Dr Mahathir mengatakan masalah ini sedang dibahas menyusul kerugian besar yang ditanggung oleh Malaysia Airlines sejak diprivatisasi pada tahun 2014.

PEMERINTAH Malaysia menjamin tidak akan membubarkan Malaysia Airlines Bhd. Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng menjamin maskapai itu tetap mengudara. 

Simpang siur soal nasib Malaysia Airlines ini dimulai setelah Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menguraikan tentang kondisi maskapai ini.

Kemarin dilaporkan bahwa pemerintah sedang mencari cara untuk menyelesaikan teka-teki keuangan Malaysia Airlines dengan beberapa opsi di atas meja, termasuk mematikan maskapai nasional.

Dr Mahathir mengatakan masalah ini sedang dibahas menyusul kerugian besar yang ditanggung oleh Malaysia Airlines sejak diprivatisasi pada tahun 2014.

Dia telah mengomentari saran dari beberapa ahli tentang perlunya menjual atau menutup Malaysia Airlines.

Pernyataan Mahatir langsung disambar dengan kritikan oleh lawan politiknya, mantan perdana menteri Najib Razak. Najib mendesak pemerintah untuk tidak menjual atau menutup maskapai. Ia mengatakan Malaysia Airlines adalah kebanggaan Malaysia. 

“Mantan perdana menteri Datuk Seri Najib Razak tidak adil kepada perdana menteri saya. Dia (Dr Mahathir) berbicara tentang berbagai opsi yang disajikan mengenai Malaysia Airlines. Dia tidak mengatakan akan menutup Malaysia Airlines, ”katanya.

Lim berbicara kepada wartawan setelah meluncurkan Dana Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan senilai RM1 miliar dari Bank Pembangunan Malaysia.

Lim, dalam membela bosnya, lebih lanjut mengatakan: "Mantan PM mengeluarkan pernyataan seolah-olah kita akan menutup Malaysia Airlines. Jadi, saya harap kita bisa melihat apa yang dikatakan PM dengan benar ... kita tidak akan menutup Malaysia Airlines. Kami ingin memberikan jaminan ini kepada karyawan."[]