Minimnya sentimen membatasi gerak naik IHSG di sesi perdagangan pagi ini.

Setelah mampu menembus level psikologisnya di level 6.500-an, indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya menutup sesi perdagangan pagi awal pekan ini dengan hanya menguat moderat 0,25% untuk terhenti di 6.477,9. Gerak IHSG terlihat sempat berupaya melonjak tajam di awal sesi perdagangan pagi, namun kemudian mengikis lonjakan tersebut hingga sesi perdagangan  pagi berakhir. Sementara laporan dari bursa saham Asia menunjukkan, gerak indeks yang masih positif.

Sebelumnya dilaporkan,  pelaku pasar di Asia yang secara umum masih menantikan sentimen perkembangan  terkini dari perundingan dagang AS-China, namun  hingga sesi perdagangan siang hari tidak didapati kabar terbaru dari swentimen tersebut. Gerak naik indeks di bursa Asia terpantau sempat seragam di zona kenaikan tajam, namun kemudian berkurang di siang ini. Hingga sesi perdagangan pagi ini ditutup di Jakarta, indeks Nikkei (Jepang) menguat 0,59% untuk berada di posisi 21.578,17, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melonjak 0,73% untuk berada di posisi 29.224,25, dan indeks  ASX 200 (Australia) yang menguat tipis 0,01% untuk berada di posisi 6.175,9. Sedangkan indeks KOSPI (Korea Selatan) tercatat merosot tipis 0,08% untuk menjangkau kisaran 2.174,33.

Beralih kembali pada bursa saham Indonesia, gerak IHSG akhirnya gagal membukukan kenaikan tajam setelah mampu menembus level psikologis di 6.500-an.  Minimnya sentimen baik dari domestik mupun internasional menjadikan gerak naik IHSG terbatas.  Sementara sejumlah saham unggulan tercatat mampu membukukan kenaikan di sesi perdagangan pagi ini, seperti: BBRI, BBCA, ASII, TLKM, BBNI, PGAS serta UNTR.

Beralih pada pasar valuta, gerak nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS terpantau konsisten menguat hingga sesi perdagangan siang ini.  Terkini, Rupiah ditransaksikan di Rp14.233 per Dolar AS atau menguat 0,15% dibanding posisi penutupan sesi akhir pekan lalu.  Gerak indeks Dolar AS yang terlihat kesulitan untuk kembali mendekati level psikologisnya di kisaran 97-an, membuat Rupiah menemukan ruang penguatan di dua hari sesi perdagangan terakhir.

Laporan dari pasar valuta Asia juga menunjukkan, gerak nailai tukar mata uang Asia yang secara keseluruhan mampu membukukan gerak menguat dalam rentang yang bervariasi  namun cenderung terbatas. Mata uang Asia hingga kini hanya menyisakan Peso Filipina yang terjebak di zona pelemahan.