebagai karyawan di Aceh. Lalu, saya pulang ke Jawa dengan satu tekad: menjadi pengusaha. Saya memulai usaha tanpa modal sama sekali karena gaji di Aceh sudah habis untuk pulang. Syukur Alhamdulillah, keputusan saya tepat. Usaha saya berkembang sampai punya pasar di mancanegara," tulis Presiden Jokowi. 

Dari pengusaha, Jokowi kemudian terjun ke dunia politik: menjadi walikota di Solo, Gubernur Jakarta, dan Presiden Republik Indonesia. 

"Apa benang merah semua itu? Kepercayaan. Pengusaha pasti tahu sulitnya membangun kepercayaan. Dalam politik yang harus dijaga juga adalah kepercayaan rakyat," tambah Jokowi. 

Berikut adalah kutipan lengkap dari postingan Presiden Jokowi itu. 

Apa yang kita gapai hari ini, adalah ujung sebuah perjalanan panjang yang tak selalu mulus.

Saya sendiri pernah bekerja sebagai karyawan di Aceh. Lalu, saya pulang ke Jawa dengan satu tekad: menjadi pengusaha. Saya memulai usaha tanpa modal sama sekali karena gaji di Aceh sudah habis untuk pulang.

Syukur Alhamdulillah, keputusan saya tepat. Usaha saya berkembang sampai punya pasar di mancanegara.

Dari dunia usaha, saya pindah ke politik, dan akhirnya berlabuh di pemerintahan. Saya menjadi walikota, lalu gubernur, dan sekarang ini sebagai presiden.

Apa benang merah semua itu? Kepercayaan. Pengusaha pasti tahu sulitnya membangun kepercayaan. Dalam politik yang harus dijaga juga adalah kepercayaan rakyat.

***

Dalam buku memoar book, Jokowi: Memimpin Kota Menyentuh Jakarta' karya Alberthiene Endah, diceritakan Jokowi muda adalah seorang pekerja yang harus keluar masuk hutan di awal karirnya. Di tahun 1986, Jokowi menjadi pegawai dari perusahaan milik pemerintah, PT Kertas Kraft Aceh.

Pekerjaan lapangan hingga menanam pohon dijalani Jokowi di perusahaan ini selama dua tahun. Waktu yang cukup untuk mengumpulkan modal membangun usahanya sendiri.

Balik ke Solo, Jokowi memutuskan bergabung di perusahaan furnitur milik pamannya, CV Roda Jati. Disinilah, Jokowi menimba ilmu sebelum akhirnya memutuskan bikin usaha sendiri. 

Tahun 1989, Jokowi memberanikan diri untuk merintis usaha furnitur. Kala itu, bisnis kayu tengah jaya-jayanya. CV Rakabu yang diambil dari nama Ghibran Rakabuming, dipilih sebagai nama perusahaannya. 

Bisnis CV Rakabu tak sepenuhnya berjalan sukses. Jokowi harus merasakan pahitnya tertipu order Rp 30 juta dari sebuah perusahaan di Jakarta. Namun, pengalaman ini tak menyurutkannya.

Ketika pemerintah mencanangkan program 'Ayah Angkat-Anak Angkat' bagi perusahaan, Jokowi tak menyia-nyiakan kesempatan itu. CV Rakabu menjadi 'anak angkat' Perum Gas Negara dan dipinjami Rp 500 juta sebagai modal.

Lewat dana pinjaman inilah, Jokowi membuktikan pilihannya pada bisnis furnitur tidak salah. Berbagai pesanan furnitur datang dari dalam dan luar negeri. Untuk memuluskan tingginya permintaan ekspor, CV Rakabu pun naik status menjadi Perseroan Terbatas (PT). 

Omzet Rakabu yang semula sebesar Rp 6,09 miliar pada 2008 terus meningkat menjadi Rp 6,1 miliar pada 2010. Rakabu memang sempat mengalami penurunan omzet pada 2009 sebesar Rp 5,76 miliar.

Bisnis Rakabu semakin membesar setelah Jokowi mendapat pinangan dari PT Toba Sejahtera untuk mendirikan usaha patungan, PT Toba Sejahtera.

Keberhasilan Jokowi di bisnis furnitur ini mulai menarik perhatian kalangan pengusaha mebel. Jokowi pun didapuk menjadi Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komda Solo. Dari sinilah nama Jokowi mulai terdengar di kalangan pelaku usaha sampai akhirnya dipinang PDI Perjuangan menjadi calon walikota Solo, lalu berlanjut ke Gubernur Jakarta dan terpilih menjadi Presiden Indonesia pada Pilpres 2014. []