Dengan mampunya bursa Asia beralih ke zona positif, IHSG akhirnya memperoleh energi tambahan untuk semakin mendaki di sesi perdagangan sore.

Menutup sesi perdagangan saham hari keempat pekan ini di Jakarta, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat mampu menguat signifikan setelah sempat terjebak di rentang kenaikan terbatas  dalam sepanjang sesi perdagangan pagi. Kemampuan IHSG untuk membukan kenaikan signifkkan tidak lepas dari beralihnya sentimen di pasar Asia yang cenderung mampu untuk mengikis penurunan dalam jumlah signifikan.  Bursa saham Asia hanya menyisakan indeks komposit Shanghai (China) yang runtuh tajam 1,2% untuk berakhir di 2.990,69 dengan dipicu sentimen rilis data produksi industri yang semakin mencerminkan ancaman perlambatan ekonomi negeri itu.

Sementara sentimen sebelumnya menunjukkan, proses Brexit yang kini telah dipastikan tidak akan mengakibatkan Inggris terlantar dalam resesi menyusul penolakan parlemen Inggris terhadap Brexit tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa.  Sentimen sesungguhnya masih cukup positif, namun serangkaian perkembangan terkini dari China membuat investor cenderung beralih ragu. 

Hingga sesi perdagangan berakhir di Asia, indeks Nikkei (Jepang) menurun tipis 0,02% untuk berada di kisaran 21.287,02, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat moderat 0,15% untuk terhenti di 28.851,39, indeks ASX 200 (Australia) naik 0,3% untuk terhenti di 6.179,6, serta indeks  KOSPI (Korea Selatan) yang menutup sesi dengan naik 0,34% untuk terhenti di posisi 2.155,68.

Dengan mampunya bursa Asia beralih ke zona positif, IHSG akhirnya memperoleh energi tambahan untuk semakin mendaki di sesi perdagangan sore. IHSG akhirnya menutup sesi perdagangan hari ini dengan menguat signifikan 0,56% untuk berakhir di kisaran 6.413,27.  Sejumlah saham unggilan terpantau mampu membukukan gerak naik bervariasi kali ini seperti: BBRI, ASII, BMRI, UNTR, ADRO, WIKA, WSKT, PGAS, BBNI, BBTN, CPIN, PTPP, serta ICBP.

Beralih pada pasar valuta, gerak nilai tukar mata uang Rupiah terpantau konsisten di jalur pelemahan setelah sempat menginjak zona penguatan terbatas. Gerak melemah Rupiah kali inijuga terlihat seiring dengan kecenderungan yang menimpa mata uang Asia. Pantauan menunjukkan, hingga sesi perdagangan sore ini mata uang Asia hanya menyisakan Peso Filipina dan Rupee India yang mampu bertahan di zona penguatan terbatas. Selebihnya mata uang Asia bergerak melemah dalam rentang yang bervariasi dengan dipimpin oleh mata uang Baht Thailand. Hingga sesi perdagangan sore, Rupiah tercatat ditransaksikan di Rp14.273_ per Dolar AS atau melemah 0,13% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan kemarin.